Ini Daftar Bank Kustodian yang Dapat Izin OJK Jalani Kegiatan Penitipan Efek

4 menit
Bank kustodian
Daftar bank kustodian yang dapat izin OJK

Bank kustodian menjadi salah satu pihak yang berperan penting dalam investasi di pasar modal. Berbeda dari bank umum, bank kustodian dalam kegiatan pasar modal dilibatkan sebagai pihak yang menyediakan jasa penitipan efek dan harta lain yang terkait.

Efek yang bisa dititip ke bank kustodian mencakup semuanya. Efek yang dilindungi mulai dari surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, hingga setiap derivatif dari efek. 

Bank kustodian juga menjaga harta lain terkait efek yang dimiliki para investor. Harta lain terkait efek yang dimaksud di sini bisa berupa dividen atau bunga. Bahkan, transaksi investor yang ada hubungannya dengan jual beli efek masuk dalam catatan.

Pengin tahu lebih jauh tentang bank kustodian serta lembaga keuangan mana saja yang terdaftar dan berizin buat menyelenggarakan kegiatannya? Yuk, cari tahu informasinya dalam ulasan berikut:

Apa itu bank kustodian?

Bank kustodian
Apa itu bank kustodian

Ada dua dasar hukum yang menerangkan kegiatan kustodian dan peran bank kustodian, yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 24/POJK.04/2017 tentang Laporan Bank Umum sebagai Kustodian.

Menurut kedua peraturan tersebut, kustodian adalah pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Nah, kegiatan kustodian ini dijalankan bank-bank umum.

Baca juga: Deposit Mulai Rp 100 Ribu, Ini Daftar Perusahaan Sekuritas yang Terdaftar di OJK

Bank umum bisa menjadi bank kustodian asalkan memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Bank-bank umum yang mendapat izin sebagai pengaman aset keuangan suatu perusahaan atau perorangan berada di bawah naungan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang di Indonesia diwakili PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Dengan kata lain, keberadaan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang diwakili KSEI bertujuan sebagai penyedia jasa kustodian sentral. Ditambah lagi peraturan mengenai jasa kustodian sentral dan jasa penyelesaian transaksi efek juga menjadi tanggung jawab KSEI.

Kewajiban bank kustodia, apa aja?

Bank kustodian
Kewajibannya apa aja (Twitter/@NasdaqTech)

Dalam Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor Kep-47/PM/1997, ada beberapa kewajiban yang juga menjadi fungsi bank kustodian.

Kewajiban ini terkait dengan fungsi bank penitipan efek ini menyangkut urusannya terhadap efek beragun aset. 

Kewajiban-kewajibannya menurut surat keputusan tersebut antara lain:

  1. Melaksanakan Penitipan Kolektif dan penyimpanan atas seluruh dokumen berharga berkaitan dengan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset.
  2. Melaksanakan penyimpanan dana yang merupakan aset keuangan dalam portofolio Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset.
  3. Menyerahkan dan menerima aset keuangan untuk kepentingan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset.
  4. Melakukan pembayaran semua transaksi atas perintah Manajer Investasi yang berkaitan dengan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset.
  5. Melakukan pembayaran semua transaksi atas perintah Manajer Investasi yang berkaitan dengan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset.
  6. Melaksanakan pembukuan atas hal-hal yang berkaitan dengan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset.
  7. Membuat dan menyimpan daftar pemegang Efek Beragun Aset dan mencatat perpindahan kepemilikan Efek Beragun Aset atau menunjuk Biro Administrasi Efek untuk melakukan jasa tersebut berdasarkan persetujuan dari Manajer Investasi.
  8. Memisahkan aset keuangan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset dari aset keuangan Bank Kustodian dan atau kekayaan nasabah lain dari Bank Kustodian.
  9. Melaporkan secara tertulis kepada Bapepam apabila Manajer Investasi melakukan kegiatan yang dapat merugikan pemegang Efek Beragun Aset selambat-lambatnya akhir hari kerja berikutnya.
  10. Melaksanakan tugas lain yang berkaitan dengan portofolio Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset sebagaimana ditentukan dalam Kontrak Investasi Kolektif.

Kewajiban lainnya, yaitu:

  1. Mengasuransikan rekening efek terhadap risiko kerugian pemegang rekening dalam hal perusahaan tersebut pailit. 
  2. Wajib mengeluarkan pernyataan setiap akhir tahun yang menyatakan bahwa perusahaan dimaksud telah mempunyai polis asuransi sebagaimana tersebut di atas.
  3. Bertanggung jawab atas keabsahan Efek yang diserahkan kepada Pihak lain baik secara fisik maupun secara pemindahbukuan.
  4. Wajib mengadministrasikan, menyimpan, dan memelihara catatan, pembukuan, data, dan keterangan tertulis yang berhubungan dengan efek yang dititipkan.
  5. Wajib melaporkan ke OJK kalau mau membuka cabang jasa kustodian sebelum kantor yang dimaksud beroperasi.
  6. Membuat kontrak pengelolaan reksa dana terbuka berbentuk kontrak investasi kolektif bersama Manajer Investasi.
  7. Gak boleh terafiliasi dengan Manajer Investasi yang mengelola reksa dana.
  8. Menitipkan efek dalam rekening efek atas nama bank kustodian ke Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.
  9. Wajib menyampaikan laporan kegiatan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  10.  Wajib menyimpan semua kekayaan reksa dana.

Daftar bank kustodian di Indonesia yang telah mendapat izin OJK

Bank kustodian
Daftar bank yang telah mendapat izin OJK

Informasi bank-bank umum yang telah mendapat persetujuan sebagai bank kustodian dapat diketahui dengan mengecek di website OJK. 

Dari informasi yang dicatat OJK, sejauh ini tercatat 23 bank umum telah disetujui buat menjalankan kegiatan pengaman aset keuangan suatu perusahaan atau perorangan. Berikut ini daftarnya:

Bank Kustodian Tanggal surat persetujuan
PT Bank HSBC Indonesia 20 Januari 2017
PT Bank Artha Graha Internasional, Tbk.  27 Nopember 1992
PT Bank Bukopin, Tbk. 3 Juli 2006
PT Bank Central Asia, Tbk. 13 November 1991
PT Bank CIMB Niaga, Tbk. 19 Agustus 1991
PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. 15 Oktober 2002
PT Bank DBS Indonesia 9 Agustus 2006
PT BPD Jawa Barat Dan Banten, Tbk. 28 Februari 2013
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. 4 Oktober 1994
PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. 30 Juli 1991
PT Bank Mega, Tbk. 18 Januari 2001
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. 9 Desember 1991
PT Bank Panin, Tbk. 28 Februari 2002
PT Bank Permata, Tbk. 22 Oktober 1991
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. 11 April 1996
PT Bank Sinarmas, Tbk. 30 Januari 2012
PT Bank UOB Indonesia, Tbk. 13 Januari 1994
Citibank 19 Oktober 1991
Deutsche Bank AG Cabang Jakarta 19 Januari 1994
Standard Chartered Bank 30 Juli 1991
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, Tbk. 29 Januari 2019
PT Bank Syariah Mandiri 1 Maret 2019
PT KEB Hana Indonesia 6 Maret 2019

Apakah bank kustodian mengenakan biaya atas jasa penitipan efek?

Bank kustodian
Apakah mengenakan biaya atas ajasanya?

Ya, pengaman aset keuangan suatu perusahaan atau perorangan menarik biaya atas jasa penitipan efek yang diberikannya.

Besaran biaya kustodian atau imbalan jasa bank kustodian yang ditetapkan bank maksimal 0,25 persen per tahun dari dana yang dititipkan.

Itulah informasi mengenai bank kustodian dan bank-bank umum yang telah mendapat izin OJK buat menjalankan kegiatan kustodian. Semoga informasi di atas bermanfaat! (Editor: Chaerunnisa)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!