Melihat Potensi Wisata Rowo Bayu, Desa yang Dikaitkan Horor Desa Penari

3 menit
Rowo Bayu, dikaitkan dengan latar cerita KKN Desa Penari (Instagram).
Rowo Bayu, dikaitkan dengan latar cerita KKN Desa Penari (Instagram).

Cerita horor KKN Desa Penari hingga kini masih viral di media sosial. Cerita tersebut mengisahkan tentang pengalaman kuliah kerja nyata enam orang mahasiswa di sebuah daerah yang angker. 

Cerita yang diunggah oleh akun Twitter @SimpleM81378523 itu diakui berdasarkan dari kisah nyata. Artinya segalanya hal-hal mistis yang dituliskan berdasarkan pengalaman seseorang yang sesungguhnya, meskipun sedikit dimodifikasi lewat sebuah percakapan.

Saking ramainya, netizen, bahkan media-media mainstream di Indonesia penasaran sama lokasi desa ini sesungguhnya. Mereka mencari-cari tahu sesuai petunjuk yang dituliskan. Seperti misalnya desa ini terletak di tengah hutan, lokasinya di timur Jawa, hutannya terkenal angker, dan lain-lain. 

Sampai akhirnya mengerucut ke satu desa yang diduga sebagai lokasinya, yaitu Desa Rowo Bayu di Banyuwangi. Padahal desa ini termasuk ke dalam desa wisata yang cukup tersohor saat ini. 

Desa Rowo Bayu dinilai memiliki kesamaan letak geografis dan karakteristik desa sama seperti di dalam cerita. Meskipun, pemilik akun @SimpleM881378523 itu sama sekali enggak mengonfirmasi di mana letak desa itu pastinya. 

Buat yang penasaran, seperti apa sih Desa Rowo Bayu yang sering dikait-kaitkan dengan desa penari itu? Berikuti ini ulasan potensi wisatanya. 

1. Ada telaga yang dikelilingi pohon-pohon tinggi 

Desa Penari
Telaga di Rowo Bayu (Instagram).

Jangan cuma mengaitkannya dengan desa penari saja, Rowo Bayu menyimpan spot-spot wisata yang gak kalah menarik, salah satunya adalah keberadaan telaga di tengah rimbunnya hutan. 

Telaga ini apabila akhir pekan selalu ramai dikunjungi. Ada yang sekadar untuk menyejukkan pikiran setelah seminggu bekerja, atau ada juga yang memanfaatkan untuk foto pre-wedding. 

Pohon-pohon yang mengelilinginya membuat suasana menjadi sejuk. Buat piknik bersama keluarga juga asik kok

Bahkan perayaan hari jadi Ulang Tahun Banyuwangi selalu dipusatkan di sini, dengan tema Festival Rowo Bayu. 

2. Dijadikan wisata sejarah Kerajaan Blambangan 

Desa Penari
Wisata Sejarah Kerajaan (Instagram).

Di dalam desa ini terdapat sebuah petilasan, atau tempat bertapa Prabu Tawang Alun yang merupakan seorang raja dari Kerajaan Blambangan yang merupakn kerajaan paling timur di Jawa. 

Saat itu Prabu Tawang telah melewati perang saudara dengan adiknya sendiri. Sang adik pun akhirnya terbunuh olehnya. Dan peristiwa itu membuatnya harus menyingkir dari kerajaan untuk menyendiri atau bertapa. 

Dia mendapatkan wangsit untuk pergi ke Timur dan bertemu dengan sosok macan putih yang diyakininya sebagai jelmaan gurunya. Oleh macan putih itu ia diperintahkan untuk membagun sebuah istana yang kemudian diberi nama Istana Macan Putih. 

Lokasi istana atau petilasan ini kemudian hingga saat ini masih menjadi daya tarik wisata religi oleh warga-warga sekitar Banyuwangi. 

3. Terdapat banyak sumber mata air

Desa Penari
Sumber mata air (Instagram).

Karena letaknya yang di tengah hutan dan di ketinggian 800 Mdpl, banyak sumber-sumber mata air di sini. Seperti dikutip dari detikcom, ada Sumber Taman Keputran, Sumber Taman Dewi Gangga, Sumber Kamulyaan, dan Sumber Panguripan. 

Air yang keluar dari sumber-sumber mata air itu diakui sakral dan memiliki khasiat yang baik untuk kecantikan. Gak sedikit juga air-air tersebut dimanfaatkan oleh pejabat-pejabat untuk mendapatkan keberuntungan. 

4. Lokasi perang puputan 

Desa Penari
Lokasi Perang Puputan (Instagram).

Di daerah ini dulunya juga terjadi perang habis-habisan antara Kerajaan Blambangan dengan VOC. Penyebabnya adalah karena warga geram dengan perlakuan penjajah Belanda yang suka semena-mena, bahkan merampas harta warga. 

Kegeraman ini memunculkan perang besar-besaran pada tanggal 18 Desember yang kemudian menjadi hari lahirnya Banyuwangi. Dalam peperangan ini, setidaknya 60.000 warga Blambangan gugur. 

Akses menuju ke Rowo Bayu 

Desa wisata yang satu ini bisa ditempuh sejauh 35 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi. Lebih mudah kalau kamu menyewa mobil sekitar Rp 300-500 ribu untuk 24 jam, tergantung dari jenis mobil yang disewa. 

Setelah mendapatkan mobil, kamu tinggal berkendara melewati Jalan Nasional III ke arah Songgon. Nanti bakal ketemu persimpangan dan berbelok ke Jalan Raya Songgon, terus tinggal lurus terus sampai ketemu Jalan Tanah Lost. Sudah deh nanti kamu bakal ketemu dengan plang Wana Wisata Rowo Bayu. 

Itulah sedikit potensi wisata dan juga cerita sejarah tentang Rowo Bayu. Jauh sebelum cerita tentang KKN Desa Penari jadi tren, Rowo Bayu sudah lebih dulu terkenal dengan keindahan wisatanya. (Editor: Winda Destiana Putri).

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.