Mau Bisnis Sukses? Ini Tips ‘Memata-matai’ Usaha Pesaing

bisnis sukses

Kalau mau jadi pengusaha, mestinya siap bersaing. Apalagi kalau mau bisnis sukses. Seperti kompetisi olahraga, makin moncer prestasi seorang atlet, makin banyak yang ingin mengalahkan.

Karena itulah penting untuk menyadari akan adanya pesaing dalam bisnis. Tapi gak cukup sadar bahwa ada pesaing aja. Yang lebih penting adalah bagaimana cara mengatasi pesaing itu agar gak menjadi ganjalan dalam bisnis.

Salah satu cara menghadapi pesaing adalah “memata-matai” bisnisnya. Cara ini mungkin terkesan nakal. Tapi sebetulnya wajar jika di antara pengusaha ada gerakan-gerakan untuk memata-matai bisnis pesaing.

Yang penting, cara tersebut gak melanggar hukum. Sama saja seperti persaingan di antara dua klub sepak bola. Pasti satu sama lain mempelajari video rekaman pertandingan, strategi yang diterapkan, hingga karakter setiap pemain lawan.

Nah, jika ingin bisnis sukses, berikut ini tips memata-matai bisnis pesaing:

1. Pura-pura jadi pelanggan

bisnis sukses
Saat berpura-pura jadi pelanggan, pesan produk andalan mereka saja. Kalau semuanya, malah buntung nanti keluar ongkos banyak (chinadaily.com.cn)

Dengan berpura-pura jadi pelanggan, kita bisa merasakan langsung pengalaman menggunakan produk atau jasa pesaing. Termasuk mengetahui harga, pelayanan, hingga fasilitas yang diberikan.

Penerapan cara ini tergantung bisnis yang dijalankan. Kalau bisnis kuliner, ya datang saja ke lokasi restoran, kafe, atau gerai pesaing. Kalau bisnis logistik, coba kirim barang pakai jasa mereka.

Intinya adalah kita menjadi tangan pertama yang merasakan bagaimana bisnis pesaing dijalankan. Dengan begitu, kita bisa memanfaatkannya untuk strategi bisnis sendiri. Misalnya ternyata harga makanan pesaing lebih murah dan lebih enak. Kita bisa menyesuaikan harga di resto sendiri sekaligus memperbaiki kualitas makanannya.

2. Tanya pelanggan mereka

Berkaitan dengan poin pertama, kita bisa melengkapi data dengan menanyakan pelanggan mereka yang lain. Mungkin saat makan di sana bisa sambil ngobrol dengan tamu lain. Siapa tahu ketemu jodoh sekalian.

Tapi jangan lupakan prioritas utamamu, yakni mendapatkan sebanyak mungkin informasi mengenai bisnis pesaing. Bisa jadi kita gak objektif dalam menilai karena berposisi sebagai pesaing.

Makanan yang sebetulnya enak kita anggap gak enak karena ogah kalah, misalnya. Dengan adanya informasi tambahan dari pihak netral, kita bisa lebih mudah merangkum informasi tersebut secara objektif untuk dimanfaatkan kemudian agar bisnis sukses berjalan.

[Baca:Bisnis Properti, 5 Artis Indonesia Ini Makin Tajir Melintir!]

3. Ikuti laman media sosial mereka

bisnis sukses
Daripada akun mantan, mending kepoin akun bisnis pesaing (kwikku.com)

Media sosial adalah gudangnya informasi bisnis pesaing. Follow, like, (tapi jangan share) akun bisnis pesaing di media sosial. Kalau perlu, kepoin juga akun pemilik pribadinya.

Pebisnis yang melek teknologi ingin bisnis sukses, pasti memiliki akun media sosial entah Facebook, Twitter, Instagram, atau bahkan semuanya. Kita bisa memanfaatkan hal ini dengan mengikuti laman tersebut untuk mendapat informasi terkini, misalnya promo terbaru.

Dengan begitu, kita bisa bikin program tandingan dengan memberikan hal yang belum ada di program bisnis pesaing. Tapi tentunya tanpa praktik jiplak-menjiplak ya.

4. Subscribe newsletter kalau ada

Kalau ada, subscribe newsletter mereka juga. Newsletter juga berisi beragam informasi, tapi dikirim ke e-mail yang didaftarkan.

Pendaftaran bisa dilakukan di situs bisnis tersebut. Di bagian kontak biasanya ada. Namun gak semua bisnis punya situs, terutama yang usaha kecil-menengah. Coba googling dulu aja, siapa tahu ada.

[Baca: 6 Alamat untuk Bikin Website Gratis untuk Bisnis Online]

5. Ikut komunitas yang sama

bisnis sukses
Ikut komunitas jangan hanya menjadi pelengkap. Harus aktif gali informasi demi bisnis (kompas.com)

Namanya bergerak dalam bidang bisnis yang sama, bisa jadi ada komunitas serupa yang menaungi. Misalnya asosiasi pedagang martabak Jabotabek atau front penjaja pecel lele.

Ikutlah dalam komunitas itu untuk berbagi, sembari mencuri ilmu dari bisnis pesaing. Biasanya ada diskusi-diskusi di sana. Kita bisa mengikuti diskusi ini dengan cermat sambil mencatat apa pun yang sekiranya penting demi kemajuan bisnis.

Gak usah takut ketahuan memata-matai bisnis pesaing. Praktik ini lumrah dilakukan kok. Bahkan gak jarang dilakukan dengan kontroversial, misalnya membajak bekas karyawan pesaing.

Apa pun itu, kemajuan bisnis tetaplah jadi prioritas utama. Jangan sampai upaya mengintip bisnis pesaing justru menjerumuskan usaha sendiri karena dilakukan dengan cara-cara ilegal. Nantinya bukannya bisnis sukses, malah bisnis bangkrut yang kejadian.

[Baca: Niat Buka Usaha Sendiri? Jangan Pilih 4 Bisnis Ini!]

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560