Dirjen Pajak Mengincar Wajib Pajak dengan 5 Kriteria Ini Lho

Salah satu pemasukan negara yang paling diandalkan itu adalah pajak. Maka dari itu, gak salah kalau Dirjen Pajak gencar banget buat memastikan setiap warga negara taat pajak.

Tapi, ada beberapa wajib pajak yang masuk dalam prioritas pemeriksaan para Dirjen Pajak, lho. Meski semua warga negara Indonesia diwajibkan buat taat pajak, namun ada beberapa yang benar-benar jadi target.

Kenapa sih pemerintah harus gencar buat menagih pajak? Sebelum bicara tentang wajib pajak yang jadi target pemerintah lebih lanjut, yuk kita bahas dulu alasan kenapa pajak wajib dibayarkan.

Alasan Dirjen Pajak Gencar Menagih Wajib Pajak

Dirjen pajak
Kantor Dijen Pajak (bisnis)

Dilansir dari Kumparan, Sri Mulyani berujar bahwa pemerintah memungut pajak bukan karena hobi, melainkan amanat dari Undang-Undang. Peraturan mengenai wajib pajak tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2000.

[Baca: Selain Pajak Penghasilan Pasal 21, Masih Ada 4 Pasal PPh Lain]

Pemungutan pajak pun bukan demi kepentingan negara semata. Justru, pajak bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Biar makin paham kenapa pemerintah begitu gencar memungut pajak, kamu bisa pahami dulu apa manfaat pajak berikut ini:

1. Jadi pemasukan pemerintah

Asal tahu aja, pajak yang kamu bayarkan nantinya bakal masuk dalam kas pemerintah. Nah, uang tersebut nantinya bakal dikelola melalui APBN alias Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Eits, uangnya bukan buat senang-senang dong. Uang tersebut bakal digunakan buat beragam program kerja Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Contoh, uang pajak bakal dipakai buat pengeluaran dan pertahanan negara. Termasuk pula di dalamnya buat menggaji staf pemerintahan.

2. Membiayai kepentingan umum

Ini nih yang gak kalah penting! Sebagian besar pajak pada dasarnya emang ditujukan buat masyarakat itu sendiri.

Dengan bayar pajak, itu artinya kamu turut ambil andil dalam membangun beragam kebutuhan khalayak umum. Contohnya, fasilitas umum dan infrastruktur seperti jalanan, jembatan, sekolah, dan rumah sakit. Termasuk pula pembiayaan buat kelestarian alam dan budaya Indonesia.

3. Meringankan beban golongan masyarakat tertentu

Pajak itu ibarat subsidi silang. Dengan kamu taat bayar pajak, kamu turut meringankan beban golongan masyarakat tertentu.

Contoh, program subsidi pangan dan bahan bakar minyak. Program tersebut bakal lancar terlaksana bila para wajib pajak gak mengelak buat bayar pajak.

Bahkan, defisit BPJS pun sebagiannya dibantu oleh penerimaan dari dana pajak.

Nah, udah tahu kan pentingnya pajak? Sebagai warga negara yang baik dan bijak, yuk taat pajak!

Wajib Pajak yang Jadi Target Utama Pemeriksaan

dirjen pajak 2018
Udah lapor pajak belum? (breakingnews)

Khusus buat kamu yang termasuk dalam lima golongan berikut ini, kamu perlu lebih perhatian lagi buat gak nunggak pajak. Pemerintah emang jadikan lima golongan ini sebagai target utama.

Kedengaran agak “memaksa”? Sebenarnya gak juga, kok. Salah satu alasan kenapa lima wajib pajak berikut jadi sasaran utama adalah karena mereka merupakan penyumbang pajak terbesar buat negara. Bangga dong!

1. Orang terkaya di Indonesia

Target utama Dirjen Pajak yang pertama adalah orang terkaya di Indonesia menurut versi majalah tertentu. Gak heran dong kalau wajib pajak satu ini masuk dalam pemantauan negara.

Namun, sayangnya, beberapa orang terkaya di Indonesia malah gak jadi penyumbang pajak terbesar di Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah makin gencar buat memantau beberapa nama tersebut.

Meski demikian, gak semua orang kaya di Indonesia mangkir dari kewajiban pajak. Salah satunya adalah Anne Aventie, desainer kaya asal Indonesia ini jadi salah satu penyumbang pajak terbesar di negara kita.

[Baca: Gak Nyangka, 6 Orang Kaya dan Sukses Ini Ternyata Cuma Tamatan SMP]

2. Pejabat pemerintah tingkat pusat dan daerah

Ini dia yang pastinya gak bakal luput dari pemeriksaan pemerintah. Bekerja di pemerintahan tapi gak bayar pajak? Duh! Tentu gak banget, kan.

Para pejabat pemerintah, baik di tingkat pusat dan daerah tentunya harus jadi teladan buat masyarakat. Dengan gitu, masyarakat pun bakal lebih merasa terdorong buat bayar pajak karena pemimpin mereka pun taat pajak.

Pejabat pemerintah ini termasuk presiden, lho!

3. Para profesional

Para profesional adalah orang-orang yang memiliki pekerjaan atau profesi sesuai keahliannya. Contoh, dokter, notaris, konsultan, pengacara, atlet, hingga artis merupakan contoh profesional.

Bila kamu masuk dalam kategori tersebut, kamu wajib waspada buat gak lalai bayar pajak. Pasalnya, kamu masuk dalam pemantauan Dirjen Pajak.

4. Bekerja di Kantor Pelayanan Pajak (KPP)

Kerja di bidang perpajakan dan apalagi di instansi yang terkait pajak, tapi gak taat pajak kan gak lucu ya?

Oleh sebab itu, pemerintah bakal jadikan mereka yang bekerja di Kantor Pelayanan Pajak alias KPP sebagai prioritas pemeriksaan. Di antara pegawai KPP tersebut, mereka yang masuk sebagai wajib pajak orang pribadi terbesar di masing-masing KPP bakal masuk dalam daftar urgen.

5. Wajib pajak yang punya kemampuan ekonomi tinggi

Kalau mau masuk dalam kategori wajib pajak dengan kemampuan ekonomi tinggi, yuk mulai jadi teladan buat taat pajak.

Contoh, pajak penghasilan. Kalau kamu punya penghasilan di atas Rp 4,5 juta, maka kamu bakal dikenakan potongan pajak penghasilan. Kemudian, ada pula PPnBM alias Pajak Penjualan Atas Barang Mewah yang dikenakan pada barang-barang mewah.

[Baca: Beli Tas Mewah di Luar Negeri Harus Siap Bayar Biaya-Biaya Ini]

Bisa beli barang mewah tentu bisa bayar pajak, kan?

Kesimpulannya, kalau kamu masuk dalam daftar kategori di atas, kamu wajib jadi teladan buat patuh bayar pajak. Buat kamu yang gak masuk dalam golongan di atas namun masuk sebagai wajib pajak, kamu pun mesti ingat bayar pajak.

Intinya, sebagai warga negara yang baik, masing-masing dari kita harus ingat kewajiban penting ini. Toh, manfaatnya bukan cuma buat pemerintah aja, tetapi buat semuanya, termasuk diri sendiri.

Helda
Helda

Tidak normal tapi spesial. Blogger merangkap content writer yang secara ajaib tersesat di bidang keuangan. Semua tulisan di sini tersedia berkat bantuan kopi tanpa gula.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560