Sebelum Investasi Deposito, Cari Tahu Dulu Keuntungan dan Kekurangannya Ini

4 menit
Deposito (Shutterstock).

Deposito menjadi salah satu instrumen investasi yang tetap menjadi primadona hingga saat ini, mulai dari kaum milenial hingga para orangtua.

Umumnya mereka yang memilih berinvestasi ini karena melihat minimnya risiko dibanding dengan produk investasi lainnya.

Bahkan, mereka gak perlu takut kehilangan duit yang udah mereka gelontorkan dengan memilih deposito. Meskipun return yang mereka tidak besar.

Ya, gak ada salahnya juga sih. Toh, deposito tetap saja investasi. Lebih baik uangmu diamankan ke salah satu produk investasi daripada harus habis entah kemana. Jadi, investasi tersebut memang menjadi pilihan investasi yang tepat buat mereka yang gak berani mengambil risiko besar.

Namun, uang berinvestasi di salah satu produk perbankan ini, kamu memerlukan modal yang cukup besar. Contohnya saja Bank BCA yang minimal setorannya sebesar Rp 8 juta. Berbeda dengan reksadana yang bisa dimulai dengan bujet Rp 100 ribu.

Baca juga: Gak Pengin Keluar Bujet Lebih, Ini Tips Hemat Wisata di Singapura

Cara menghitung bunga deposito

Deposito (Shutterstock).

Karena modalnya yang cukup besar, pentingnya kamu mengetahui simulasi perhitungan bunga deposito. Berikut rumusnya:

  • Keuntungan bunga = suku bunga x nominal uang x hari / 365
  • Pajak = tarif pajak x bunga 
  • Pendapatan bersih = nominal investasi + (bunga – pajak)

Misalnya kamu melakukan deposito sebesar Rp 10 juta dengan jangka waktu 6 bulan. Bunga 5 persen dan pajak 20 persen.

Berarti,

  • Keuntungan bunga, 5 persen x Rp 10 juta x 182 / 365 yaitu Rp 249 ribu
  • Pajak, 20 persen x Rp 249 ribu yaitu Rp 49.800
  • Pendapatan bersih, Rp 10 juta + (Rp 249 ribu – Rp 49.800)

Jadi, uang yang akan kamu dapatkan dengan deposito sebesar Rp 10 juta yaitu Rp 10 juta + Rp 199.200 adalah Rp 10.199.200.

Nah, buat kamu yang tertarik ingin menggelontorkan uang di instrumen investasi tersebut. Mending simak dulu yuk keuntungan dan kekurangannya berikut ini:

Keuntungan

Ada Dana Nganggur
Daripada dibuat belanja, mending didepositokan (deposito/BCA)

1. Bunga lebih besar

Deposito memberikan bunga yang lebih besar dibanding dengan tabungan biasa. Untuk bunganya sendiri kisaran 4 hingga 6 persen.

Jadi, daripada mendiamkan uang di tabungan. Lebih baik dialokasikan ke deposito. Selain itu, uang kamu juga gak akan terpotong untuk biaya administrasi bulanan lho.

2. Risiko rendah

Karena salah satu produk perbankan, maka deposito sangat minim risiko dibanding instrumen lainnya seperti saham dan lainnya. Kamu juga gak perlu pusing tuh mikirin pergerakan harga pasar setiap hari.

3. Lebih aman dan terpercaya

Keuntungan lainnya dari deposito adalah aman dan sangat terpercaya karena disimpan di bank. Pasalnya, bank itu dijamin oleh LPS yaitu Lembaga Penjamin Simpanan. Jadi, jika bank tempat kamu menyimpan uang bangkrut, maka uangmu akan diganti oleh LPS maksimal sebesar Rp 2 miliar.

4. Jangka waktu

Dengan memilih instrumen investasi deposito, para nasabah akan diberikan keleluasaan untuk memilih jangka waktu yang diinginkan, mulai dari 1, 3, 6, 8, 12, 18, 24, dan 36 bulan. Untuk bunga yang diberikan tentu saja berbeda. Jadi, semakin lama tenor, maka akan semakin besar bunga yang didapatkan.

5. Syarat mudah

Syarat untuk berinvestasi deposito juga sangat mudah kok, yaitu:

  • Memiliki identitas diri, KTP, SIM atau paspor.
  • Membawa NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
  • Memiliki tabungan di bank tersebut.
  • Mengisi formulir permohonan pembukaan.
  • Menyiapkan dana minimal untuk membuka rekening, setiap bank umumnya memiliki minimal saldo yang berbeda-beda.

Kekurangan

deposito terbaik di indonesia1. Keuntungan kecil

Meskipun bunganya lebih besar dibanding tabungan, tapi ketimbang dengan instrumen investasi lain. Keuntungan yang diberikan jauh lebih kecil dengan modal yang cukup besar.

Contohnya saja investasi saham yang dapat memberikan keuntungan 18 hingga 20 persen per tahun untuk saham blue chip. Sedangkan, bunga hanya 4 hingga 6 persen per tahun.

2. Tergerus inflasi

Nilai uang dari hari ke hari terus mengalami penurunan karena harga barang atau kebutuhan pokok yang semakin mahal. Jadi, sadarkah kamu kalau dengan nominal uang sama, kamu akan semakin membeli barang lebih sedikit dari hari ke hari. Itulah, salah satu dampak dari inflasi.

Jadi, saat nilai uang menurun bahkan rendah, maka bunga deposito hanya untuk menutup nilai kekurangan itu. Hal itulah yang membuat pendapatan deposito kamu menjadi tidak besar.

3. Ada biaya pajak

Meskipun gak ada biaya administrasi, tapi deposito itu terkena pajak penghasilan (PPh) atas bunga deposito. Untuk biaya pajaknya itu sendiri sebesar 20 persen dari nilai bunga deposito.

4. Ada biaya penalti

Tak hanya biaya pajak, deposito juga ada biaya penalti untuk nasabah yang menarik uangnya sebelum waktu jatuh tempo. Meski begitu, gak semua bank menerapkan sistem tersebut.

Namun beberapa bank seperti Bank Mandiri memberikan denda sebesar 0,5 persen dari nominal dana deposito kamu.

Itu dia keuntungan dan kekurangan yang ditawarkan oleh deposito. Jadi, apakah kamu tertarik untuk menggelontorkan uangmu ke produk investasi yang satu ini? (Editor: Winda Destiana Putri).

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Taiwan