Biar Hidup Tenang dan Bahagia! Simpan Dana Darurat Kamu dengan Cara Ini

4 menit
Mulai dari sekarang persiapkan dana darurat, (Ilustrasi/Shutterstock).

Kamu tentu udah tahu kan kalau dana darurat itu penting. Jadi, setiap orang wajib memiliki dana darurat. Kenapa?

Simpel sih, tujuannya ya biar kamu gak pusing sendiri saat dihadapkan dengan situasi mendesak yang mengharuskanmu mengeluarkan bujet di luar dugaan. Jadi, ada dana yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kamu tentu gak mau kan saat ada kebutuhan mendadak, harus mencari pinjaman sana sini karena gak punya dana darurat. Nah, kalau sudah seperti ini agak pusing ya, yang ada malah menambah hutang aja. Ya, mending dikasih pinjam, biasanya sih cuma jadi bahan omongan aja.

Itulah mengapa, setiap orang wajib memiliki dana darurat biar gak kelimpungan sendiri. Akan tetapi, kamu perlu memilih tempat yang tepat untuk menyimpan dana daruratmu yaitu harus memenuhi prinsip ALM, yakni Aman, Likuid dan Mudah diakses.

Apa saja? Berikut empat produk keuangan yang bisa dipakai untuk menyimpan dana daruratmu. Yuk, simak!

1. Tabungan

Menabung salah satu cara buat mempersiapkan dana darurat, (Ilustrasi/Shutterstock)

Tabungan bisa dibilang menjadi instrumen paling umum dan ideal untuk menyimpan dana darurat milikmu. Pasalnya, tabungan itu aman dan gampang banget di akses.

Kamu bisa menarik dana kapan pun dan di mana pun yang diinginkan. Gak hanya lewat ATM, kini tabungan juga bisa diakses lewat mobile banking maupun internet banking.

Jadi, saat kondisi mendesak, tentu saja dana darurat di tabungan sangat bisa diandalkan. Kamu juga gak perlu ribet mencari ATM karena semua bisa diakses lewat ponsel atau internet.

Nah, kamu bisa kok menabung dengan menyisihkan beberapa persen dari penghasilan kamu setiap bulannya. Kalau bisa jangan dihitung ya biar nanti bakal terasa sendiri kerja keras kamu dalam menabung.

2. Deposito

Deposito juga bisa jadi salah satu alternatif mempersiapkan dana sarurat, (Ilustrasi/Shutterstock).

Menyimpan uang di tabungan memang aman dan mudah diakses. Tapi tetap saja, jangan harap uang kamu akan bertambah. Malah bisa-bisa, dana kamu akan menyusut karena terpotong biaya administrasi setiap bulan.

Nah, kalau dana darurat di tabungan kamu rasa sudah cukup, kamu bisa menyimpan uang mu lagi di deposito lho.

Pasalnya, deposito ini berbeda dengan tabungan yang bisa diambil kapan saja. Deposito itu gak bisa diambil dalam jangka waktu tertentu, biasanya antara 1 hingga 24 bulan.

Tapi kelebihannya itu, produk perbankan ini menawarkan return yang stabil yakni sekitar 5 persen per tahun. Ya, bunga tergantung dari bank dan tenor yang kamu ambil.

Dengan deposito, kamu gak hanya menyimpan uang tapi juga sekaligus melakukan investasi. Akan tetapi, buat  kamu yang ingin menyimpan dana darurat dalam deposito sebaiknya pilih yang jangka waktunya pendek yaitu 1 hingga 3 bulan.

Karena kalau kamu mencairkannya sebelum jatuh tempo, maka kamu akan kena denda alias penalti. Gak mau kan pas kondisi kepepet, kamu malah keluar duit lebih banyak karena mencairkan deposito sebelum waktunya?

3. Emas

Logam mulia, (Ilustrasi/Shutterstock).

Gak hanya deposito, kamu juga bisa menyimpan dana darurat sekaligus berinvestasi yaitu dengan cara membeli emas batangan atau logam mulia.

Kamu tentu setuju kalau logam mulia itu gak hanya menguntungkan untuk investasi, tapi juga mudah diakses dan gampang untuk dijual atau gadai.

Nih, kalau kamu menyimpan dana darurat dalam bentuk emas, maka kamu bisa dengan cepat mencairkannya. Kamu bisa ke Pegadaian atau toko emas. Bisa kamu gadai atau jual. Gampang kan?

4. Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang, (ilustrasi/Shutterstock).

Instrumen lainnya yang bisa kamu pilih untuk menyimpan dana daruratmu adalah di produk investasi reksadana pasar uang.

Kenapa pasar uang? Karena produk investasi yang satu ini memiliki risiko yang paling kecil alias aman banget. Gimana maksudnya?

Jadi, kalau kamu menyimpan dana di reksadana pasar uang itu berarti dana kamu bakal diinvestasikan ke deposito dan surat utang pemerintah yang jatuh temponya itu maksimal 1 tahun. Artinya, pergerakannya pun akan lebih stabil dan gak fluktuatif alias naik turun seperti saham.

Untuk rata-rata keuntungan yang kamu dapatkan adalah sekitar 6-8 persen per tahun. Ya, tapi return-nya itu tergantung gimana manajer investasi mengelolanya.

Pencairan dana reksadana pasar uang itu biasanya sekitar 3-5 hari kerja. Proses pencairannya bisa kamu lakukan lewat online atau menghubungi agen penjual reksadana secara langsung.

Sama halnya dengan deposito dan emas, kamu bisa sekalian melakukan investasi kalau menyimpan dana darurat di reksadana.

Nah, itu dia empat tempat yang tepat untuk menyimpan dana daruratmu. Tapi ingat, tabungan tetap menjadi tempat yang utama untuk menyimpan dana darurat. Karena tabungan akan siap sedia ketika kamu membutuhkan. Tabungan juga tempat paling mudah dan cepat untuk mengakses uangmu.

Tapi, jika dana darurat di tabungan dirasa. Barulah kamu bisa menyimpan dana daruratmu di tiga instrumen lainnya di atas. Tapi intinya, kamu tetap harus memiliki dana darurat di tabungan ya. Yuk, coba dipraktikkan dari sekarang. Jangan malas menabung ya apalagi buat mempersiapkan dana darurat yang sewaktu – waktu sangat diperlukan banget.

(Editor: Mahardian Prawira).

 

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.