Dapat Beasiswa Itu Mudah, Asal…

2 menit

Mendapat beasiswa tak sulit kok. Asal tahu celahnya. Yang perlu diketahui, penawaran beasiswa itu sebenarnya bertaburan di mana-mana. Memang, cara mendapatkannya yang susah-susah gampang. Ada yang mensyaratkan prestasi, karena faktor tidak mampu secara ekonomi, dan ada yang mendapatkan karena program pemerintah dalam maupun luar negeri. (ref 1)

Misalnya saja beasiswa di Universitas Indonesia (UI). Di kampus kuning ini memiliki dua kategori beasiswa, yakni yang berasal dari UI dan beasiswa yang berasal dari sponsor. Jika sumbernya dari UI maka beasiswanya berupa keringanan dari penetapan BOP-B dan beasiswa kerja paruh waktu. 

Beasiswa paruh waktu adalah program kerja paruh waktu bagi mahasiswa yang ingin bekerja paruh waktu (part-time) di berbagai unit kerja di lingkungan UI. Kewajiban yang harus dipenuhi mahasiswa pada program ini adalah 40 jam kerja setiap bulan dengan kompensasi yang akan didapatkan mahasiswa sebesar Rp 300.000,- ( tiga ratus ribu rupiah) per bulan.

Sedangkan beasiswa dari sponsor dapat berasal pemerintah, perusahaan, perseorangan, yayasan, dan lain-lain dengan jenis pembiayaan dan jangka waktu yang berbeda-beda. Ada yang membiayai sampai selesai kuliah, ada yang hanya membiayai sampai semester tertentu saja. Besaran biayanya pun berbeda-beda. Ada yang melunasi uang kuliah bulanan, bersama uang saku, dan lain sebagainya. (Ref 2)

Sayangnya banyak yang mentok karena tak jarang aplikasi beasiswa yang diajukan mendapat penolakan. Tapi jangan patah arang. Beasiswa itu bakal diraih selama menunjukkan komitmen besar untuk melanjutkan studi. Ini menjadi rumus pertama, yakni komitmen. Tanpa itu, sulit meyakinkan si pemberi beasiswa jika si calon tak mampu memperlihatkan energi dan serius meneruskan jenjang pendidikan lebih tinggi.

Perlu digarisbawahi, semua orang berhak mendapat beasiswa. Tinggal bagaimana memoles ‘branding’ diri sendiri agar dilirik oleh pemberi beasiswa. Lalu carilah sebanyak-banyaknya informasi seputar beasiswa. Berikutnya adalah usaha, usaha, dan usaha itu kuncinya jika mau berkesempatan menjadi penerima beasiswa.

Lazimnya, tawaran beasiswa mensyaratkan prestasi akademik dan keahlian tertentu. Bagi siswa SMA, jangan sia-siakan nilai yang bagus sebagai hiasan di rapor. Minimal nilai itu bisa menjadi senjata pengajuan beasiswa. Lebih bagus lagi jika ada prestasi di luar akademik. Misalnya pernah menyabet juara kompetisi tertentu dalam level sekolah sampai nasional. Ini bakalan jadi ‘jualan’ yang menarik di mata pemberi beasiswa. 

Syukur-syukur ditambah kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Bahasa ini sudah menjadi dasar percakapan global. Terlebih kemampuan cas cis cus menjadi poin penting bila berniat mengajukan beasiswa luar negeri.

Semua modal itu menjadi syarat awal saja. Tahap berikutnya yang tak kalah penting adalah saat sesi wawancara. Di sinilah bakalan bertemu secara langsung dengan penilai pemberi beasiswa. Mereka tak sekadar mengecek terpenuhinya persyaratan tapi juga kelayakan si calon penerima. Karakter, gaya bicara, kemampuan meyakinkan orang lain, dan lain sebagainya turut menjadi ukuran.

 

Ref 1: http://oic.unas.ac.id/scholarship/72_tawaran_beasiswa_dari_pemerintah_dan_perguruan_tinggi_tiongkok

Ref 2: http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&ved=0CEQQFjAC&url=http%3A%2F%2Fwww.ui.ac.id%2Fid%2Fnotice%2Fpdf%2F6674.pdf&ei=7OZvU57SOsSXuASf6YGAAw&usg=AFQjCNGnM7lGWYFt510xePKczoAoFEs3_g&sig2=ex8bRAmhMhE8UUAyuKcbLw&bvm=bv.66330100,d.c2E

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong