Belum Mahal Banget, Ini Lho Deretan Saham Syariah yang Cocok buat Jangka Panjang

4 menit
Saham syariah menjadi pilihan buat yang mau investasi berdasarkan prinsip agama.

Mau beli saham syariah, tapi bingung kira-kira mana yang pantas dipilih? Pilih aja saham yang punya kapitalisasi pasar terbesar alias blue chip.

Saham blue chip merupakan saham yang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari Rp 10 triliun. Saham ini sangat direkomendasikan buat investasi jangka panjang. Sebab harganya terbilang stabil dan kerugian yang ditimbulkannya terbilang kecil.

Gak cuma di saham konvensional, saham blue chip juga bisa kamu temukan pada saham-saham syariah. Kamu bisa mengeceknya dalam indeks saham syariah yang dibuat Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti Jakarta Islamic Index (JII) dan Jakarta Islamic Index (JII) 70.

Walaupun rata-rata saham yang tercatat dalam indeks tersebut merupakan saham blue chip, bukan berarti semuanya menguntungkan buat dimiliki. Ada beberapa saham syariah yang selama lima tahun lebih terbukti menunjukkan performa yang baik.

Performanya bisa dilihat dari revenue atau income yang dihasilkan tiap tahun, profit atau net income per tahun, seberapa likuid saham tersebut, hingga grafik harga per lembarnya yang cenderung naik. Penasaran apa aja saham-saham tersebut? Yuk, disimak.

Baca juga: Punya Tunggakan Cicilan Kredit Kendaraan Bermotor? Pahami Bahayanya Ini

1. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (TLKM)

Saham syariah
Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (TLKM) (Instagram).

Perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi ini punya potensi yang bagus. Dilihat dari perolehan pendapatan atau revenue selama lima tahun terakhir, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. cenderung naik dari tahun ke tahun.

Dari 2014 hingga 2018, revenue TLKM meningkat dari tahun ke tahun. Begitu juga dengan profit perusahaan ini yang juga naik tiap tahunnya. Saham TLKM dilaporkan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 382,82 triliun.

Di samping itu, saham TLKM masuk dalam indeks LQ 45. Ini berarti saham yang digolongkan saham syariah ini termasuk saham yang mudah dibeli, mudah dijual alias likuid.

Soal harga, per lembar saham ini cenderung naik dari tahun ke tahun. Harga penutupan terakhir saham TLKM dijual pada angka Rp 3.800-an.

2. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. (CPIN)

Saham syariah
Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. (CPIN) (Instagram).

Selanjutnya, ada Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. alias CPIN yang digolongkan sebagai saham syariah. Di bursa CPIN tercatat punya kapitalisasi pasar sekitar Rp 84,45 triliun.

Selama lima tahun terakhir seperti yang dilaporkan ke IDX, revenue perusahaan yang memproduksi pakan ternak hingga budidaya ayam ini cenderung naik. Pada 2018, Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. membukukan revenue sebesar Rp 53,9 triliun.

Profit yang dicetak Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. juga cenderung meningkat selama lima tahun terakhir. Saham CPIN masuk ke daftar LQ 45 sebagai saham likuid. Di penutupan terakhir saham ini dijual pada harga Rp 5.100-an per lembarnya.

Baca juga: 5 Industri dengan Gaji Terbesar di Indonesia, Kamu Berminat yang Mana?

3. Waskita Karya, Tbk. (WSKT)

Saham syariah
Waskita Karya, Tbk. (WSKT) (Instagram).

Saham Waskita Karya, Tbk. menjadi saham berikutnya yang digolongkan sebagai saham syariah. Saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 29,46 triliun ini punya performa fundamental yang cukup bagus.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan ini, WSKT menghasilkan revenue yang meningkat terus tiap tahunnya. Begitu juga dengan profitnya, tiap tahun ada peningkatan. Revenue WSKT dilaporkan mencapai Rp 48,7 triliun, sedangkan profitnya sekitar Rp 8,86 triliun.

Di indeks LQ45, saham masuk ke dalam daftar. Itu berarti saham ini tergolong saham likuid. Harga saham ini di penutupan terakhir dijual pada angka Rp 2.100-an.

4. Pakuwon Jati, Tbk. (PWON)

Saham syariah
Pakuwon Jati, Tbk. (PWON) (Instagram).

Saham syariah selanjutnya yang dijual pada harga kurang dari Rp 5.000 adalah Pakuwon Jati, Tbk. atau PWON. Saham ini punya kapitalisasi pasar sekitar Rp 33,71 triliun.

Laporan keuangan Pakuwon Jati, Tbk. yang terpublikasikan di IDX tampak jelas menunjukkan adanya kenaikan dari sisi revenue dan profit yang dihasilkan tiap tahun. Pada 2018, PWON berhasil mencetak revenue sebesar Rp 7 triliun, sedangkan profitnya sebesar Rp 2,54 triliun.

Saham yang tergolong likuid ini juga terbilang murah harganya. Pada penutupan terakhir, per lembar saham ini dijual pada angka Rp 700-an.

Baca juga: Gak Usah Takut Apalagi Ragu, Begini Tips Membeli Saham Bagi Wanita Pemula

5. Mayora Indah, Tbk. (MYOR)

Saham syariah
Mayora Indah, Tbk. (MYOR) (Instagram).

Lalu, ada saham Mayora Indah, Tbk. yang per lembarnya dijual pada harga kurang dari Rp 5.000-an. Di bursa Mayora Indah, Tbk. tercatat memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 57,91 triliun.

Dari tahun ke tahun, keuangan Mayora Indah, Tbk. menunjukkan kinerja yang memuaskan. Pada 2018, MYOR membukukan revenue sebesar Rp 24 triliun. Lebih besar dari tahun 2017 yang mencapai Rp 20 triliun. Profit yang dihasilkannya juga demikian cenderung naik.

Walaupun gak masuk ke daftar LQ45, saham Mayora Indah, Tbk. layak dibeli buat investasi jangka panjang. Harga per lembarnya pada penutupan terakhir berada di angka Rp 2.500-an.

Nah, itu tadi beberapa saham syariah yang punya kapitalisasi pasar yang besar. Udah gitu sebagian besar di antaranya mudah dibeli dan mudah dijual alias likuid. Mudah-mudah informasi barusan bermanfaat buat kamu yang pengin berinvestasi saham ya! (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan