Lagi Ngerintis Bisnis Start Up? Ini 4 Alasan Buat Pakai Coworking Space

3 menit
Coworking-Space

Pasti sering lihat kan kalau start up baru berkantor di coworking space? Yap, ruang kerja open space ini makin mendulang popularitas beberapa tahun belakangan. Katanya sih ini jadi solusi tepat buat dilema para pemilik bisnis start up. Apa iya?

Salah satu pos yang menyedot modal bisnis paling besar adalah lokasi usaha. Maka tak mengherankan banyak yang memilih menyewa ketimbang membeli lapak, ruko, atau lantai gedung untuk usaha.

Bahkan tak sedikit yang memutuskan untuk menunda rencana buka usaha karena pos buat lokasi usaha masih belum tercukupi. Ini jelas jadi masalah tersendiri buat calon-calon pengusaha baru.

Namun di era kemajuan teknologi saat ini, ada inovasi baru untuk mengatasi masalah itu: coworking space. Apa itu coworking space? Apa untungnya buat pengusaha baru?

Coworking space adalah tempat kerja yang ditempati beberapa usaha sekaligus. Kantor tersebut tidak dimiliki oleh satu pun usaha itu. Semuanya menyewa.

Adapun pemilik kantor adalah pihak lain. Tapi ruang kerjanya bisa didesain sesuai dengan karakteristik penyewanya.

coworking-space
Kerja kayak gini enak banget ya? (pexels)

Konsepnya mirip dengan rumah kontrakan buat mahasiswa perantauan. Satu rumah bisa ditempati dua-tiga orang sekaligus dan masing-masing membayar iuran.

Namun urusan sewa di coworking space menjadi urusan tiap-tiap usaha. Bila satu usaha tak membayar, usaha lain yang membayar masih bisa beroperasi.

Berbeda dengan rumah kontrakan. Jika ada satu saja yang ogah bayar, semuanya kena semprot dan terancam diusir pemilik kontrakan.

Keuntungan Pakai Coworking Space

Dari penjelasan di atas, sudah bisa ditarik beberapa kesimpulan kenapa coworking space cocok buat pengusaha baru. Umumnya, yang memanfaatkan tempat ini adalah perusahaan digital rintisan atau start up.

Perusahaan start up punya karakteristik yang unik, kreatif dan inovatif, berani mendobrak hal-hal yang konvensional. Maka konsep berbagi kantor ini masuk saja dalam skema usaha mereka.

Toh, ada keuntungan pakai ruang kerja bersama yang tak bisa didapatkan bila pakai gedung sendiri. Berikut ini contohnya:

1. Biaya sewa lebih murah

coworking-space
Perusahaan baru mesti hemat dong. Sewa kantor juga cari yang murah (pexels)

Mengambil perumpamaan rumah kontrakan, harga sewa kantor bareng-bareng ini bisa lebih murah karena bisa dibayar bersama-sama. Namun antara satu usaha dan lain tak saling bergantung, sehingga tak perlu khawatir ditendang bila ada pemilik usaha penyewa kantor yang tak membayar sewa.

2. Inovatif dan nyaman

Umumnya, desain interior coworking space dibuat nyaman dengan meja-kursi tanpa sekat dan berdesain dinamis. Terlebih bila penyewanya dikhususkan untuk perusahaan start-up, yang biasanya ogah punya lingkungan kerja yang konvensional.

3. Fasilitas digital mumpuni

Pemilik coworking space mesti tahu betul pangsa pasar yang dituju. Untuk perusahaan teknologi, fasilitas digital yang tersedia mesti mumpuni. Misalnya jaringan Internet dengan koneksi kencang. Hal ini yang tak didapati jika menyewa kantor sendiri.

4. Bisa berbagi ide

coworking-space
Kerja sambil bersosialisasi. Seru! (pexels)

Ide nilainya mahal, lebih dari uang. Di ruang kerja bersama, kita bisa berbagi ide dengan penyewa lain. Biasanya bidang bisnis yang digeluti antara satu penyewa dan penyewa lain berbeda. Dengan lokasi kerja yang sama, pengusaha itu mudah bisa bertemu dan bertukar ide demi kemajuan bisnis masing-masing.

Sebenarnya konsep ruang coworking ini sudah ada sejak 2005. Tapi awalnya konsep ini diperuntukkan bagi pekerja freelance.

Suatu kantor atau tempat khusus memiliki program member. Pekerja freelance bisa jadi member kantor tersebut untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

Di Indonesia sendiri coworking space sudah mulai menjamur, terutama di kota besar seperti Jakarta. Kibar sebagai “induk semang” perusahaan start-up, misalnya, telah meluncurkan ruang kerja ini bersama Kumpul di gedung media nasional Tempo.

Biaya sewa coworking space bervariasi, dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan. Semuanya tergantung lokasi dan fasilitas yang disediakan.

Yang pasti, ongkos tempat usaha itu bisa lebih miring ketimbang sewa sendiri. Berminat?

 

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.