Bukan Cuma Cicilan, 5 Biaya Ini Juga Kuras Dompet Saat Beli Mobil

3 menit

Bagi sebagian orang, bisa beli mobil adalah suatu pencapaian. Selain fungsinya sebagai alat transportasi yang memudahkan mobilitas, mobil juga dapat menjadi penanda status sosial.

Maka, gak heran kalau beli mobil jadi salah satu tujuan keuangan banyak orang. Persoalannya, terlepas dari apa pun tujuan memiliki mobil pribadi, gak semua orang mampu membelinya.

Sayangnya, masih ada yang menganggap bahwa punya gaji yang memadai buat bayar cicilan mobil sudah cukup jadi alasan buat buru-buru ambil Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Padahal, selain dana cicilan per bulan, masih banyak biaya lain yang perlu disiapkan setelah memiliki mobil sendiri.

Oleh sebab itu, sebelum memutuskan membeli, sebaiknya pastikan bujetmu juga memadai buat biaya-biaya di bawah ini.

1. Pajak kendaraan

beli mobil

Sekalipun hanya dikeluarkan setahun sekali, biaya ini cukup nguras kantong juga lho. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) diatur dalam Permendagri No. 29 tahun 2012 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

Besaran PKB tahunan sebesar 1,5 persen dari nilai jual kendaraan dan bersifat menurun mengikuti penyusutan nilai jual. Jadi, semakin mahal harga mobil, semakin tinggi pula besar PKB yang perlu dibayarkan.

Sebagai contoh untuk mobil Toyota Alphard dengan harga termurah Rp 900-an juta, PKB di tahun pertama bisa sebesar Rp 13,5 juta. Lumayan kan?

2. Bahan bakar, tol, dan parkir

beli mobil

Jangan anggap remeh biaya operasional ini. Biaya BBM, tol, dan parkir berbeda-beda untuk tiap orang, tergantung berapa jarak yang ditempuh dan rute yang dilalui tiap harinya.

Tapi, jika kamu tinggal atau bekerja di Jakarta, harus siap sedia bujet BBM sedikit lebih tinggi karena berpotensi terjebak kemacetan di banyak tempat.

3. Servis

beli mobil

Punya mobil jangan cuma mau pakainya aja, tapi juga perlu merawatnya. Biaya perawatan ini ada yang bersifat rutin dikeluarkan, ada juga yang kondisional.

Selain itu, pada pemakaian kilometer tertentu, mobil wajib mendapatkan servis pada bagian-bagian tertentu jika ingin berumur panjang dan terhindar dari kerusakan.

Contohnya, sebaiknya mengganti oli dan filter oli pada kilometer ke-5000 dan kelipatannya, Lalu, pada kilometer ke-20.000 dan kelipatannya, perlu ganti oli busi, oli transmisi, dan kuras minyak rem.

Selain jadwal servis rutin berdasarkan jarak tempuh, mobil juga perlu diservis berdasarkan usianya. Misalnya pada bulan pertama dan keenam, oli mesin dan filter oli perlu diganti, dan sebagainya.

Meski berbagai servis ini butuh duit yang lumayan, tapi jika diabaikan bisa bikin pengeluaran lebih membengkak. Belum lagi risiko kecelakaan jadi lebih tinggi jika performa mobil gak terjaga maksimal.

4. Asuransi

Berbagai risiko mengintai kendaraan yang kamu miliki. Mulai dari pencurian hingga kerusakan karena kecelakaan. Kerugian yang ditanggung pastinya gak sedikit. Oleh sebab itu, asuransi sebagai bentuk perlindungan kendaraan bermotor jadi penting untuk dimiliki.

Demi mendapat semua manfaat asuransi kendaraan bermotor, mau gak mau harus rela keluar dana untuk bayar premi. Semakin mahal harga mobil, tentunya premi yang dibayarkan juga semakin tinggi.

5. Penurunan nilai jual

beli mobil

Kendaraan bermotor mengalami depresiasi nilai alias penyusutan harga jual. Besar penurunannya tergantung kepada jenis dan tahun produksi mobil.

Sebagai contoh, mobil LCGC produksi 2016 rata-rata mengalami penyusutan nilai dari 5-26 persen. Bahkan menurut Andreas Djingga, Country Manager Carsome Indonesia, harga mobil telah turun 20 persen begitu keluar dari showroom dan menyalakan mesin.

Dilansir dari SWA, berdasarkan riset yang dilakukan Carmudi, salah satu mobil LCGC dengan nilai depresiasi terbaik adalah Toyota Agya yaitu sebesar 5-23 persen. Di sisi lain, mobil LCGC dengan nilai depresiasi tertinggi adalah Datsun Go+ yaitu 17-26 persen.

Sah-sah aja jika ingin segera beli mobil. Meski begitu, sebaiknya pahami biaya yang perlu disiapkan secara keseluruhan.

Jika ternyata kondisi dompet belum memungkinkan, tunggulah beberapa waktu sampai tabungan dan penghasilan lebih memadai. Jangan sampai mampu beli mobil, tapi arus kas sehari-hari jadi kacau balau.

Ulfa Sekar
Ulfa Sekar

Pernah menjadi anak IT dan bercita-cita menjadi seorang programmer. Lalu berakhir menjadi seorang penulis dan menikmatinya. Semoga tulisan saya bisa berguna buatmu.