Blogger, Jangan Cuma Bikin Blog dan Dapat Uang, Yuk Kelola Duitnya!

4 menit

Dari bikin blog, seorang full-time blogger bisa dapat bayaran hingga jutaan hanya dengan satu tulisan. Gimana gak asyik, ya?

Pihak brand senang meng-endorse para blogger ini karena ulasan mereka yang gak hard-selling.

Di dunia digital, blogging pun gak kalah dari Youtube dan Instagram. Ada pula blogger yang dianggap sebagai seleb-blog. Gak jarang seleb-blog ini ternyata emang seorang full-time blogger.

Seseorang disebut sebagai full-time blogger karena mendedikasikan karirnya di dunia blogging. Dan dia dapat uang dengan mengisi blognya. Bisa dari iklan, endorsement, review produk, dan masih banyak lagi.

Uang yang didapat pun gak main-main lho. Kalau blog-mu udah dikenal banyak orang, penghasilan yang didapat malah bisa ngalahin pekerja kantoran!

Setelah bikin blog, dapat uang, terus apa? Nah, buat para full-time blogger, kini saatnya mengatur uang hasil jerih payahmu blogging selama ini. Kamu gak mau kan penghasilan dari blog ternyata menguap gitu aja?

Berikut ini enam langkah mengelola uang buat para blogger:

1. Hitung rata-rata penghasilan per bulan

bikin blog
Langsung hitung kalau dapat uang (Kompasiana)

Yang bikin seorang karyawan terlihat lebih mudah mengatur keuangannya adalah karena mereka dapat gaji tetap setiap bulan. Nah, kamu bisa mengikuti pola tersebut meski penghasilan gak tetap.

Caranya adalah kamu hitung rata-rata penghasilan per bulan. Kamu bisa jumlahkan nilai penghasilan yang kamu dapat selama 12 bulan terakhir. Kemudian, bagi 12 jumlah tersebut.

Nah, kamu udah dapat nominal rata-ratanya, kan? Simpan nominal tersebut buat acuan ke depannya.

[Baca: Kerja Freelance Bukan Halangan Buat Cermat Mengelola Keuangan Kamu Loh]

2. Bikin daftar pengeluaran setiap bulan

bikin blog - 1
Bikin daftar pengeluaran rutin (TheBalance)

Setelah kamu dapat nominal penghasilan per bulan, kamu bisa bikin daftar pengeluaran per bulan. Tentu aja usahakan buat gak melebihi dan bahkan kurang dari jumlah penghasilan per bulan ya.

Daftar pengeluaran pribadi ini meliputi, sewa atau kredit tempat tinggal jika belum punya rumah, makanan, dan kebutuhan lainnya.

Usahakan pengeluaran tersebut gak melebihi 50 persen penghasilan yang kamu dapatkan. Jadi, misalkan, penghasilan rata-rata kamu Rp 10 juta maka pengeluaran pribadi wajib jangan lebih dari Rp 5 juta.

50 persen tersebut bisa kamu bagi menjadi:

  • 20 persen buat sewa rumah
  • 15 persen buat makan
  • 15 persen buat belanja bulanan, tagihan listrik dan kendaraan

3. Bila penghasilan lebih dari rata-rata, anggap gak ada

bikin blog
Kalau lagi dapat lebih, jangan hura-hura (Goo)

Penting buat diingat, lakukan subsidi silang bila di salah satu bulan ternyata penghasilan kamu di bawah rata-rata. Jadi, saat kamu sedang dapat di atas rata-rata di bulan lain, jangan gunakan uang tersebut buat hura-hura, ya.

Contoh, angka penghasilan rata-rata kamu setiap bulannya ternyata adalah Rp 10 juta. Di bulan tertentu penghasilan kamu meroket menjadi Rp 13 juta. Jangan pakai kelebihan tersebut buat hura-hura dulu deh.

Daripada buat hura-hura, simpan kelebihan Rp 3 juta itu buat menutup kekurangan pendapatan di bulan lainnya jika terjadi.

4. Sisihkan dana darurat

bikin blog - 3
Digunakan hanya saat sedang darurat (Inc)

Idealnya dana darurat bergantung pada berapa banyak tanggungan.

Bagi para lajang, dana sebanyak tiga kali pengeluaran rutin bulanan wajib dimiliki. Sementara bagi yang sudah menikah tanpa anak, sebaiknya memiliki simpanan enam kali pengeluaran rutin. Lalu, bagi yang telah punya anak sudah punya dana darurat sebanyak 12 kali pengeluaran rutin.

Terlihat sulit?

Pepatah “sedikit demi sedikit jadi bukit” bisa kamu terapkan. Kamu bisa sisihkan dana darurat sebanyak 10 persen dari penghasilan setiap bulan.

5. Pilih investasi yang tepat

bikin blog - 4
Cari investasi yang tepat dan cocok (Kompas)

Perbedaan antara dana darurat dengan investasi terletak pada tujuan penggunaannya. Jika tadi dana darurat nantinya digunakan sebagai dana buat kejadian tak terduga maka investasi sebaliknya.

Kamu pasti punya goals tertentu dalam hidup, kan? Misalnya memiliki rumah, menambah aset, atau perencanaan lainnya.

Nah, buat pengeluaran ini, sisihkan kira-kira 20 persen setiap bulannya. Jadi, kamu bisa sisihkan sekitar 2 juta setiap bulan.

[Baca: Kira-kira Produk Investasi untuk Pekerja Freelance Tuh Apa Sih yang Cocok? Nih 6 Investasi Tepat]

6. Kelola uang dengan ketat, bukan berarti tak liburan

bikin blog - 5
Blogger juga manusia, butuh liburan (BiggerPockets)

Meski mengelola uang dengan ketat, bukan berarti kamu gak butuh liburan. Justru liburan bakal jadi semacam charging. Kamu bisa berpikirkan jernih kembali.

Buat liburan, gak ada salahnya kamu sisihkan cukup dana. 10 persen dari penghasilan bisa kamu sisihkan setiap bulannya buat liburan. Entah kamu gunakan langsung di bulan itu atau kamu kumpulkan buat liburan yang cukup mahal.

Alternatif lainnya, bila kamu emang mau menjadikan agenda liburan sebagai kegiatan rutin, kamu tuliskan aja perjalanan tersebut. Siapa tahu, kan, bisa jadi blog baru buat di-monetize jadi uang.

[Baca: Gimana Sih Cara Mendapatkan Uang dari Blog? Intip 9 Cara Ini]

Mulai sekarang ada baiknya kamu gak cuma pikirkan bikin blog aja, ya. Lebih dari itu, pengelolaan uang dari hasil blog yang kamu miliki wajib dikelola sebaik mungkin. Percuma dong bikin blog bagus-bagus tapi uang yang dihasilkan hilang tanpa jejak.

Helda
Helda

Tidak normal tapi spesial. Blogger merangkap content writer yang secara ajaib tersesat di bidang keuangan. Semua tulisan di sini tersedia berkat bantuan kopi tanpa gula.