Gak Ada Pungutan Biaya, Begini Cara Membuat Kartu Keluarga Tanpa Syarat dari RT

5 menit
cara membuat kartu keluarga
Gak Ada Pungutan Biaya, Begini Cara Membuat Kartu Keluarga Tanpa Syarat dari RT, (Ilustrasi/Shutterstock).

Cara membuat kartu keluarga tanpa syarat RT, emangnya bisa? Faktanya nih kini pembuatan kartu keluarga emang gak membutuhkan surat keterangan dari Ketua Rukun Tetangga (RT) lho.

Ketentuan ini udah diberlakukan sejak 16 Oktober 2018. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

Dengan keluarnya Perpres tahun 2018 tersebut, Perpres Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil gak lagi berlaku. Sebab Perpres tersebut telah digantikan dengan Perpres Nomor 96 Tahun 2018.

Lalu, gimana cara membuat kartu keluarga tanpa syarat RT menurut Perpres tersebut? Yuk, cari tahu dalam ulasan berikut ini.

Baca juga: 8 Keluarga Kaya Raya Ini Sering Disebut Menguasai Dunia, Siapa Saja Mereka?

Kartu keluarga adalah kartu identitas keluarga yang wajib dimiliki, ini alasannya

cara membuat kartu keluarga
Kartu keluarga adalah kartu identitas keluarga yang wajib dimiliki, ini alasannya, (disdukcapil.pontianakkota.go.id).

Setiap warga negara diwajibkan mencatatkan diri dalam administrasi kependudukan. Dengan begitu, Pemerintah dapat memberi perlindungan dan pengakuan pada status pribadi dan status hukum setiap individu yang tinggal di Indonesia.

Sebagaimana yang tertulis pada UU Nomor 24 Tahun 2013, administrasi kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan. Kegiatan ini salah satunya adalah pembuatan dan penerbitan kartu keluarga.

UU tersebut mendefinisikan kartu keluarga adalah kartu identitas keluarga yang memuat data tentang nama, susunan dan hubungan dalam keluarga, serta identitas anggota keluarga. Penerbitan kartu keluarga atau disingkat KK ini ditujukan buat WNI atau WNA di Indonesia.

Pembuatan dan penerbitan KK ini terdiri atas:

  • Penerbitan KK baru
  • Penerbitan KK karena perubahan data
  • Penerbitan KK karena hilang atau rusak

Karena pembuatan dan penerbitan KK ini diatur dalam UU, kepemilikan KK ini menjadi wajib sifatnya. Sebab UU termasuk perangkat hukum dan hukum di setiap negara harus dipatuhi ketentuannya oleh setiap warga negara. Itulah kenapa memiliki KK itu wajib.

Baca juga: Mudah dan Cepat! Begini Cara Perpanjang Paspor Lama Kamu, Gak Bikin Ribet

Syarat-syarat membuat kartu keluarga, apa aja?

cara membuat kartu keluarga
Syarat-syarat membuat kartu keluarga, apa aja?, (Instagram/@disdukcapilbdg).

Cara membuat kartu keluarga tanpa syarat RT bisa dilakukan asalkan memenuhi beberapa syarat. Apa aja syarat-syarat membuat kartu keluarga?

Berikut ini adalah syarat-syaratnya sesuai Perpres Nomor 96 Tahun 2018.

  • Buku nikah atau kutipan akta perkawinan atau kutipan akta perceraian.
  • Surat keterangan pindah atau surat keterangan pindah datang bagi penduduk yang pindah dalam wilayah Indonesia.
  • Surat keterangan pindah luar negeri yang diterbitkan Disdukcapil Kabupaten atau Kota bagi WNI yang datang dari luar negeri.
  • Surat keterangan pengganti tanda identitas bagi Penduduk rentan Administrasi Kependudukan.
  • Petikan Keputusan Presiden tentang pewarganegaraan dan berita acara pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia bagi Penduduk WNI yang semula berkewarganegaraan asing atau petikan Keputusan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum tentang perubahan status kewarganegaraan.

Sementara buat Warga Negara Asing atau WNA, ada beberapa syarat lainnya yang mesti dipenuhi, yaitu:

  • Izin tinggal tetap.
  • Buku nikah atau kutipan akta perkawinan atau kutipan akta perceraian.
  • Surat keterangan pindah bagi penduduk yang pindah dalam wilayah Indonesia.

Baca juga: Bikin Keuangan Sehat, Ini Lho Kegunaan Kartu Kredit yang Jarang Disadari

Kalau perubahan data, ini lho syarat-syarat membuat kartu keluarga baru

cara membuat kartu keluarga
Kalau perubahan data, ini lho syarat-syarat membuat kartu keluarga baru, (Ilustrasi/Shutterstock).

Berbeda syaratnya buat orang-orang baru membina keluarga baru dan pengin memiliki kartu keluarga. Ada beberapa syarat pembuatan kartu keluarga yang statusnya perubahan data.

Berikut ini syarat-syarat membuat kartu keluarga baru karena perubahan data.

  • Membawa KK lama dan fotokopiannya.
  • Surat keterangan atau bukti perubahan Peristiwa Kependudukan dan Peristiwa Penting.

Kalau hilang atau rusak, ini syarat-syarat membuat kartu keluarga baru

cara membuat kartu keluarga
Kalau hilang atau rusak, ini syarat-syarat membuat kartu keluarga baru, (Ilustrasi/Shutterstock).

Begitu juga dengan syarat-syarat membuat kartu keluarga baru kalau KK yang ada hilang atau rusak. Syarat-syarat yang dipenuhi berbeda dan yang pasti gak sebanyak syarat membuat KK pertama kali.

Berikut ini syarat-syarat membuat KK baru kalau yang lama hilang atau rusak.

  • Surat keterangan hilang dari kepolisian atau KK yang rusak.
  • KTP.

Sementara buat WNA, ini syarat-syarat yang dipenuhi buat membuat kartu keluarga baru karena KK lama hilang atau rusak.

  • Surat keterangan hilang dari kepolisian atau KK yang rusak.
  • Kartu izin tinggal tetap.
  • KTP.

Begini cara membuat kartu keluarga baru di kelurahan?

cara membuat kartu keluarga
Cara membuat KK di kelurahan atau gimana nih?, (Twitter).

Setelah mempersiapkan syarat-syarat di atas, langkah selanjutnya adalah melakukan proses pengurusan kartu keluarga di kelurahan tempat kamu berdomisili atau tinggal. Di sana kamu menyampaikan maksud membuat kartu keluarga.

Nantinya dari kelurahan, proses ini berlanjut ke Kecamatan hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Itu berarti prosesnya berlangsung di tiga tempat.

Berikut ini adalah prosedur-prosedur pembuatan kartu keluarga baru seperti yang dilansir dari PPID Kemendagri.

Di kelurahan

  • Kamu diminta mengisi formulir F-1.01 (Formulir Biodata Penduduk WNI) dan Formulir F-1.15 (Formulir Permohonan KK).
  • Petugas bakal mengecek kelengkapan berkas-berkas yang menjadi syarat.
  • Petugas kemudian melakukan pencatatan di Buku Harian Peristiwa Kependudukan dan Peristiwa Penting dan Buku Induk Penduduk.
  • Selanjutnya, Lurah bakal menandatangani Formulir F-1.15 (Formulir Permohonan KK).
  • Berkas formulir yang udah ditandatangani Lurah tersebut kemudian kamu teruskan ke Kecamatan yang membawahi kelurahan tersebut.

Di kecamatan

  • Petugas melakukan verifikasi dan validasi data penduduk.
  • Camat menandatangani F-1.01 (Formulir Biodata Penduduk WNI) dan F-1.15 (Formulir Permohonan KK).
  • Setelah itu, berkas yang ditandatangani Camat tersebut kamu bawa ke Disdukcapil.

Di Disdukcapil

  • Petugas melakukan perekaman data ke database kependudukan.
  • Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kemudian mengesahkan KK baru yang diterbitkan.

Proses pembuatan KK di atas juga berlaku buat pengurusan KK karena perubahan data dan KK yang hilang atau rusak. Namun, perbedaannya cuma terletak di formulir yang diisi.

  • Mengisi Formulir F-1.16 (Formulir Perubahan KK) buat pengurusan KK karena perubahan data atau menumpang KK.
  • Mengisi Formulir F-2.29 (Surat Keterangan Kematian) dan Formulir F-1.16 (Formulir Perubahan KK) buat pengurusan KK karena pengurangan anggota keluarga.

Sementara buat mengurus KK yang hilang, kamu tetap mengisi Formulir F-1.15 (Formulir Permohonan KK).

Biaya membuat kartu keluarga Rp 0 alias gratis

cara membuat kartu keluarga
Biaya membuat kartu keluarga Rp 0 alias gratis, (Instagram/@kemendagri).

Pembuatan kartu keluarga emang gak dikenakan biaya sama sekali alias gratis. Ketentuan ini secara jelas termuat pada UU Nomor 24 Tahun 2013 pada Pasal 79A. Bunyinya adalah “Pengurusan dan penerbitan Dokumen Kependudukan tidak dipungut biaya.

Ditambah lagi setiap pejabat dan petugas di kelurahan atau desa, kecamatan, hingga Disdukcapil dilarang memungut biaya dari orang-orang yang mengurus dokumen kependudukan. Ketentuan ini termuat pada Pasal 95B.

Kalau diketahui melanggar, oknum tersebut bakal dikenai hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 75 juta. Berat juga ya hukumannya?

Kalau kamu sampai mengalami perilaku melanggar hukum tersebut, kamu bisa memotret atau merekamnya kemudian melaporkannya ke Kepolisian, Ombudsman Republik Indonesia, akun media sosial Kemendagri, hingga situs Lapor!.

Nah, itu tadi cara membuat kartu keluarga tanpa syarat RT, syarat-syaratnya, hingga prosedur pembuatannya. Semoga informasi di atas membantu ya! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!