Jokowi Sebut Data Lebih Berharga daripada Minyak

2 menit
Jokowi sebut data lebih berharga dari minyak, begini cara menjaganya (Shutterstock)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, perkembangan digital saat ini membuat data jadi sumber daya baru yang lebih berharga di bandingkan minyak.

“Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, kini data lebih berharga dari minyak,” kata Jokowi dalam pidato kenegaraannya di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Namun, di balik itu semua, ada ancaman serius berupa kejahatan siber yang menyalahgunakan untuk kegiatan merugikan.

“Kita harus siaga menghadapi ancaman kejahatan siber termasuk kejahatan penyalahgunaan data,” ungkap presiden ketujuh dan delapan RI ini.

Dengan itu, presiden yang berasal dari Solo, Jawa Tengah itu meminta aparat berwenang memberikan perlindungan warga negaranya agar tidak disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kedaulatan data harus diwujudkan, hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi, regulasinya harus segera disiapkan tidak boleh ada kompromi.”

“Sekali lagi dari regulasi adalah melindungi kepentingan rakyat serta melindungi kepentingan bangsa dan negara” imbuhnya.

Kenali Modus Pencurian Data Pribadi

data
Kenali modus pencurian data pribadi

Untuk menjaga data pribadi seperti nomor kartu identitas penduduk, kartu keluarga, hingga foto pribadi hindari empat hal yang bisa merugikan diri, keluarga, atau orang lain.

Baca juga: Hati-Hati, Pencurian Data Konsumen Makin Marak

1. Iklan Internet

Semakin tingginya pengguna smartphone yang berimbas pada akses internet membuat dunia maya kini dipenuhi berbagai iklan digital yang menawarkan berbagai hal kepada masyarakat.

Untuk itu, masyarakat patut waspada dengan iklan-iklan yang kerap muncul ketika sedang asyik berselancar.

Pop-up iklan biasanya akan muncul pada layar smartphone dan laptop berisi berbagai tawaran menarik untuk pengunjung mengklik iklan tersebut.

Jika tertarik, sebaiknya jangan mengisi informasi pribadi ke situs tersebut guna menghindari penyalahgunaan.

2. Aplikasi cek KTP dan Pelat Nomor Kendaraan

Kemudian, saat ini banyak sekali bertebaran aplikasi smartphone yang memungkinkan digunakan masyarakat untuk pengecekan nomor KTP hingga pelat nomor kendaraan.

Biasanya, sebelum pengecekan akan diminta berbagai dokumen seperti foto diri, nomor KTP atau nomor kendaraan, sebaiknya hal ini dihindari guna mencegah modus kejahatan tersebut.

Sebab, perusahaan atau pembuatan aplikasi tersebut tidak jarang dari instansi resmi pemerintah atau lembaga terkait.

3. SMS

Ketiga adalah layanan SMS, sarana komunikasi ini sering digunakan oleh para pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan hingga pencurian informasi.

Hindari klik berbagai tawaran atau iklan menarik melalui sms, seperti pinjaman online, kartu kredit, kredit kendaraan yang menyertakan link internet dan pengisian data pribadi.

Tetap waspada ya di era digital saat ini, jangan sampai data diri kamu disalahgunakan pihak-pihak tidak bertanggung jawab. (Editor: Chaerunnisa)

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.