4 Cara yang Bisa Kita Lakukan Buat Bantu Jaga Nilai Tukar Rupiah

3 menit

Nilai tukar Rupiah per Rabu (6/9/2018) kemarin tembus Rp 15 ribu per satu Dolar. Angka tersebut menjadi angka tertinggi kedua sejak krisis 1998. Pada tahun tersebut, nilai Rupiah tembus Rp 16 ribu per satu Dolar.

Saat itu bukan cuma nilai tukar aja yang mencatatkan angka terburuk, tetapi juga inflasi yang melonjak hingga 77 persen.

Dampaknya pun jelas. Harga-harga kebutuhan pokok jadi mahal banget. Hal tersebut akhirnya memicu krisis ekonomi hingga berakibat PHK massal.

Untungnya nih, meskipun nilai tukar Rupiah saat ini sedang gak bagus, inflasi masih terjaga baik. Seperti data yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI) bulan Agustus 2018, inflasi berada di angka 3,20 persen. Itu berarti barang-barang belum mengalami kenaikan berarti.

Melemahnya Rupiah kali ini emang sulit dihindari. Tingginya impor ketimbang ekspor dan naiknya suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (FED) menyeret Rupiah ke posisi yang gak bagus.

Rupanya Indonesia gak sendiri mengalami situasi ini. Negara-negara lain juga terkena dampak. Mulai dari Turki, India, Argentina, Filipina, Cina, Thailand, hingga Singapura.

Gak sedikit yang mengkritik pemerintah atas situasi ini. Lontaran kritik bertebaran di media sosial. Tapi apa itu berguna? Ya gak juga.

Ketimbang bawel, sebetulnya kita bisa turut andil lho dalam menjaga nilai tukar Rupiah. Gimana caranya? Yuk cari tahu.

1. Bangkitkan gerakan Aku Cinta Rupiah

Kamu yang besar di era ‘90an pastinya akrab dengan gerakan “Aku Cinta Rupiah”. Gerakan yang dikampanyekan putri Presiden Soeharto Tutut Hardiyanti Rukmana bertujuan biar orang-orang yang menyimpan Dolar menukarkannya ke Rupiah.

Kampanye ini cepat menyebar berkat lagu yang berjudul “Aku Cinta Rupiah” yang dipopulerkan penyanyi cilik Cindy Cenora.

Selain Cindy Cenora, gerakan ini juga dikampanyekan penyanyi Titiek Puspa.

2. Batalkan Traveling ke luar negeri

Kalau punya rencana traveling ke luar negeri, ada baiknya ditunda dulu deh. Traveling ke luar negeri mengharuskan kamu menukarkan Rupiah dengan mata uang negara tujuan. Otomatis yang kamu dapat lebih sedikit dibanding kondisi normal.

Sebagai alternatif, kamu bisa memilih destinasi wisata dalam negeri aja. Selain membantu mengurangi volume penukaran Rupiah, kamu juga turut andil dalam bergeraknya roda perekonomian di destinasi wisata yang dikunjungi.

3. Cintailah produk-produk Indonesia

Seperti yang udah dijelaskan sebelumnya, tingginya impor ketimbang ekspor berdampak ke nilai tukar Rupiah. Tentu aja hal tersebut juga gak baik bagi neraca perdagangan. Neraca perdagangan yang baik itu ekspornya lebih tinggi daripada impor.

Sekecil-kecilnya barang yang kita impor ternyata turut berpengaruh lho terhadap nilai Rupiah. Makanya, mulai dari sekarang berhenti dulu deh belanja barang-barang impor, kecuali barang tersebut emang gak ada penggantinya di dalam negeri dan kamu lagi butuh banget.

Ya, seperti yang dikatakan bos Maspion Group Alim Markus deh: “Cintailah produk-produk Indonesia.”

4. Jangan panik

Cara terakhir adalah, kamu jangan panik seolah-olah krisis bakal terulang kembali, seenggaknya dalam waktu dekat. Pemerintah lagi berusaha keras biar jangan sampai lemahnya Rupiah berdampak buruk buat ekonomi.

Situasi baru bisa dikatakan gawat hingga berakibat terjadinya krisis kalau tingginya inflasi udah gila-gilaan. Seperti yang dialami Venezuela misalnya. Di sana ayam aja dihargai 14 juta Bolivar.

Mumpung suku bunga acuan dinaikkan BI karena nilai tukar Rupiah yang melemah, gak ada salahnya nih kalau kamu investasikan uangmu dalam bentuk deposito. Dengan gitu, kamu sekaligus juga ikut menjaga inflasi tetap terjaga.

Itulah empat cara yang bisa kamu lakukan buat bantu pemerintah memperkuat nilai tukar Rupiah. Moga-moga dengan melakukan cara-cara di atas, Rupiah gak tersungkur lagi.

Yuk, kita sama-sama mulai dari sekarang!

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!