APBN 2020 Ketok Palu, Anggaran Negara Defisit Rp 307 Triliun

2 menit
APBN 2020 Sah, Defisit Anggaran Rp 307 Triliun (Shutterstock)
APBN 2020 Sah, Defisit Anggaran Rp 307 Triliun (Shutterstock)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 akan menjadi pengaman terhadap dampak perekonomian global yang bergejolak.

“APBN ditujukan untuk terus memperkuat fondasi dan daya saing ekonomi agar tidak terdampak secara negatif oleh gejolak global,” ujar Menkeu di Senayan, Jakarta.

DPR bersama dengan Pemerintah menyetujui postur APBN 2020 dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen. Lalu target defisit anggaran sebesar Rp 307,2 triliun atau setara 1,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Tercatat, pada APBN 2020, pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp 2.233 Triliun. Jumlah tersebut bersumber dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp 1.865,7 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp 367,0 triliun. Lalu penerimaan Hibah sebesar Rp 0,5 triliun.

Sedangkan, Belanja Negara dalam APBN tahun 2020 direncanakan sebesar Rp 2.540,4 triliun atau meningkat 8,5 persen. 

Jumlah Belanja Negara ini dialokasikan melalu Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp 1.683.5 triliun dan melalui Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 856.9 triliun. 

Belanja pemerintah pusat ini terdiri dari belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 884,6 triliun, dan belanja non K/L Rp 798,9 triliun.

“Dengan besaran defisit tersebut, pemerintah tetap dapat memberikan stimulus pada perekonomian serta melaksanakan program-program pembangunan dalam rangka mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi. Selain penyerapan tenaga kerja serta pengurangan kemiskinan,” tegas Menkeu. 

Fokus APBN 2020

Menurutnya, besarnya belanja negara ini disebabkan oleh banyaknya pembangunan yang dibiayai oleh kas negara terutama dalam hal pembangunan infrastruktur. Padahal masih banyak opsi yang dapat digunakan pemerintah daerah dalam melakukan pembangunan.

Sementara itu, Menkeu menegaskan, pada APBN 2020 terdapat beberapa fokus utama pemerintah. Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, insentif pajak, dan juga penguatan transfer dana ke daerah.

“Kebijakan APBN tidak berdiri sendiri namun bersama kebijakan ekonomi lainnya seperti kebijakan moneter, kebijakan industri. Kemudian perdagangan dan investasi dan kebijakan sektor riil lainnya berjalan seiring dan konsisten untuk mencapai tujuan bersama APBN 2020 sebagai kebijakan fiskal yang memiliki peran sangat penting,” pungkasnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.