Cara Mudah Daftar BPJS Kesehatan Bayi Baru Lahir Serta Persyaratan yang Diperlukan!

3 menit
Cara Mudah Daftar BPJS Kesehatan Bayi Baru Lahir Serta Persyaratan yang Diperlukan!, (Ilustrasi/Shutterstock).

Tak bisa dipungkiri kalau kini mayoritas masyarakat Indonesia memanfaatkan program pemerintah yakni BPJS Kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis, baik berobat jalan hingga di rawat di rumah sakit.

Pasalnya, dengan menggunakan kartu BPJS, maka kamu dapat berobat tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun alias gratis.

Jadi, kamu gak perlu takut tuh dengan tagihan biaya rumah sakit atau dokter yang tiba-tiba meledak. Kamu bisa berobat dengan nyaman dan mendapatkan berbagai perawatan yang diperlukan tanpa harus memikirkan biaya rumah sakit.

Namun untuk bisa menikmati fasilitas tersebut, kamu harus terdaftar sebagai peserta BPJS buat Kesehatan. Selain itu, kamu juga harus membayar iuran setiap bulan yang nominalnya dibedakan dengan masing-masing kelas yang kamu pilih.

Seperti yang dilansir dari situs resmi BPJS Kesehatan, berikut besaran iuran yang harus dibayarkan setiap bulannya:

  • Kelas III, biaya iuran per bulan sebesar Rp 25.500
  • Kelas II, biaya iuran per bulan sebesar Rp 51.000
  • Kelas I, biaya iuran per bulan sebesar Rp 80.000

Selain itu, fasilitas BPJS buat Kesehatan tak hanya berlaku untuk orang dewasa lho. Bahkan bayi baru lahir juga sudah bisa didaftarkan sebagai peserta BPJS.

Pengin tahu bagaimana caranya? Berikut langkah-langkahnya seperti yang sudah dikutip dari bpjs-kesehatan.go.id:

Baca juga: 5 Jenis Asuransi yang Mesti Dimiliki Milenial Berdasarkan Urutan Kebutuhan Menurut Pakar

Kapan harus mendaftarkan BPJS Kesehatan sang buah hati?

BPJS Kesehatan
Ini saat yang tepat buat mendaftarkan BPJS buat si kecil, (Instagram/@bpjskesehatan_ri).

Siapa sih yang pengin sakit, tentu gak ada. Apalagi kalau yang ngalamin adalah bayi. Tapi namanya juga bayi baru lahir, sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna sehingga rawan terkena berbagai penyakit, seperti demam, batuk pilek dan lainnya.

Tapi saat si kecil sakit, pasti kamu sebagai orangtua segera membawanya ke rumah sakit tanpa pikir panjang yang penting anak sembuh. Meski begitu, tetap ada perasaan cemas dengan biaya pengobatan yang menguras kantong. 

Karena itu pentingnya kamu mendaftarkan sang buah hati sebagai peserta BPJS buat kesehatan sejak ia lahir. Lalu, kapan waktu yang tepat?

Menurut Perpres No. 82/2018, Pasal 16 ayat (1) menyebutkan, “Bayi baru lahir dari peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) wajib didaftarkan ke BPJS paling lama 28 hari sejak dilahirkan,”.

Jadi, jika sudah terdaftar maka bayi kamu akan langsung mendapat manfaat jaminan kesehatan. Kalau mendadak sakit, biayanya akan ditanggung oleh pihak BPJS yang menaungi buat Kesehatan.

Baca juga: Mulai Hamil Hingga Melahirkan, Ini Layanan Kesehatan yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Syarat daftar BPJS untuk bayi

Bpjs kesehatan
Ini yang mesti kamu lakukan jika bayi baru lahir, (Instagram/@bpjskesehatan_ri).

Berikut adalah beberapa syarat daftarnya yang mudah:

  1. Surat keterangan lahir dari rumah sakit atau bidan
  2. Identitas orangtua (KTP).
  3. Kartu Keluarga Asli.
  4. Kartu JKN-KIS atau BPJS Kesehatan orangtua

Jika semua dokumen persyaratan sudah lengkap, berikut langkah-langkah atau prosedur mendaftarkan bayi baru lahir sebagai peserta BPJS buat kesehatan:

  1. Untuk layanan yang satu ini belum bisa dilakukan via online. Jadi, kamu harus datang ke kantor cabang atau kantor pusat BPJS Kesehatan.
  2. Melampirkan syarat atau dokumen yang sudah disebutkan di atas.
  3. Setelah mengurus, kartu langsung aktif saat itu.

Nah, agar biaya pertanggungan jaminan kesehatan berlaku, disarankan agar para orangtua mendaftarkan bayinya dalam waktu 3×24 jam atau sebelum pulang ke rumah.

Itu dia beberapa langkah yang harus kamu lakukan agar sang buah hati segera menjadi peserta BPJS Kesehatan. Gak susah kan? (Editor: Mahardian Prawira Bhisma). 

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.