Jadi Juara, Kinerja BRI Paling Kinclong Diantara Bank BUMN

3 menit
Ilustrasi BRI (Shutterstock)
Ilustrasi BRI (Shutterstock)

Bank milik pemerintah mencatatkan kinerja positif pada triwulan I-2019, dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) keluar sebagai juaranya. Selain memperoleh laba terbesar, BRI juga menjadi bank pelat merah yang paling banyak menyalurkan kredit. 

Menjulangnya kinerja bank BUMN terlihat dari beberapa aspek seperti pertumbuhan laba bersih, dana pihak ketiga, kredit, dan perbaikan kualitas kreditnya. 

Seperti dikutip dari katadata.co.id Bank pelat merah yang paling cuan pada tiga bulan pertama tahun ini yaitu BRI dengan torehan laba bersih Rp 8,20 triliun. Lalu, Mandiri berada di posisi selanjutnya dengan berhasil mengantongi laba bersih Rp 7,2 triliun. Sementara BNI dan BTN masing-masing mengantongi laba bersih Rp 4,08 triliun dan Rp 723 miliar.

Meski begitu, laba bersih Mandiri tumbuh paling tinggi mencapai 23,4 persen dibandingkan periode yang sama 2018 senilai Rp 5,9 triliun. BNI dan BRI pun juga mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga dua digit. Masing-masing mencatatkan keuntungan sebesar 11,5 persen dan 10,42 persen.

Pertumbuhan Kredit BTN Tertinggi

Sementara, laba bersih BTN tumbuh satu digit sebesar 5,67 persen. Sedangkan dari sisi penyaluran kredit, BRI memimpin dengan penyaluran mencapai Rp 855,47 triliun. Kemudian diikuti oleh Bank Mandiri yang menyalurkan kredit Rp 790,5 triliun dan BNI yang senilai Rp 521,35 triliun.

Lalu, BTN menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp 242,13 triliun pada triwulan I 2019. Meski penyaluran kredit BTN paling sedikit, namun kredit dan pembiayaan BTN pada triwulan I-2019 mampu tumbuh paling tinggi sebanyak 19,57 persen.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyaluran kredit periode yang sama tahun lalu sebanyak Rp 202,5 triliun. Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, dari sektor perumahan, penyaluran kredit BTN meningkat 19,11 persen jadi Rp 219,72 triliun. 

Permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi yang masih tinggi, menjadi pendorong kuat kenaikan total kredit di segmen ini. Berdasarkan catatan keuangan BTN, penyaluran KPR subsidi naik 28,87 persen. Dari Rp 79,14 triliun per 31 Maret 2018 menjadi Rp 101,99 triliun di periode yang sama tahun ini.

Sementara, KPR non-subsidi pun naik sebesar 14,37 persen menjadi Rp 79,83 triliun. Sedangkan bank Himbara lainnya pun mencatatkan pertumbuhan kredit yang dua digit pada triwulan I-2019.

Kredit Bank BUMN Agresif

Kredit BNI mampu tumbuh 18,6 persen dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp 439,46 triliun. Pertumbuhan kredit BNI didorong oleh penyaluran kredit korporasi swasta yang tumbuh 23,3 persen menjadi Rp 163,61 triliun.

Kredit yang disalurkan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga tumbuh 26,7 persen menjadi Rp 105,72 triliun pada Maret 2019. Kedua segmen tersebut berkontribusi sebesar 51,7 persen terhadap total Kredit BNI.

Dengan pembiayaan pada sektor utama yaitu Manufaktur dan Infrastruktur. Kredit BRI pun tumbuh 12,91 persen dari Rp 757,68 triliun pada triwulan I-2018.

Kredit mikro masih menjadi porsi terbesar penyaluran kredit BRI di periode ini dengan porsi mencapai 33,21 persen dari total penyaluran kredit. Angka ini naik dibandingkan dengan posisi Maret tahun lalu yang sebesar 33,13 persen.

Kredit mikro tumbuh 13,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kredit konsumer tumbuh 9,63 persen yoy. Sementara kredit ritel dan menengah tumbuh 13,47 persen yoy serta kredit korporasi tumbuh 14,15 persen yoy. 

Bank Mandiri pun juga mencatatkan pertumbuhan kredit hingga 12,4 persen dari capaian periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp 703,0 triliun. Penyaluran kredit produktif tercatat Rp 522,6 triliun atau 76,3 persen dari portofolio kredit Mandiri.

Rinciannya, kredit modal kerja Rp 295,8 triliun, naik 7,0 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, serta kredit investasi Rp 226,7 triliun naik 13,6 persen.

Laju ekspansi kredit mereka juga ditopang oleh dua segmen utama, yakni korporasi dan ritel, terutama pada kredit mikro dan konsumer. Pada akhir Maret 2019, pembiayaan segmen korporasi mencapai Rp 301,9 triliun, tumbuh 17,9 persen.

Lalu, segmen mikro senilai Rp 106,5 triliun, tumbuh 24,4 persen. Terakhir, segmen kredit konsumer Rp 87,2 triliun, tumbuh 9,2 persen. Dari penyaluran kredit tersebut, bank-bank tersebut mampu memperbaiki kualitas kreditnya. Di mana rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan) turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bank Mandiri mencatatkan penurunan NPL dari 3,32 persen menjadi 2,68 persen. BTN menurunkan NPL dari 2,78 persen menjadi 2 persen. BNI dari 2,3 persen menjadi 1,9 persen. Terakhir, BRI menurunkan NPL-nya dari 2,46 persen menjadi 2,41 persen.

 

Ayyi Hidayah
Ayyi Hidayah

Pecinta film yang senang berinvestasi. Menulis merupakan passion, menjadi perencana investasi merupakan panggilan hati