3 Rekomendasi Bisnis Ayam Geprek, Modalnya Mulai dari Rp 8 Jutaan Aja

4 menit
Bisnis ayam geprek sangat menjanjikan saat ini (Shutterstock).

Usaha kuliner ayam geprek tengah menjamur di kalangan masyarakat saat ini. Perpaduan antara ayam goreng crispy dengan lumuran cabai pedas membuat siapa saja tergoda untuk mencicipinya.

Ketenarannya ini pun memberikan kesempatan yang luas pada pebisnis untuk terjun ke dunia kuliner. Biaya produksi yang murah dan juga harga yang bisa menjangkau semua kalangan menjadi kelebihan kuliner satu ini. Di kota-kota besar tentunya bisnis semacam ini sudah menjamur di seluruh sudut kota.

Berbagai macam merek dagang yang menjajakan ayam geprek bisa kita temui dengan mudah. Warung milik artis Tanah Air, Ruben Onsu yang dinilai sebagai paling populer saat ini. Warung yang diberi nama Geprek Bensu bahkan sudah melebarkan sayap ke kota-kota lain selain Jakarta.

Dilihat dari akun instagram resminya, Geprek Bensu telah buka lebih dari 100 cabang di seluruh Indonesia. Dari kesuksesan Bensu ini, kayaknya memang bisnis waralaba ayam geprek sangat menjanjikan ya. Bermodalkan harga yang terjangkau dan cita rasa yang pas dengan selera lidah masyarakat Indonesia, gak ada salahnya kamu juga ikutan terjun ke bisnis ini. Kalau belum bisa membuat brand sendiri, berikut ini kami rangkum bisnis ayam geprek yang memungkinkan kamu untuk bergabung menjadi mitranya.

Baca juga: Membangun Daihatsu Ayla Turbo, Berapa Biaya yang Harus Dikeluarkan?

1. Geprek Si Boss

Ayam geprek si Boss (Instagram).

Geprek Si Boss pertama kali diluncurkan pada tahun 2017. Berselang dua bulan sejak diluncurkan, mereka langsung berani menawarkan bisnis waralaba. Menu andalannya tentu saja ayam geprek, namun demi variasi bisnis dan menu, mereka juga menyediakan olahan lainnya seperti tempe geprek, tahu geprek, jamur geprek, dan masih banyak lagi.

Dilihat dari website resmi Geprek Si Boss, mereka menawarkan kemitraan dengan harga Rp 48 jutaan. Biaya tersebut sudah termasuk untuk peralatan dapur, alat kasir online, set meja bangku dan juga sewa tempat. Jadi kalian gak perlu pusing-pusing lagi untuk mencari tempat, karena pihak pusat bakalan membantu untuk mencarikan lokasi yang tepat.

Sementara cabang pusatnya juga gak tinggal diam ketika kamu menjalankan bisnis tersebut. Mereka akan membantu kamu menyediakan karyawan yang sudah terlatih oleh pusat. Kamu juga bakal mendapatkan sarana promosi gratis secara nasional.

Tapi sebagai mitra, ada syarat yang harus kamu penuhi demi keberlangsungan bisnis. Di antaranya, melakukan promosi ke kerabat terdekat, mengajukan usulan lokasi, membeli bahan baku dari pusat, dan mengawasi menyeluruh proses bisnis termasuk menggaji karyawan. Jadi antara mitra dan pusat saling menguntungkan.

Dengan modal Rp 48 juta, perhitungan kasarnya, kamu akan mendapatkan jumlah customer per hari mencapai 45 orang. Rata-rata belanja masing-masing pengunjung Rp 20.000, jadi per harinya pendapatan mencapai Rp 900.000 yang artinya sebulan bakal mendapatkan Rp 27 jutaan.

Proses pendaftarannya, kamu cukup mengisi formulir, menunggu verifikasi pusat, membayar commitment fee sebesar Rp 5 juta, penyusunan lokasi dan timeline bisnis, penandatanganan perjanjian, sudah deh, kamu bisa langsung berusaha!

Baca juga: Setara dengan Harga Mini Cooper, Segini Lho Total Biaya Kuliah Selama 4 Tahun di Jakarta

2. Oliv Geprek Ekspres

Oliv Geprek Ekspres

Berikutnya ada Oliv Geprek Ekspres dari Surakarta, Jawa Tengah. Bisnis Oliv sendiri sudah terkenal di kalangan mahasiswa Jawa Tengah dan Jogja. Mereka menjual ayam goreng crispy dengan harga yang pas dengan kantong mahasiswa. Seiring dengan berkembangnya bisnis kuliner, terutama inovasi dalam olahan ayam, tahun 2017, Oliv juga memutuskan untuk membuka bisnis waralaba ayam geprek. Bisnis tersebut diberi nama Oliv Geprek Ekspres.

Dikutip dari Kontan, Oliv Geprek telah memiliki mitra di beberapa daerah di Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Harga kemitraan yang terbilang cukup murah membuat siapa saja tertarik untuk berbisnis. Oliv menawarkan dua paket kemitraan, ada yang Rp 8 juta dan Rp 15 juta. Perbedaannya, kalau Rp 15 juta sudah mendapatkan booth eksklusif, tapi kedua paket tersebut sudah termasuk dengan alat memasak dan 200 bahan baku.

Oliv Geprek Ekspres memiliki tiga varian menu ayam geprek lombok ijo, ayam geprek level, dan ayam geprek mozarela. Masing-masing dijual dengan harga antara Rp 12.000 sampai Rp 20.000. Dengan modal sekecil itu, Oliv pun telah membuat hitung-hitungan kasar keuntungannya. Dikutip dari website resminya, dari satu porsi itu, keuntungan yang bisa didapat adalah sekitar Rp 3.500, jika sehari bisa menjual 50 porsi, maka keuntungannya sekitar Rp 175.000. Jika satu bulan booth beroperasi selama 25 hari kerja, keuntungan sebulannya menjadi Rp 4.375.000.

Cara bergabungnya pun sangat mudah. Pertama, kalian hanya tinggal menghubungi tim marketingnya, kemudian menentukan paket dan lakukan pembayaran, setelah itu, kamu bakalan mendapatkan kiriman bahan baku dan alat-alat yang sudah kamu pesan sesuai dengan paketnya.

Baca juga: 6 Cara untuk Kamu yang Introvert Agar Betah Bekerja di Kantor, Gak Susah Kok!

3.  Ayam Geprek Master

Ayam Geprek Master

Ayam Geprek Master memang gak setenar Geprek Bensu, tapi waralaba yang satu ini sudah memiliki 26 cabang yang tersebar di Jabodetabek, beberapa kota di Sumatera, dan Makassar. Dikutip dari Franchiseglobal.com, bisnis ayam geprek yang satu ini sudah ada sejak tahun 2017 silam ini awalnya hanya bisnis rumahan. Sang pemilik hanya menjajakan ayam geprek via online dan kemudian ayam dikirim dengan ojol. Tapi kemudian ia merubah konsep bisnis kulinernya ini  menjadi mini resto.

Karena berkonsep mini resto, paket kemitraan yang tersedia pun cukup mahal, yaitu sekitar Rp 120 juta dengan masa kerjasama 3 tahun. Uang tersebut sudah termasuk dengan segala peralatan masakan, bahan baku, pelatihan karyawan, juga perlengkapan resto seperti kursi dan meja. Omzet per harinya pun bisa mencapai Rp 2 jutaan yang artinya jika sebulan 30 hari kerja, bisa mendapatkan keuntungan Rp 60 juta. Pihak manajemen akan menarik fee sebesar 5 persen dari omset tersebut.

Harga per porsinya variatif, mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu.

Bagaimana menurut kamu? Cukup terjangkau kan harga kemitraan bisnis ayam geprek ketiganya. Kalau kamu emang penggemar berat ayam geprek, gak ada salahnya untuk terjun ke bisnisnya juga, jadi gak cuma makan doang. Lumayan kan kamu bisa menikmatinya dengan puas ditambah mendapatkan penghasilan lebih dari bisnis ini.  (Editor: Winda Destiana Putri).

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan