Nilai Bursa Saham Indonesia Tembus Rp 7,1 Triliun, Yuk Koleksi 10 Saham Top Ini!

4 menit
bursa saham
Bursa saham Indonesia pada tahun 2000. (Tempo)

Pertumbuhan ekonomi Indonesia memperlihatkan tren kenaikan semenjak tahun 2015 silam. Pada tahun 2018, peningkatan pertumbuhannya adalah sebesar 5,17%. Seiring dengan peningkatan tersebut, terlihat pula dinamika pada kinerja bursa saham Indonesia.

Akan tetapi, di kuartal kedua tahun 2019, pertumbuhan ekonomi turun jadi 5,05%. Angka ini lebih rendah apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 lalu, yakni 5,27%. Penurunan ini sejalan dengan terjadinya perlambatan ekonomi global. 

Pertumbuhan itu seiring dengan membaiknya beberapa hal, seperti misalnya tingkat kemiskinan yang menurun, tingkat pengangguran yang menurun, serta tingkat ketimpangan yang menurun pula. Bukan hanya itu, kondisi ini juga diiringi laju inflasi yang rendah. 

“Itu sebenarnya kinerja yang tidak mudah, hanya ada beberapa negara di dunia yang bisa menciptakan pertumbuhan dengan stabilitas harga diiringi dengan penurunan rasio gini secara terus menerus,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution pada acara Capital Market Summit and Expo 2019 di Jakarta.

Darmin mengatakan, seiring dinamika perekonomian nasional dan global, kinerja bursa saham tahun ini berjalan dinamis.

“Pada akhir tahun 2018 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level 6.194 kemudian meningkat pada level tertinggi sebesar 6.548 pada Februari 2019 sebelum menurun kembali pada level terendah sebesar 5.827 pada Mei 2019, kemudian meningkat kembali ke level 6.253 pada 21 Agustus 2019. Sehingga return pasar saham Indonesia tercatat positif,” kata Darmin. 

Baca juga: Gratis! Cocok buat Investor Pemula Belajar Saham di Sekolah Pasar Modal

Kapitalisasi Bursa Saham Indonesia Tembus Rp 7,1 triliun

bursa saham
Bursa Efek Indonesia. (Shutterstock)

Darmin menyebutkan pula, tercatat 42 tahun sudah sejak pasar modal Indonesia diaktifkan kembali pada tanggal 15 Agustus 1977 silam. Terhitung pada tanggal 15 Agustus 2019 lalu, pasar modal Indonesia sudah menorehkan catatan membanggakan di hari jadinya.

Catatan itu terkait jumlah Single Investor Identification atau SID saham yang kini telah mencapai 1.000.049 orang, melampaui angka milestone satu juta.

“Perkembangan pasar modal pada tahun 1977 dari sisi nilai kapitalisasi masih relatif kecil, Rp 2,73 miliar. Namun setelah 42 tahun berdiri, per 21 Agustus 2019 nilai kapitalisasi tumbuh 2.628 kali lipat dengan nilai sebesar Rp 7.172,7 triliun,” ujar Darmin.

Selama periode 42 tahun pula, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh hingga 6.280%. Awalnya, pada tahun 1977, IHSG berada di 98 poin. Per tanggal 21 Agustus 2019, IHSG telah tumbuh menjadi 6.252,97 poin.

Darmin menyebutkan, guna memperkuat pasar modal Indonesia, rangkaian kebijakan dan strategi sudah dilakukan. Kuatnya supply dan demand harus mengiringi penguatan pasar modal Indonesia.

“Dari sisi supply, upaya meningkatkan jumlah emiten dilakukan dengan menyederhanakan kebijakan dan mempercepat prosedur perizinan IPO. Sedangkan dari sisi demand, kita permudah dan percepat transaksi investor di pasar modal,” ujar Darmin.

Dalam gelaran Capital Market Summit dan Expo 2019, Darmin berharap, pengembangan pasar modal dapat kian memudahkan investor. Kemudahan itu antara lain adalah dipercepatnya prosedur pembukaan rekening efek. Tujuannya tentu saja demi menambah basis investor di pasar modal.

“Dengan kemudahan ini pembukaan rekening efek yang sebelumnya membutuhkan waktu beberapa hari kini dapat dipersingkat menjadi sekitar 30 menit,” imbuhnya.

Usaha pengembangan pasar modal pun dilakukan dengan jalan menyediakan kemudahan bagi calon emiten yang ingin menjalani proses Go Public. Caranya adalah dengan pengintegrasian sistem penyampaian dokumen penawaran umum yang ditujukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan dokumen pencatatan efek pada bursa saham.

Bukan cuma itu, ada juga upaya untuk mempermudah perusahaan skala kecil dan menengah untuk mendapatkan pendanaan dari pasar modal.

Baca juga: Godfather sampai Sultan, Ini 5 Tipe Trader Saham di Pasar Modal

10 Perusahaan Market Cap Tertinggi

bursa saham
Seorang lelaki memantau pergerakan bursa saham di layar. (Shutterstock)

Dengan kapitalisasi bursa saham Indonesia yang terus meningkat, tercatat ada sepuluh perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi.

Sebagai informasi, Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis (22/8/2019) turun 13,7 poin (0,21%) ke level 6.239,6, dengan kapitalisasi pasar (market capitalization) sebesar Rp7.178 triliun.

Berikut ini daftar 10 saham dengan kapitalisasi terbesar di bursa saham yang layak buat dikoleksi.

1 PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp 125 (0,41%) mencapai Rp 30.000 per saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 732,2 triliun.
2 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp 20 (0,49%) mencapai Rp 4.070 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 496,9 triliun.
3 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik Rp 40 (0,90%) mencapai Rp 4.450 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 440,8 triliun.
4 PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp 425 (0,94%) mencapai Rp 2.800 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 345,6 triliun.
5 PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp 60 (2,04%) mencapai Rp 2.880 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 334,9 triliun.
6 PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) stagnan Rp 0 (0%) mencapai Rp 7.225 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 333,7 triliun.
7 PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp 25 (0,39%) mencapai Rp 6.325 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 256,0 triliun.
8 PT Chandra Asri Petrocheumical Tbk (TPIA) naik Rp 25 (0,3%) mencapai Rp 8.250 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 147,1 triliun.
9 PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp 575 (0,75%) mencapai Rp 76.000 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 146,2 triliun.
10 PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp 25 (0,33%) mencapai Rp 7.600 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 140,3 triliun.

(Editor: Ruben Setiawan)

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.