Ternyata Ini 8 Cara Menjadi Kaya dari Para Miliarder Dunia

3 menit
Cara Menjadi Kaya
Cara mudah menjadi kaya bisa mencontoh dari miliarder ini.

Uang memang bukanlah segalanya. Tapi hampir segala hal bisa jadi mudah berkat uang. Karena itulah pertanyaan bagaimana cara menjadi kaya sering diungkapkan.

Masalahnya, jadi kaya itu gak cuma menghitung angka-angka harta yang dikumpulkan. Dibutuhkan kerja keras dan pengorbanan untuk mendapatkan kesuksesan.

Tentu saja kita gak bicara soal mereka yang kaya dari lahir atau keturunan ningrat yang hartanya gak habis dimakan 7.777 turunan. Sebaliknya, yang kita bahas adalah para miliarder yang memulai semuanya dari nol.

Berikut ini delapan cara menjadi kaya dari para miliarder:

1. Cara menjadi kaya salah satunya dengan fokus pada hal besar

Betul, menabung dari pengeluaran kecil tiap hari itu baik. Misalnya dari kebiasaan beli gorengan Rp 10.000 atau kopi di kafe Rp 30 ribu. Tapi mau sampai kapan bisa kaya dari pengeluaran kecil seperti itu?

Belajar dari Warren Buffet, fokuslah pada hal besar sedari dini. Satu hal besar penentu kemakmuran adalah rumah. Jadi, ketika ada dana dan kesempatan, segeralah alokasikan pengeluaran untuk membeli rumah meski harus lewat kredit. Gak perlu jugalah nungguin DP 0 persen. Ntar keburu Lebaran Kuda!

[Baca: Jangan Nunggu Rumah DP 0 Persen, Beli Rumah Sekarang Juga!]

2.  Tabung dulu, belanja kemudian

cara menjadi kaya
Kalau nabung dari duit sisa, bisa-bisa malah batal karena minus udah buat belanja ini-itu (Netspend)

Warren Buffet punya kata mutiara: “Janganlah menabung sisa uang belanja, melainkan belanjalah menggunakan sisa uang yang telah ditabung.”

Patok dulu berapa persen tabungan dari penghasilan sebulan, misalnya 30 persen. Bila gaji Rp 10 juta, umpamanya, berarti langsung gembok Rp 3 juta di rekening tabungan, barulah sisanya dipakai untuk keperluan lain. Inilah cara agar disiplin menabung dan sekaligus cara yang paling efektif.

3. Gandakan penghasilan

Apakah para miliarder hanya punya satu sumber penghasilan? Mustahil. Pasti ada keran-keran duit yang dibuka di mana-mana. Itulah yang namanya penghasilan pasif. Misalnya punya toko yang udah berkembang, lalu bangun rumah kos untuk disewakan.

[Baca: Cara Sulap Rumah Jadi Kos-Kosan Beromzet Besar]

Toko jadi sumber penghasilan utama, sementara rumah kos adalah pengganda. Intinya, penghasilan pasif mesti didapat dari kegiatan yang gak bentrok dengan penghasilan utama dan gak perlu ditongkrongin sepanjang waktu.

4. Fokus pada aset terpenting

cara menjadi kaya
Kalau bukan kamu yang yakin pada diri sendiri, siapa lagi? (this insider)

Upaya dan kerja kerasmu gak bakal berguna bila kamu gak bisa fokus pada aset terpenting: diri sendiri. Mark Cuban, pebisnis dan dermawan asal Amerika, membuktikan sendiri cara yang satu ini.

Seseorang haruslah terus belajar dan mengasah diri sebagai aset untuk menjadi kaya. Tanpa itu, orang bakal terjebak dalam kejumudan dan susah maju.

5. Jangan setengah-setengah

Kamu harus tahu potensi diri, dan memaksimalkannya untuk meraih puncak kesuksesan. Bukan malah gampang merasa puas atau malah rendah diri.

Grant Cardone, yang merupakan pebisnis, penulis, sekaligus pakar pelatihan potensi diri, mengatakan orang yang ingin sukses mesti menjadi yang terhebat dalam bidang yang digeluti. Makanya, tumpahkan peluh keringat hingga darah agar gak jadi orang yang biasa-biasa saja.

6. Tanam duit

cara menjadi kaya
Kerja saja gak cukup, investasi juga mesti digenjot (Tribunnews)

Ini nih cara yang paling gampang dilakuin.

Kebanyakan miliarder adalah pengusaha sekaligus investor. Sebab, mereka sadar akan pentingnya menanam duit. Makin dini dilakukan, makin besar pula peluang meraih sesuatu dari investasi itu. Bahkan, kalau bisa mulailah saat masih jadi mahasiswa.

[Baca: Biar Masa Depan Cemerlang, Kenali 5 Investasi yang Pas Buat Mahasiswa dan Pemula]

Cari tahu jenis investasi yang dirasa cocok, lalu seriuslah di sana. Sebaiknya tebar benih duit di satu-dua jenis investasi dulu, barulah memperluas lahan agar hasil panen lebih berlimpah. Alokasi 15 persen dari penghasilan udah cukup untuk memulai langkah ini.

7. Bijak saat “nemu duit”

Nemu duit? Pasti senang bukan kepalang. Tapi, alih-alih langsung membelanjakannya karena gak masuk rencana keuangan, sebaiknya disisihkan buat penggemuk tabungan.

Nemu duit di sini bukan berarti dapet duit jatuh di jalan ya. Maksudnya adalah dana yang masuk tanpa diduga, misalnya bonus dari kantor, laba usaha yang melebihi perkiraan, atau bahkan hadiah undian dan warisan.

8. Bijak berutang

Gak ada yang salah dengan utang. Yang salah adalah berutang tanpa rencana matang dan demi hal yang sebenarnya gak penting.

Kadang datang godaan untuk berutang padahal barang yang akan dibeli bukanlah kebutuhan. Misalnya kredit iPhone terbaru padahal hape lama masih oke punya. Kalau dari muda udah banyak utang konsumtif, bagaimana bisa tua kaya raya?

Semua orang bisa jadi kaya. Tapi gak semua orang tahu bagamana cara menjadi kaya. Kalau udah tahu pun, belum tentu bisa disiplin mematuhi cara-cara tersebut untuk mewujudkannya. Bukan rahasia kalau miliarder seperti Warren Buffet dan kawan-kawan gak ujuk-ujuk kaya tanpa usaha. Marilah kita belajar dari mereka untuk menapaki tangga menuju puncak yang sama.

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.