Kisah Sukses 4 CEO Top Dunia yang Memulai Karier sebagai Anak Magang

4 menit
lowongan magang
CEO General Motors, Mary Barra. (Shutterstock)

Lowongan magang menjadi kesempatan yang tepat bagi para mahasiswa atau lulusan baru untuk mengembangkan diri. Akan banyak ilmu dan pengetahuan baru yang didapat berkaitan dengan dunia kerja.

Seperti diketahui, tanggung jawab dunia kerja dan perkuliahan sangat berbeda. Jika kuliah, apabila nilaimu jelek, ya kamu hanya bertanggung jawab pada diri sendiri. Tapi, kalau misalnya di dunia kerja, apabila kinerjamu jelek, imbasnya bisa merembet ke performa perusahaan. Jadi, jangan menganggap sepele dunia kerja seperti masa-masa kuliah yang bisa titip absen seenaknya.

Namun, kenyataannya, di Indonesia, kerja magang masih belum mendapatkan popularitas yang tinggi. Rata-rata sih mereka mengambil kesempatan ini hanya sebagai pelengkap syarat kelulusan saja. Ada beberapa alasan mengapa magang kurang diminati, pertama adalah ketidakjelasan gaji, status kerja yang tak jelas, dan jenjang karier yang gak menentu. Alhasil, lulusan baru pasti langsung mencari pekerjaan tetap.

Kalau kalian pikir lowongan magang gak terlalu penting buat masa depan, berikut ini ada beberapa contoh CEO top dunia yang memulai kariernya dari menjadi anak magang. Siapa saja?

Baca juga: Sebelum Sukses, Ini Pekerjaan Pertama Para CEO Sukses di Indonesia

1. Mary T. Barra, isi lowongan magang di General Motors, hingga akhirnya menjadi CEO

lowongan magang
Mary T. Barra. (Instagram/@deepocean82)

Barra merupakan perempuan hebat di dunia industri otomotif. Perempuan kelahiran tahun 1961 ini merupakan chairman dan CEO dari General Motors, salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia yang bermarkas di Amerika Serikat. Dikutip dari laman resmi General Motors, Barra menjabat sebagai CEO sejak 15 Januari 2014. Berkat dia, performa perusahaan semakin maju pesat. Bahkan, ia berhasil membawa produk-produk kendaraan General Motors menjadi yang paling minim kecelakaan, dan ramah lingkungan.

Sebelum menjadi CEO, Barra sudah memegang beberapa jabatan strategis, seperti Presiden Eksekutif Pemasaran, Wakil Presiden Senior, pejabat di divisi produk global pada tahun 2011, dan masih banyak lagi jabatan strategis yang ia pegang.

Tapi, awal mulanya ia bergabung dengan General Motors adalah pada tahun 1980. Saat itu, ia terdaftar sebagai mahasiswa jurusan teknik listrik di Kettering University. Sambil menunggu kelulusan, ia mengambil lowongan magang sebagai teknisi di bagian pabrik General Motors. Hingga akhirnya ia lulus dan melanjutkan studi di Master of Business Administration di Stanford, demi menunjang kariernya yang lebih cemerlang di General Motors.

Baca juga: Omzet Sampai Ratusan Juta, 4 Orang Ini Sukses Jadi Pengusaha di Kampung

2. Dennis Muilenburg, CEO Boeing

lowongan magang
Dennis Muilenburg. (instagram/@thebiztimes)

Tahun 1985, Boeing, perusahaan industri pesawat terbang terbesar di dunia membuka lowongan magang. Dennis Muilenburg yang kala itu lulusan teknik kedirgantaraan Iowa State University melamar dan akhirnya diterima sebagai teknisi magang. Performanya pun dinilai apik dan akhirnya diangkat menjadi karyawan tetap. Selama 15 tahun pertamanya, ia berkutat di beberapa posisi strategis mulai dari teknisi hingga jajaran manajemen di divisi pesawat komersial dan pesawat pertahanan.

Ia mampu memberikan performa terbaik saat ditempatkan di divisi manapun. Jabatan terakhir sebelum menempati posisi puncak adalah general manajer, wakil presiden, hingga direktur di divisi industri pertahanan Boeing. Posisi bergengsinya, ia menjadi Presiden Boeing pada tahun 2013, hingga kini menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi dan CEO sejak 2015 silam.

Baca juga: Berawal dari Bisnis Kecil-kecilan, 5 Anak Muda Indonesia Ini Jadi Tajir

3. Ursula Burns, CEO VEON

lowongan magang
Ursula Burns. (Instagram/@therealursulaburns)

Ursula Burns merupakan salah satu perempuan hebat di industri teknologi. Kini ia merupakan CEO dari sebuah perusahaan telekomunikasi yang bermarkas pusat di Belanda. Tapi, sebelum menjabat sebagai posisi penting itu ia punya banyak pengalaman berharga dalam hidupnya.

Ursula sempat pesimis untuk meraih kesuksesan. Karena wanita asal Amerika Serikat itu memiliki hal-hal yang bisa menghambat kesuksesannya sesuai dengan kultur Amerika. Hal tersebut adalah, pertama ia wanita, berkulit hitam, dan berasal dari keluarga miskin. Tiga hambatan tersebut jika didasari dengan kultur Amerika, sangat sulit untuk meraih posisi puncak kesuksesan. Tapi, dia berhasil mendobrak semuanya. Beruntung ia diberkati dengan kecerdasan yang luar biasa dan akhirnya bisa berkuliah di jurusan teknik mesin Polytechnic Institute of New York dan master di Columbia University.

Saat tengah berjuang menamatkan masternya pada tahun 1980, ia akhirnya mengambil lowongan magang musim panas sebagai teknisi di Xerox, perusahaan mesin print terbesar di dunia. Setelah lulus pada tahun 1981, ia pun diangkat menjadi pegawai tetap dan kariernya terus melesat. Pada tahun 2000 ia menjabat sebagai Wakil Presiden di Xerox, hingga akhirnya menduduki kursi dewan direksi dan CEO pada tahun 2009.

4. Chris Gardner,  CEO Gardner Rich & Co

lowongan magang
Chris Gardner. (Instagram/@ceoofhapyness)

Kalian mungkin sudah pernah menonton film “Pursuit of Happyness”. Film haru yang menceritakan kisah nyata perjuangan tentang Chris Gardner ini mendapat rating yang tinggi. Sesuai dengan di film, Chris Gardner sebelum menjadi CEO Gardner Rich & Co adalah seorang sales biasa-biasa saja.

Gardner yang kala itu kondisi keuangannya terbatas, pernah mengerahkan seluruh tabungannya untuk membeli peralatan medis. Harapannya sih, produk tersebut bakalan laku dan ia akan mendapatkan keuntungan yang banyak. Tapi sayangnya, barang dagangannya gak ada yang laku hingga akhirnya ia berada di kondisi kritis dalam hal keuangan. Ia tak bisa membayar uang sewa dan akhirnya sang istri meninggalkannya beserta anak semata wayangnya. Dengan keadaan seperti itu, Gardner terpaksa hidup menggelandang dan tinggal di penampungan sementara.

Nasibnya kemudian berubah ketika ia bertemu dengan manajer perusahaan pialang saham dan menawarkannya lowongan magang. Gardner pun menerima tawaran tersebut dan rela magang selama enam bulan tanpa bayaran. Kelihaiannya dalam beradaptasi dengan hal baru akhirnya membuat ia diterima sebagai karyawan tetap.

Itu tadi kisah inspiratif 4 CEO perusahaan ternama di dunia yang memulai karier sebagai anak magang. Buat kamu yang baru lulus atau masih kuliah, jangan sepelekan lowongan magang, siapa tahu nasibmu bisa mujur kaya tokoh-tokoh di atas. Tentunya harus diimbangi dengan kerja keras biar bisa sukses! (Editor: Ruben Setiawan)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.