6 Fakta Bus BYD buat Transjakarta, Saham Perusahaannya Dimiliki Warren Buffett

5 menit
BYD Auto
6 Fakta Bus BYD buat Transjakarta, Saham Perusahaannya Dimiliki Warren Buffett, (Facebook).

Tinggal menunggu waktu aja jalan-jalan DKI Jakarta bakal dihiasi bus-bus bertenaga listrik produksi BYD Auto. Seperti yang ramai diberitakan, baru-baru ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan uji coba tiga bus listrik asal China.

BYD Auto sendiri dikenal sebagai produsen kendaraan listrik asal China. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menjalin kerja sama dengan perusahaan otomotif tersebut dalam pengadaan bus-bus listrik di kota-kota besar Indonesia, terutama DKI Jakarta.

Usut punya usut, bukan cuma PT Bakrie & Brothers yang punya kerja sama dengan perusahaan asal Negeri Tirai Bambu ini. Hal serupa udah dilakukan perusahaan taksi BlueBird. Sebelumnya, BlueBird diberitakan telah mendatangkan mobil listrik pabrikan BYD dan Tesla.

Jumlah mobil listrik yang didatangkan BlueBird dari BYD sekitar 25 unit. Sementara dari Tesla, jumlahnya yang didatangkan mencapai 4 unit.

Menarik buat disimak, belum banyak orang di Indonesia yang tahu informasi tentang BYD. Bahkan, begitu mendengar bus China dijadikan bus Transjakarta, orang-orang langsung teringat dengan bus merek Zhongtong yang sering bermasalah.

Nah, kali ini Moneysmart mau ajak kamu kenalan dengan produsen otomotif asal China lewat ulasan berikut. Yuk, disimak.

Baca juga: Wiih, Ini Dia 5 Mobil Termahal di Dunia dan Para Pemiliknya

1. BYD Auto lahir setelah BYD Company akuisisi Xi’an Tsincuan Auto Co. Ltd

BYD Auto
BYD Auto lahir setelah BYD Company akuisisi Xi’an Tsincuan Auto Co. Ltd, (Facebook/BYD).

BYD merupakan perusahaan otomotif yang dulunya diketahui bernama Xi’an Tsincuan Auto Co. Ltd. Perusahaan ini diakuisisi BYD Company pada 22 Januari 2003. Sejak saat itu Xi’an Tsincuan Auto Co. Ltd. berubah nama menjadi BYD Auto.

Pada 2008, BYD memperkenalkan mobil hybrid yang memanfaatkan bahan bakar fosil dan listrik. Mobil yang diproduksinya saat itu adalah mobil sedan BYD F3. Pada 2009, jumlah mobil hybrid BYD F3 yang tercatat mencapai 448.400 kendaraan.

Hebatnya lagi BYD pada 2009 telah mengekspor mobil produksinya ke sejumlah negara. Mulai dari Afrika, Amerika Selatan, dan Timur Tengah. Dalam bersaing, BYD lebih menonjolkan harga ketimbang kualitas.

Baca juga: Donat hingga Irisan Buah Alpukat, Ini Gaya Sarapan Orang Sukses di Dunia

2. BYD Company yang menjadi induk perusahaan BYD Auto awalnya merupakan produsen baterai

BYD Auto
BYD Company yang menjadi induk perusahaan BYD Auto awalnya merupakan produsen baterai, (Facebook/BYD).

Menariknya nih BYD Company yang menjadi induk BYD mengawali kegiatan bisnisnya sebagai produsen baterai. Perusahaan ini berdiri pada Februari 2005 dengan modal 2,5 juta Yuan atau Rp 5,27 miliar dengan jumlah karyawan 20 orang.

Build Your Dreams atau BYD Company didirikan Wang Chuanfu. Sosok kelahiran tahun 1966 ini sebelum menjadi pengusaha pernah lama bekerja sebagai peneliti di lembaga pemerintah.

Ia pun kemudian mendirikan BYD Company bersama sepupunya Lu Xiangyang sebagai produsen baterai. Saat itu mendirikan BYD Company ia masih berusia 29 tahun.

BYD sendiri pada 1997 telah memproduksi baterai Li-ion yang digunakan sebagai baterai ponsel. Malahan pada tahun 2000, BYD Company menjadi pemasok baterai ke Motorola dan Nokia pada tahun 2002.

Baca juga: Pengin Sukses dalam Berbisnis? Ini Langkah yang Efektif Menghadapi Persaingan

3. Memproduksi perangkat elektronik, kendaraan pribadi, hingga angkutan massal

BYD Auto
Memproduksi perangkat elektronik, kendaraan pribadi, hingga angkutan massal, (Facebook/BYD).

BYD Company bersama BYD dan BYD Electronic bisa dibilang menjadi perusahaan internasional berskala besar saat ini. Beragam inovasi dihadirkan BYD Company, mulai dari kendaraan nonemisi hingga perangkat elektronik dari bahan-bahan yang berkualitas.

Contohnya aja kendaraan pribadi. BYD menghadirkan mobil-mobil bertenaga listrik dan ramah lingkungan. BYD memproduksi mobil dengan filosofi 542, yaitu:

  • 5: akselerasi dari 0 – 100 kilometer per jam dalam waktu kurang dari 5 detik.
  • 4: menciptakan kendaraan listrik roda 4 dengan waktu respons 0,02 detik.
  • 2: konsumsi bahan bakar di bawah 2 liter per 100 kilometer.

Gak cuma mobil atau bus listrik, BYD juga memproduksi angkutan massal kereta listrik yang tenaganya bersumber dari baterai yang terpasang. Canggihnya kereta ini terletak pada sistem pengeremannya yang regeneratif.

Dengan sistem tersebut, energi kinetik yang berasal dari pengereman kereta dapat disimpan sebagai energi listrik dalam baterai. Kereta pun memiliki daya cadangan yang nantinya bisa digunakan dalam keadaan darurat.

4. Berkantor pusat di Shenzhen dan punya banyak pabrik di China dan negara-negara lainnya

BYD Auto
Berkantor pusat di Shenzhen dan punya banyak pabrik di China dan negara-negara lainnya, (Facebook/BYD).

BYD Company memiliki kantor pusat di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, China. Sementara BYD Auto diketahui berkantor di Kota Xi’an, Provinsi Shaanxi, China.

BYD Company tercatat membuka pabrik di banyak tempat. Di China BYD mendirikan pabrik di Shenzhen, Huizhou, Shanxi, dan Shanghai. Di India BYD mendirikan anak perusahaan BYD India Pvt. Ltd. di  Tamil Nadu.

Kemudian ada BYD Electric Bus & Truck Hungary Kft di Hungaria, BYD France di Prancis, dan BYD Heavy Industries Motor Factory di Amerika Serikat.

Gak cuma itu, BYD Auto juga membuka kantor cabang dan pusat layanan di banyak negara. Mulai dari negara-negara Asia Tenggara, Asia Timur, Australia, Eropa, Amerika Serikat, dan Amerika Selatan.

5. Sahamnya dimiliki investor kakap dunia Warren Buffett

BYD Auto
Sahamnya dimiliki investor kakap dunia Warren Buffett, (Facebook).

Rupanya sebanyak 24,6 persen saham BYD Company dimiliki Warren Buffett. Investasi tersebut dilakukan Buffett melalui perusahaannya Berkshire Hathaway pada tahun 2008.

Kabarnya alasan Buffett membeli saham karena memandang kendaraan listrik memiliki prospek yang bagus di masa mendatang. BYD Company sendiri mulai tercatat di bursa pada tahun 2002.

Saat itu perusahaan ini tercatat di bursa Hong Kong Stock Exchange. Lalu pada 2011, BYD mencatatkan diri di Shenzhen Stock Exchange.

6. Pendiri BYD Company Wang Chuanfu memiliki kekayaan US$ 4,9 miliar atau Rp 69 triliun

BYD Auto
Pendiri BYD Company Wang Chuanfu memiliki kekayaan US$ 4,9 miliar atau Rp 69 triliun, (Facebook).

Kesuksesan yang diraih BYD Company bikin pendirinya Wang Chuanfu tercatat sebagai orang terkaya di China. Forbes mencatat Wang Chuanfu memiliki kekayaan senilai US$ 4,9 miliar atau Rp 69 triliun.

Wang Chuanfu berada di urutan ke-55 sebagai orang paling kaya di China. Berkat perusahaan yang dirintisnya, Wang Chuanfu dijuluki sebagai raja kendaraan listrik dari China.

Nah, itu tadi informasi seputar BYD Auto, produsen kendaraan listrik asal China. Berawal dari produksi baterai, perusahaan ini kemudian memproduksi kendaraan listrik.

Gak menutup kemungkinan, perusahaan ini ke depannya bakal lebih besar dari sekarang. Buktinya aja Warren Buffett aja kepincut dengan saham perusahaan ini. Bisa jadi Buffett melihat ada potensi yang bagus dari BYD Company. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!