Utang Kartu Kredit Menumpuk? Setop Sementara Waktu dengan Cara Ini

3 menit
Kartu kredit mau disetop untuk sementara waktu (Pixabay)
Kartu kredit mau disetop untuk sementara waktu (Pixabay)

Bingung dengan utang kartu kredit yang terus bertambah? Pertanda ada yang salah dari penggunaan kartumu. Pasalnya, kamu semestinya bisa hemat, tapi malah boros.

Kalau terus-terusan terjadi, berhenti dulu pakai kartu kredit. Fokus melunasi utang sampai tuntas, baru kemudian melakukan transaksi lagi.

Namun, ternyata sekali dua kali menggunakan kartu ini banyak pengguna yang jadi keseringan melakukannya. Karena itu, mereka merasa kesulitan begitu diminta berhenti melakukan transaksi dengan kartu.

Untuk kamu yang pengin berhenti bertransaksi, tapi gak bisa melakukannya, ada beberapa cara yang bisa digunakan agar bisa setop transaksi dengan kartu kredit.

Begini cara-caranya, seperti dikutip dari The Balance:

1. Jauhkan kartu kredit dari jangkauan

Jauhkan kartu kredit dari jangkauan
Jauhkan kartu kredit dari jangkauan

Kenapa kartu ini sering dipakai? Karena keberadaannya di dalam dompet. Wajar aja, begitu membuka dompet yang terpikirkan adalah transaksi dengan kartu.

Coba keberadaan kartu jauh dari jangkauan. Kecil banget, bahkan mustahil kalau kamu mau menggunakannya. Menyibukkan diri mendapatkannya dulu juga belum tentu kamu mau.

Karena itu, jauhkan kartu dari jangkauan bisa menjadi cara yang ampuh buat berhenti transaksi dengan kartu kredit. Caranya, kamu bisa menyimpannya di lemari, letakkan di balik pakaian, atau ditaruh di laci meja.

Baca juga: Biar Gak Tekor! Ketahui Dulu Biaya-Biaya Apa Aja di Kartu Kredit

2. Ganti dengan kartu debit saat transaksi

Ganti kartu debit saat transaksi
Ganti kartu debit saat transaksi

Transaksi dengan kartu debit bisa menjadi cara buat berhenti gunakan kartu ini. Alih-alih bisa berutang, ternyata bayar pakai kartu debit memotong langsung saldo rekening tabunganmu.

Di sini kamu pasti berpikir. Terus menerus bertransaksi dengan kartu debit lama-lama bisa bikin saldo rekening tabungan ludes. Karena itu, kamu jadi harus sangat berhati-hati transaksi dengan kartu debit.

Baca juga: Kartu Kredit Bisa Selamatkan Kantong Kamu! Coba Ini Dulu

3. Hindari melihat promo kartu kredit

Hindari lihat promo kartu kredit
Hindari lihat promo kartu kredit

Pada dasarnya, promo bisa menghemat pengeluaranmu. Bank penerbit kartu selalu memberikan promo-promo menarik ke pengguna kartu mereka.

Masalahnya adalah, promo-promo ini dimanfaatkan secara berlebihan hingga si pengguna tanpa sadar kebablasan memakai kartu kredit.

Kalau kamu merasa punya karakter seperti itu, ada baiknya hindari melihat promo yang tersedia.

Kamu bisa berhenti berlangganan newsletter yang biasa dikirim ke email, setop follow akun-akun yang mengabarkan promo-promo, atau jangan dulu bukan situs-situs belanja online. Dijamin deh melakukan hal-hal tersebut menghindari kamu dari godaan promo.

4. Punya dua kartu, kurangi satu

Punya dua kartu kredit, kurangi satu
Punya dua kartu kredit, kurangi satu

Memiliki kartu kredit lebih dari satu sih boleh-boleh aja. Asalkan, dari sisi finansial kamu sanggup membayar tagihannya.

Persoalannya, tanpa menimbang kemampuan bayar, gak sedikit pengguna yang mengajukan kartu kedua, ketiga, hingga keempat. Mereka beralasan, punya banyak kartu bisa membantu mereka menikmati promo-promo yang ditawarkan.

Alasan tersebut memang benar. Punya banyak kartu bisa nikmati banyak promo. Namun, yang terjadi adalah, begitu billing statement dikirim, mereka akan kaget melihat jumlah tagihan yang membengkak.

Ujung-ujungnya melakukan pembayaran minimum deh alias minimum payment. Bukannya menyelesaikan masalah, melakukan minimum payment bikin tagihan jadi tambah besar. Pasalnya, tagihanmu tersebut dikenakan bunga.

Agar masalah mengerikan di atas gak sampai terjadi, segera cek keuangan kamu dan dirimu sendiri.

Kalau merasa sanggup bayar, tapi gak bisa mengontrol penggunaan kartu ini, lebih baik miliki satu kartu aja dan tutup kartu-kartu lainnya.

5. Tetapkan bujet dan patuhi, bukan ikuti limit kartu

Jangan ikuti limit kartu kredit
Jangan ikuti limit kartu kredit

Harus ada bujet yang jelas dalam penggunaan kartu kredit. Transaksi berdasarkan limit kartu bukan solusi yang tepat buat membatasi penggunaan kartu.

Masa iya limit kartu sebesar Rp 10 juta, mau kamu pakai semuanya? Ini sih minta dikasih tagihan terus tiap bulan. Karena itu, lebih tetapkan bujet sendiri buat pemakaian kartu ketimbang bergantung pada limit.

Lagipula, tetapkan bujet ini simpel kok. Alokasikan aja maksimal 30 persen gaji buat transaksi kartu. Besaran alokasi tersebut udah lebih dari cukup.

Karena kondisi mengharuskan fokus ke pelunasan tagihan dan berhenti sementara gunakan kartu, sebaiknya kamu mengalokasikan 30 persen gaji tersebut buat bayar tagihan yang masih ada hingga tuntas. Setelah selesai tagihannya, baru deh buat pemakaian kartu.

Itulah cara-cara berhenti sementara transaksi dengan kartu kredit. Poinnya nih biar berhasil, niat dan disiplin menerapkan cara-cara di atas. Dijamin deh kamu mendapat efek-efek yang kamu harapkan. (Editor: Chaerunnisa)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!