Bikin Bisnis Planning Gak Ribet Kok! Ini Panduan Lengkapnya

4 menit

Buat yang pengin terjun ke dunia bisnis, ada baiknya kamu mulai dulu dengan belajar bikin bisnis planning.

Bikin rencana bisnis itu ibarat baca peta terlebih dulu sebelum berangkat ke tujuan. Dengan gitu, kamu gak bakal nyasar buat mencapai tempat tujuan. Gak cuma gak bakal nyasar, perjalanan kamu juga lebih efektif karena gak buang-buang waktu.

Demikian pula dengan sebuah rencana bisnis. Dengan punya planning bisnis kamu bakal bisa memetakan usaha. Kemudian, kamu juga tahu langkah-langkah apa yang harus ditempuh. Intinya, kamu gak bakal alokasikan bujet secara sembarang.

Yang namanya bisnis pastil menyangkut soal uang dan uang. Kamu gak pengin habis modal tetapi malah gak hasilkan apa-apa, kan?

Yang paling penting, bisnis planning benar-benar dibutuhkan buat mengumpulkan modal.

Khususnya yang belum bisa keluarkan modal dari kocek sendiri, kamu perlu tunjukkan rencana bisnis yang meyakinkan. Dengan gitu, kamu bisa presentasi ke investor maupun ajukan pinjaman ke bank.

Persiapan Sebelum dan Saat Bikin Bisnis Planning

bisnis plan sederhana
Bikin rangkanya dulu (liputan6)

Sebelum dan saat bakal bikin sebuah bisnis plan, kamu bisa mulai dengan langkah-langkah berikut ini:

1. Kenali dulu bisnis kamu

Yang pertama harus dilakukan tentu aja mengenal terlebih dahulu bisnis yang akan kamu jalankan.

Kamu gak cuma tahu bakal jalankan bisnis apa, tetapi juga gimana detail bisnis tersebut. Beberapa di antaranya adalah mengenali kekuatan dan kelemahan bisnis maupun perusahaan kamu. Kemudian, kamu juga perlu membaca peluang yang ada serta kompetitornya.

2. Menentukan target pasar

Selanjutnya, kamu juga perlu menentukan dan memahami target pasar yang sesuai dengan bisnis kamu. Gak lupa juga, kamu bisa sesuaikan rencana bisnis dengan target pasar.

Dengan gitu, kamu bisa menyusun rencana dan strategi yang tepat di bisnis plan.

[Baca: Sebelum Memulai Bisnis Siapkan Bisnis Plan Dulu, Berikut 5 Alasannya]

3. Siapkan rencana bisnis

Di tahap ini kamu bakal diajak buat merealisasikan rencana bisnis kamu yang tertuang dalam bentuk proposal.

Emang sih, bikin bisnis plan gak selalu harus dilakukan saat kamu pengin mulai usaha. Ada beberapa usaha yang mungkin gak perlu sebuah bisnis plan. Kemudian, bila kamu punya modal sendiri, mungkin kamu juga merasa gak harus bikin rencana bisnis.

Tapi bila kamu bikin rencana bisnis secara matang, hal tersebut bakal bantu kamu buat mulai berbisnis dengan lebih terstruktur.

Nah, biar gak makin bingung, kamu bisa contek panduan lengkap berikut saat buat bisnis planning.

Secara ringkas, sebuah bisnis plan biasanya terdiri atas:

  • Ringkasan eksekutif
  • Latar belakang perusahaan
  • Analisis pasar dan pemasaran
  • Analisis produk
  • Analisis manajemen atau SDM
  • Analisis keuangan
  • Rencana pengembangan usaha
  • Risiko bisnis

Panduan Lengkap Bikin Proposal Bisnis Plan

bisnis planning
Sekarang saatnya bikin proposal bisnis (liputan6)

Berikut panduan lengkap step by step bikin proposal bisnis kamu.

1. Ringkasan eksekutif

Pada bagian ini, kamu bisa menceritakan tentang bisnis yang bakal dijalankan. Di sini kamu perlu mendeskripsikan bisnis kamu, inovasi, serta kapan bisnis bakal dimulai.

Namun ingat, namanya ringkasan ya gak perlu panjang-panjang. Usahakan buat gak melebihi dua halaman buat penjabaran ini.

Halaman ringkasan eksekutif ini pula yang menjadi daya tarik buat pendana. Jadi, kamu perlu ceritakan semenarik mungkin mengenai bisnis kamu.

[Baca: Bisnismu Bakal Sukses Kala Udah Punya 6 Hal Ini]

2. Latar belakang perusahaan

Kemudian, kamu bisa jabarkan dengan beberapa poin mengenai perusahaan kamu. Kamu bisa jabarkan mulai dari sejarah, pihak yang terlibat, kondisi keuangan, rencana pengembangan usaha, produk, serta penjelasan mengenai usaha kamu.

Berikut poin-poin yang bisa kamu masukkan:

  • Sejarah berdirinya perusahaan
  • Pihak yang terlibat atau bertanggung jawab
  • Kondisi keuangan
  • Rencana pengembangan
  • Produk atau jasa yang ditawarkan
  • Penjelasan tentang usaha yang dijalankan, mencakup:
    • Aspek perizinan usaha
    • Siapa yang turut bekerja sama
    • Jenis usaha
  • Penjelasan tentang produk, mencakup:
    • Produk yang ditawarkan
    • Manfaat produk tersebut
    • Gambaran mengenai kompetitor bisnis
    • Keunggulan yang dimiliki produk
  • Penjelasan mengenai lokasi bisnis, mencakup:
    • Jelaskan jenis lokasi, sewa atau milik sendiri
    • Jelaskan mengenai luas lokasi
    • Jelaskan keunggulan lokasi tersebut

Khusus di bagian rencana pengembangan, pada poin tersebut kamu sebaiknya menceritakan tentang seberapa besar bisnis tersebut bakal berkembang di masa mendatang. Kamu juga perlu menambahkan exit strategy atau strategi keluar dari bisnis tersebut.

3. Analisis pasar dan pemasaran

Pada bagian ketiga, kamu bisa cerita mengenai target konsumen produk yang bakal dijual. Kamu perlu jabarkan analisis kuantitatif dan kualitatif, karakteristik, tingkat kompetisi, strategi promosi, dan harga.

Plus, jangan lupa jelaskan pula mengenai produk itu sendiri. Mulai dari kemasan hingga proses produksi.

Berikut poin-poin yang bisa kamu masukkan pada bagian ketiga di proposal bisnis planning:

  • Analisis pemasaran
  • Profil target konsumen
  • Potensi pasar dan prospek pertumbuhan
  • Market-share
  • Analisis kuantitatif dan kualitatif dalam bentuk bagan
  • Karakteristik konsumen
  • Tingkat kompetisi
  • Strategi produk yang bakal ditawarkan, harga dan service, mencakup:
    • Strategi kesan dan image produk
    • Strategi penerapan harga produk
    • Strategi metode penjualan
    • Strategi pemasaran, termasuk iklan

[Baca: Harus Kreatif Dong! Ini Strategi Menghadapi Tantangan Bisnis Masa Kini]

4. Analisis produk

Selesai dengan analisis pasar, kamu perlu menjabarkan lebih dalam mengenai produk yang bakal dijual. Meski udah disinggung di bagian target pasar, analisis produk yang lebih detail bakal meyakinkan calon pendana.

Berikut poin-poin yang perlu kamu jabarkan:

  • Definisi produk atau penjelasan mengenai produk tersebut
  • Perbandingan, berupa keunggulan dan kekurangan dibandingkan dengan kompetitor
  • Pertimbangan lain yaitu penjelasan tentang bahan baku dan tahap produksi

5. Analisis manajemen atau SDM

Pada bagian kelima, kamu bisa jabarkan daftar dan struktur manajemen bisnis kamu. Berikut poin-poin penjelasan yang bisa kamu jelaskan:

  • Analisis manajemen atau SDM
  • Struktur manajemen dalam bisnis kamu
  • Detail mengenai jumlah pegawai dan masing-masing keahliannya
  • Sistem penggajian karyawan dan tunjangannya
  • Jelaskan mengenai keunggulan dan kelemahan manajemen tersebut

6. Analisis keuangan

Di bagian ini kamu bisa jelaskan mengenai kondisi keuangan perusahaan serta proyeksi dana pada masa mendatang. Kamu perlu menuliskannya secara jujur. Berikut poin-poinnya:

  • Analisis keuangan perusahaan
  • Perkiraan pendapatan perusahaan
  • Modal yang sekarang dimiliki
  • Besaran dana yang diperlukan
  • Detail biaya operasional harian, bulanan hingga tahunan

Melihat poin-poin yang udah dijabarkan di atas, kamu sekarang udah punya gambaran buat bikin proposan bisnis planning deh.

Semoga penjelasan bisnis planning di atas bisa bantu kamu memulai bisnis dan jadi seorang pebisnis sukses. Selamat mencoba!

Helda
Helda

Tidak normal tapi spesial. Blogger merangkap content writer yang secara ajaib tersesat di bidang keuangan. Semua tulisan di sini tersedia berkat bantuan kopi tanpa gula.