Demi Tampil Necis di Tengah Permukiman Kumuh, Cowok-Cowok Ini Rela Kelaparan

2 menit
Cowok-cowok Kongo La Sape (Aljazeera)
Cowok-cowok Kongo La Sape (Aljazeera)

Seorang pria tampak bergaya necis dengan baju setelan jas keluaran rumah mode ternama di tengah-tengah permukiman warga di Brazzaville, Kongo.

Pemandangan seperti ini ternyata sangat umum dijumpai di Kongo, di mana penduduknya lebih rela kelaparan asal bisa tampil gaya. Si pria perlente asal Kongo itu bergabung dalam komunitas La Sape.

Ada beberapa sumber yang mengungkapkan, tradisi berpakaian necis ala Sapeurs atau sebutan untuk anggota komunitas La Sape sudah dimulai sejak lama. Begitu seperti dilansir dari Aljazeera.

Bagaimana kisah komunitas La Sape yang bisa disebut rela tak makan demi tampil perlente? Yuk, simak pemaparanya seperti dilansir dari Aljazeera:

Dibawa Marc Zeita

Cowok-cowok Kongo La Sape (Aljazeera)
Cowok-cowok Kongo La Sape (Aljazeera)

Seorang jurnalis bernama Hannah Rose Steinkopf-Frank mengungkapkan, tradisi para Sapeurs ini dibawa Marc Zeita, pria Kongo yang pindah ke kota fesyen, Paris.

Para pemuda Kongo ini sangat tertaik meniru gaya busana orang Perancis. Hasil adaptasi budaya inilah yang kemudian dibawa pulang ke kampung halaman mereka di Kongo.

Gaya busana khas Eropa dianggap sebagai simbol kesuksesan setelah merantau.

Baca juga: 7 Fakta Ferri Jubair, ‘Kembaran’ Sandiaga Uno yang Senang Tampil Perlente

Tetap necis di tengah lingkungan kumuh

Cowok-cowok Kongo La Sape (Aljazeera)
Cowok-cowok Kongo La Sape (Aljazeera)

Praktik tampil necis ini meluas hingga berbagai kalangan. Mereka berlomba-lomba tampil perlente tanpa peduli lingkungannya yang kumuh.

Bahkan, para Sapeur itu rela berutang dan terjerat dunia hitam narkoba demi tampil gaya.

Namun, tidak semua Sapeur bangga dengan gaya hidup ‘maksa’ seperti ini. Beberapa yang masih berpikir dengan logika mulai mengkritisi keadaan ini.

Baca juga: Akrab dengan Luna Maya, Intip Koleksi Sport Car Hingga Jet Pribadi Faisal Nasimuddin

Hal bodoh

Cowok Kongo (Youtube/RT Documentary)
Cowok Kongo (Youtube/RT Documentary)

Charlie Schengen, Sapeur di London mengungkapkan, tradisi ini membuatnya kehilangan tradisi asli Kongo.

Masih dilansir dari Aljazeera, Charlie bahkan berkata jika itu adalah sebuah kebodohan.

Namun, suara orang-orang seperti Charlie tidak banyak. Atas nama kebersamaan, Sapeurs yang kritis tetap meneruskan bergaya perlente agar tidak diprotes oleh rekannya di Kongo.

Chaerunnisa
Chaerunnisa

Senang menulis dan belajar banyak hal. Semoga karya saya selalu bisa dinikmati dan bermanfaat bagi semua.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan