Anggaran Naik Tiap Tahun, Tapi Kinerja DPR 2014-2019 Tak Sesuai Target

3 menit
DPR RI
Anggaran Naik Tiap Tahun, Tapi Kinerja DPR 2014-2019 Tak Sesuai Target, (Ilustrasi/Shutterstock).

Anggota DPR RI 2014-2019 telah selesai menyelesaikan tugasnya. Pekerjaan mengabdi untuk masyarakat pun diserahkan anggita DPR periode baru 2019-2024. 

Selama lima tahun mereka telah menyerap aspirasi masyarakat dan mengesahkan beberapa undang-undang yang ditujukan untuk kemaslahatan negara. Penuh prestasi tapi juga tak sedikit kontroversi menyertai periode ini. 

Seperti misalnya pergantian ketua yang sampai tiga kali dalam lima tahun, hingga banyaknya anggota DPR terciduk KPK karena kasus korupsi. Salah satu kasus yang paling menggegerkan adalah kasus korupsi yang menyeret mantan ketua DPR saat itu, Setya Novanto. 

Sementara kinerja DPR RI dalam menjalankan fungsi legislasinya dinilai juga kurang memuaskan. Berikut ini ulasannya dikutip dari berbagai sumber. 

Baca juga: Menteri Terkaya! Ini Puluhan Aset Puan Maharani Senilai Rp 300 M

Undang-undang yang disahkan DPR RI tak sesuai target 

DPR RI
Masa jabatan anggota DPR periode 2014-2019 telah usai nih, (Ilustrasi/Shutterstock).

Salah satu tugas DPR RI yang paling bisa diukur adalah tugas-tugasnya dalam menjalankan fungsi legislasi. Di dalam fungsi ini, anggota DPR memiliki kewenangan untuk menyusun Program Legislasi Nasional (Prolegnas), menyusun dan membahas rancangan undang-undang, sampai menetapkan UU bersama Presiden. 

Prolegnas sendiri merupakan instrumen perencanaan yang memuat skala prioritas peraturan perundang-undangan yang dirumuskan dalam rentan periode tertentu. Artinya setiap tahunnya DPR RI memiliki skala prioritas rancangan undang-undang apa yang ingin dibahas dan disahkan selama satu tahunnya. 

Pada anggota DPR periode 2014-2019 ini sayangnya mereka tidak berhasil mengesahkan produk UU sesuai dengan yang tertuliskan di Prolegnas. Dikutip dari Katadata, Anggota Periode ini cuma berhasil mengesahkan 32 UU dari targetnya yang mencapai ratusan UU. Berikut ini rinciannya, 

  • 2015: Mengesahkan 3 RUU (targetnya di Prolegnas 40 RUU)
  • 2016: Mengesahkan 11 RUU (targetnya di Prolegnas 51 RUU)
  • 2017: Mengesahkan 6 RUU (targetnya di Prolegnas 52 RUU)
  • 2018: Mengesahkan 6 RUU (targetnya di Prolegnas 50 RUU)
  • 2019: Mengesahkan 6 RUU (targetnya di Prolegnas 55 RUU) 

Salah satu produk undang-undang yang disahkan juga sempat menimbulkan kontroversi, bahkan hingga saat ini, yaitu revisi UU KPK yang baru disahkan di ujung masa jabatan. 

Di dalam UU KPK terbaru itu, masyarakat menilai beberapa pasal yang disahkan DPR justru melemahkan lembaga anti-rasuah. Seperti misalnya KPK tidak lagi menjadi lembga independen, penyadapan KPK harus izin terhadap dewan pengawas, KPK tidak bisa membuka kantor perwakilan, dan masih banyak lagi. 

Akibatnya, ribuan bahkan ratusan ribu mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia turun ke jalan dengan salah satu tuntutannya memprotes UU KPK yang baru. 

Baca juga: Pernah Jadi Pengacara dan Anggota DPR, Segini Kekayaan Menteri Yasonna Laoly

Padahal anggarannya naik terus setiap tahun bagi DPR RI

DPR RI
Padahal anggarannya naik terus setiap tahun bagi DPR, (Ilustrasi/Shutterstock).

Tugas melaksanakan fungsi legislasi DPR RI periode 2014-2019 kurang memuaskan, karena tidak sesuai dengan target yang telah mereka tetapkan sendiri. Padahal, kalau dilihat dari anggaran yang diberikan negara ke lembaga tersebut selalu naik dari tahun ke tahun. Berikut ini datanya dikutip dari Katadata

  • 2015: Total anggaran Rp 3,6 triliun
  • 2016: Total anggaran Rp 3,7 triliun
  • 2017: Total anggaran Rp 4,2 triliun
  • 2018: Total anggaran Rp 4,6 triliun
  • 2019: Total anggaran Rp 4,6 triliun 

Pada tahun 2020 nanti, anggaran yang telah ditetapkan di dalam APBN untuk lembaga DPR RI sebesar Rp 5,11 triliun. Semoga saja, dengan peningkatan anggaran ini, kinerja wakil rakyat bisa memuaskan demi kesejahteraan masyarakat. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.