Keuangan Membengkak Usai Lebaran? Begini Jurus Jitu Menghadapinya

2 menit
Mengatur keuangan
Mengatur keuangan usai lebaran (Shutterstock)

Mengelola keuangan setelah musim Lebaran usai jadi PR tersendiri. Pasalnya, bulan Ramadan dan Lebaran yang berbarengan dengan libur anak sekolah bisa membuat saldo kian menipis.

Dengan momen berbarengan itu, seseorang bisa jadi sangat boros saat Lebaran. Membeli baju untuk keluarga, memberi “dalam tempel”, belanja oleh-oleh saat mudik, hingga makan-makan dengan keluarga besar.

Selain keuangan yang semakin menipis, tunjangan hari raya (THR) pun habis. Kartu kredit  entah sudah berapa kali digesek. Ternyata, banyak pengeluaran tak terduga yang dikeluarkan jelang Lebaran, saat mudik, dan libur anak sekolah.

Nah, untuk kamu yang mengalami hal sama, Financial Planner Metta Anggriani memberikan tips jitunya.

Apa saja? Simak pemaparannya kepada MoneySmart, belum lama ini:

Utamakan kebutuhan wajib

Mengatur keuangan
Mengatur keuangan usai Lebaran dengan utamakan kebutuhan wajib

Dengan meningkatnya pengeluaran, ada baiknya mendahulukan kebutuhan wajib seperti zakat dan salam tempel untuk kerabat, baru kemudian disusul kebutuhan pokok selama Ramadan dan Lebaran.

Baca juga: 15 Kebiasaan Mengatur Keuangan Pribadi yang Bisa Bikin Masa Depan Cerah

Manfaatkan diskon

Mengatur keuangan
Manfaatkan diskon untuk membantu mengatur keuangan usai Lebaran

Bila dibandingkan hari biasa, kebutuhan pokok biasanya mengalami kenaikan harga. Karena itu, personal finance dari Anggriani & Partners tersebut mengimbau memprioritaskan kebutuhan pokok yang penting.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan tersebut, wanita 41 tahun itupun menyarankan untuk memanfaatkan diskon.

Tetap sisihkan uang THR untuk ditabung

Mengatur keuangan
Tetap sisihkan uang THR untuk menabung jurus jitu mengatur keuangan usai Lebaran

Meski pengeluaran lebih besar, bukan berarti berhenti menabung. Kamu tetap harus menyisihkan sebagian uang THR untuk ditabung.

“Idealnya 10 persen dari uang THR. Tapi kalau memang pengeluarannya banyak, seberapa pun yang mampu ditabung, tetap baik,” imbuhnya.

Metta menilai, kegiatan menabung ini bukan hanya soal jumlah uangnya, melainkan konsistensi menabungnya yang lebih penting. Lebih baik lagi, jika kebiasaan menabung ini berlanjut setelah Lebaran dari gajian bulanan.

Konsisten setelah Lebaran

Mengatur keuangan
Konsisten cara mengatur keuangan pascalebaran

Menurut Metta, berpuasa selama sebulan penuh, tentu ada nilai-nilai yang bisa dipelajari. Yaitu ikhlas, sabar, disiplin waktu, seimbang, dan hidup sederhana. Nilai-nilai baik tersebut juga dapat diterapkan dalam mengelola keuangan.

Disiplin waktu misalnya, dalam manajemen keuangan berarti kita harus disiplin melunasi cicilan dan utang sebelum jatuh tempo.

Seimbang berarti mampu mengatur cashflow uang masuk dan keluar. Namun, bukan berarti jadi kelewat hemat dan enggan berbagi. Tetap harus seimbang antara porsi untuk diri sendiri, keluarga, orang sekitar, dan masa depan.

Nilai lain yang bisa diterapkan adalah, hidup sederhana. Yaitu belajar untuk tidak konsumtif serta dapat membedakan mana kebutuhan dan keinginan.

Itulah cara bijak mengelola keuangan usai libur Lebaran. Semoga informasi tadi bermanfaat ya!

Chaerunnisa
Chaerunnisa

Senang menulis dan belajar banyak hal. Semoga karya saya selalu bisa dinikmati dan bermanfaat bagi semua.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!