30 Menit Bisa Buka Rekening Investasi Saham, Ini Caranya

2 menit
Ilustrasi Investasi Saham (Shutterstock)
Investasi Saham

Bagi calon investor pasar modal yang ingin segera melakukan investasi saham mendapatkan kemudahan dalam proses pembukaan rekening efek.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penyederhanaan bagi nasabah pasar modal dalam membuka rekening efek dan rekening dana nasabah.

Ketentuan ini diatur melalui Surat Edaran OJK Nomor 6 Tahun 2019. Aturan tersebut tentang Pedoman Pembukaan Rekening Nasabah dan Rekening Dana Nasabah Secara Elektronik Melalui Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Perantara Pedagang Efek.

Jika sebelumnya pembuatan rekening efek memakan waktu beberapa hari, dengan ini calon investor pasar modal hanya memerlukan waktu 30 menit saja.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, dengan adanya penyederhanaan ini, maka pembukaan rekening efek bagus nasabah pasar modal akan semakin cepat.

Menjawab Keluhan Pasar

Hoesen mengatakan, penyederhanaan proses ini merupakan jawaban atas keluhan pelaku pasar modal selama ini yang mengeluhkan jangka waktu pembuatan rekening efek.

Sebab, sebelumnya pembukaan rekening efek dan rekening dana nasabah memakai waktu berhari-hari dan hanya bisa dilakukan secara manual. Namun saat ini segala proses tersebut bisa dilakukan dengan online.

“Kami sudah lakukan pilot project dan memang jangka waktu pembukaan rekening secepat itu (30 menit),” kata Hoesen di Jakarta.

Sementara itu, penyederhanaan proses ini baru bisa dilakukan bagi investor individu, sebab bagi investor institusi membutuhkan berbagai dokumen tambahan.

“Tak semua perusahaan efek wajib menerapkan ini, karena ini kan proses bisnis. Kemarin di pilot project kami, terdapat 18 perusahaan efek yang berpartisipasi,” ungkapnya.

Mendorong Jumlah Investor

Dengan hadirnya kemudahan ini, OJK mengharapkan jumlah investor dapat terus mengalami peningkatan seiring dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan. Akan tetapi OJK mengakui tak mematok target jumlah investor yang investasi saham.

“Kami tidak memasang target, kalau nanti tidak capai target, kami nanti akan sering minta maaf,” jelasnya.

“Memang berharap investor ritelnya makin banyak. Karena selama ini banyak keluhan, katanya buka rekeningnya lama. Mereka maunya cepat buka rekening, terus bisatrading,” ujarnya.

Berdasarkan data OJK, Jumlah single investor identification (SID) saham terus mengalami peningkatan 151 persen dari 364.465 menjadi 915.675 investor saham dari Desember 2014 hingga 22 Maret 2019.

Sedangkan, SID Reksa Dana juga mengalami peningkatan 239 persen dari 320.063 menjadi 1.085.670 periode Desember 2014 hingga Februari 2019.

Selain itu, SID SBN juga alami peningkatan 102 persen dari 105.690 menjadi 214.301 sepanjang Desember 2016 hingga Februari 2019.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.