Kiprah Mendiang Cosmas Batubara yang Sukses Berkarier di 3 Perusahaan Top!

3 menit
Cosmas Batubara
Kiprah Mendiang Cosmas Batubara yang Sukses Berkarier di 3 Perusahaan Top!, (Dinul Mubarok/TEMPO).

Mantan menteri era pemerintahan Presiden Soeharto, Cosmas Batubara menghembuskan napas terakhir di usia 80 tahun hari ini (8/8) pada pukul 03.27 WIB. Pria yang pernah menjabat sebanyak tiga kali dalam pemerintahan Soeharto ini ternyata juga memiliki karier cemerlang di beberapa perusahaan top Indonesia lho. 

Era pemerintahan Soeharto, Cosmas Batubara menjabat sebagai Menteri Muda Urusan Perumahan Rakyat, Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Menteri Tenaga Kerja emang terbilang cukup dihormati. Bahkan ia juga menduduki posisi penting lho di beberapa perusahaan

Semasa hidupnya, mendiang Cosmas Batubara memiliki portfolio cukup baik di ketiga perusahaan yang bakal diulas oleh MoneySmart.id. Asal kamu tahu aja nih kalau mantan aktivis ini juga menjabat sebagai Rektor Universitas Podomoro. Namun, semasa hidupnya ia emang jauh lebih aktif di dunia bisnis. 

Seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis, (8/8), mantan menteri era pemerintahan orde baru ini bakal disemayamkan di kediamannya di Jalan Cidurian No 3, Cikini, Jakarta Pusat. “Jenazah diperkirakan tiba pada pukul 10.00 WIB,” ujar keluarga Cosmas. 

Memiliki otak bisnis encer dalam berbisnis, gak heran kalau mendiang dipercayai buat berkarier di tiga perusahaan sekaligus. Yuk, daripada berlama-lama kita simak aja kiprah karier Cosmas semasa hidupnya.

Baca juga: APBN Indonesia Gak Ada Apa-apanya Dibandingkan Nilai Jual Deretan Perusahaan Ini

1. PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI)

Cosmas Batubara
PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) salah satu perusahaan tempat Cosmas berkarier lho, (Instagram/@multibintangid).

Cosmas sampai saat ini masih menjabat sebagai Komisaris Utama dari produsen Bir Bintang ini. Di tahun 2014, beliaulah yang menggagas investasi senilai Rp 210 miliar berupa pembangunan pabrik bir di Mojokerto.

MLBI sendiri sejatinya gak cuma memproduksi minuman beralkohol. Masih ada beberapa varian lain yang bebas alkohol seperti Fairouz, Bintang Zero dan Green Sand.

Bicara soal saham, MLBI juga diperdagangkan di bursa. Akan tetapi, saham dari MLBI memang gak terlalu likuid (sering ditransaksikan). Sebanyak 81,78 persen saham MLBI dikuasai oleh Heineken International B.V, sebuah perusahaan minuman beralkohol yang kini dipimpin oleh Charlene de Carvalho-Heineken, putri Freddy Heineken. Sebagian besar lainnya yakni di angka 18,22 persennya dijual ke publik.

Baca juga: 10 Orang Sukses Berzodiak Leo yang Hartanya Miliaran hingga Triliunan

2. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

cosmas batubara
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) juga tempat di mana Cosmas Batubara berkarier semasa hidupnya, (Instagram/@agungpodomoro).

Selain jadi Presiden Komisaris di MLBI, Cosmas juga menjabat sebagai direktur utama di perusahaan properti milik Trihatma Kusuma Haliman. Apalagi kalau bukan Agung Podomoro Land (APLN), kamu pasti udah gak asing lagi kan dengan Agung Podomoro?

Market cap dari APLN sendiri adalah Rp 4,11 triliun dan belum bisa dikategorikan sebagai salah satu saham blue chip di sektor properti. 80,416 persen sahamnya dikuasai oleh PT Indofica, sementara itu ownernya memegang 3,2 persen dan publik 16,379 persen.

APLN juga memiliki 44 anak perusahaan. Dan mereka bergerak di bidang apartemen, hotel dan pusat perbelanjaan.

Cosmas naik ke kursi dirut usai menggantikan posisi Ariesman Widjaja yang terlibat kasus suap reklamasi Teluk Jakarta. Sebelumnya, Cosmas sendiri udah menduduki jabatan sebagai Komisaris Utama di APLN.

Baca juga: Selain Krakatau Steel, Ada Perusahaan BUMN yang Juga Catatkan Kerugian Lho

3. PT Intiland Development Tbk (DILD)

cosmas batubara
PT Intiland Development Tbk (DILD) juga berkarier di sini lho, (Instagram/@theinnovatie).

Di perusahaan properti ketiga, pria kelahiran Sumatera Utara ini juga menduduki jabatan Komisaris Utama dan Komisaris Independen. Perusahaan milik Hendro S Gondokusumo ini memiliki market cap yang lebih besar dibandingkan APLN yaitu Rp 4,54 triliun.

Sebagai owner, Hendro Gondokusumo masih menguasai 19,27 persen saham DILD. CIMB Securities Singapore memegang 10,3 persen, JP Morgan 5,84 persen dan publik 52,24 persen.

Perusahaan properti ini juga baru saja meluncurkan dua klaster perumahan baru di kawasan Surabaya. Dan pada akhir Juli 2019, saham DILD ini tercatat berada di posisi ketinggi lho.

Itulah tiga perusahaan tempat terakhir Cosmas Batubara habiskan berkarier semasa hidupnya. Hebat juga ya, di usianya yang menginjak 80 tahun, ia masih produktif dan dipercaya buat mengemban jabatan penting di sebuah perusahaan raksasa. Selamat jalan, Pak Cosmas! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.