Banner ImageBanner Image

Bunga 7 Persen dan Tenor 3 Hari, Ini Jenis Deposito yang Menguntungkan

3 menit
Teller BNI menghitung uang. (Tempo/Imam Sukamto)

Deposito bank menjadi salah satu pilihan aman buat berinvestasi. Meski investasi emas lebih berkilau, deposito gak kalah menguntungkan. Bahkan, simpanan bank yang satu ini memberi keuntungan stabil di setiap bulannya.

Wajar kalau gak sedikit orang memilih deposito bank buat mengembangkan sekaligus mengamankan kekayaan mereka.

Di bandingkan investasi saham atau reksadana, keuntungan deposito gak seberapa. Namun, risiko yang terkandung dalam pilihan investasi ini gak sebesar saham atau reksadana.

Apalagi, dana yang tersimpan di deposito dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Seandainya terjadi krisis ataupun kolaps, dana milikmu tetap aman alias bakal diganti LPS.

Buat kamu yang pengin berinvestasi di deposito bank, kudu tahu nih jenis-jenisnya yang terdiri dari beberapa. Apa aja?

1. Deposito Berjangka

Uang Deposito
Uang Deposito

Pada dasarnya, deposito itu punya jangka waktu penyimpanan. Pilihan jangka waktunya pun beragam, dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan.

Lalu, apa itu deposito berjangka? Jenis deposito ini sebenarnya merujuk pada deposito yang umum digunakan saat ini. Jadi, deposito berjangka merupakan jenis simpanan bank yang disimpan dalam jangka waktu tertentu dan bunga di atas bunga tabungan.

Jenis deposito bank ini tersedia buat individu atau bisnis. Bunga yang diterima setiap bulannya bisa disetorkan ke rekening tabunganmu atau dimasukkan ke jumlah deposito itu. Dengan begitu, bunganya meningkat tiap bulannya alias progresif.

2. Sertifikat Deposito

Bank BTN. (Instagram/@bankbtn)
Deposito Bank BTN. (Instagram/@bankbtn)

Jenis yang satu ini tenggelam di bawah bayang-bayang deposito berjangka. Namun, sertifikat deposito bukan berarti menguntungkan. Menempatkan dana di sini bisa jadi pilihan alternatif memaksimalkan dan mengamankan kekayaan.

Menurut definisinya, sertifikat deposito adalah sejenis deposito yang diterbitkan atas unjuk alias gak perlu cantumkan nama di sertifikatnya. Makanya, bank menawarkan keunggulan bisa dipindahtangankan.

Dengan karakternya tersebut, siapapun bisa mencairkan dana yang ada di sertifikat deposito asalkan bisa menunjukkan sertifikatnya. Itu berarti kamu bisa membuat jenis produk investasi bank yang satu ini sebagai warisan atau hadiah.

Karena karakteristiknya itu juga, memiliki sertifikat deposito mengandung risiko, yaitu bisa aja hilang atau di tangan orang yang gak bertanggung jawab. Karena itu, kudu dijaga baik-baik deposito ini agar gak sampai berpindah entah ke mana.

Bedanya deposito berjangka dengan sertifikat deposito adalah cara perhitungan bunganya. Bunga deposito berjangka bakal diterima saat jatuh tempo. Sementara bunga sertifikat deposito bakal diterima di muka.

3. Deposito On Call

Bank BTN. (Instagram/@bankbtn)
Deposito Bank BTN. (Instagram/@bankbtn)

Kalau deposito berjangka identik dengan jangka waktu berbulan-bulan, jenis deposito bank ini punya jangka waktu singkat. Saking singkatnya, kamu bisa menginvestasikan dana selama tiga hari.

Jenis satu ini memiliki jangka waktu penyimpanan yang pendek, minimal tiga hari dan maksimal 30 hari. Kalau kamu pengin investasi jangka pendek, deposito on call bisa jadi pilihan.

Meski menawarkan jangka waktu yang singkat, setoran minimal deposito on call lumayan besar. Kamu harus setor minimal Rp 100 juta buat buka deposito ini. Bahkan, ada yang mensyaratkan setoran minimal Rp 2 miliar.

Deposito on call disediakan buat individu maupun perusahaan. Kamu bisa menemukan layanan ini gak cuma di bank umum, tapi di bank syariah.

Hal-hal yang perlu kamu tahu dari deposito bank

Sebelum memutuskan berinvestasi, ada beberapa hal yang perlu kamu tahu dari deposito bank. Apa aja?

  • Bunga deposito berjangka yang ditawarkan bank-bank di Indonesia rata-rata mulai dari 4 persen – 7 persen per tahun. Sementara bunga sertifikat deposito berada di angka 4 persen – 5 persen. Buat bunga deposito on call, besarannya sekitar 3 persen.
  • Jangka waktu deposito berjangka mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan. Begitu juga dengan sertifikat deposito, jangka waktunya sama dengan deposito berjangka. Kalau deposito on call, jangka waktunya minimal 3 hari dan maksimal 30 hari.
  • Deposito itu bisa diperpanjang otomatis atau Automatic Roll Over (ARO). Opsi ini bisa berjalan selama dana belum dicairkan.
  • Dana deposito kamu dijamin LPS dengan syarat bunga deposito bank yang diterima gak lebih dari 6,75 persen buat bank umum dan 9,25 persen buat BPR.
  • Deposito bank dikenakan pajak. Besaran pajak per tahunnya adalah 20 persen.
  • Buat mengetahui besaran bunga yang diterima tiap bulannya, gunakan rumus hitung bunga deposito bank: Bunga x Dana Pokok Deposito x 30 hari x 80 persen (pajak) : 365 (hari).
  • Ada beberapa dampak negatif mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, yaitu kena penalti atau denda sekitar 0,5 persen dari dana deposito. Kamu juga kehilangan bunga yang bakal diterima begitu deposito jatuh tempo.

Itu tadi jenis-jenis deposito bank yang bisa kamu manfaatkan buat investasi. Satu lagi nih yang perlu kamu tahu. Dalam berinvestasi apapun, kamu harus sabar. Kalau gak sabar, bukan profit yang diterima, melainkan kerugian yang didapat. (Editor: Chaerunnisa)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong