AS Mencak-Mencak Dronenya Ditembak Jatuh Iran, Memang Seberapa Mahal Sih?

3 menit
drone global hawk
Drone Global Hawk. (Shutterstock)

Ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran kian meningkat pasca ditembaknya drone Global Hawk. Beritanya nih, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), angkatan bersenjata Iran, mengklaim telah menembak jatuh pesawat tanpa awak milik militer Amerika Serikat.

Informasi ditembaknya Global Hawk ini disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif dalam cuitannya di akun @JZarif. Disebutkan dalam cuitannya, pesawat tanpa awak yang dicurigai melakukan misi mata-mata tersebut lepas landas dari Uni Emirat Arab.

Global Hawk yang terbang dengan mode siluman terdeteksi militer Iran memasuki wilayahnya. Tindakan pun diambil dengan menembak jatuh pesawat tanpa awak tersebut pada pukul 04:05.

Benar aja. Kabar ditembak jatuhnya Global Hawk dapat reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam jumpa pers, Trump menyebut Iran telah melakukan kesalahan besar.

Entah kira-kira seperti apa kelanjutan dari hubungan kedua negara yang problematik ini. Bisa aja tindakan lebih serius bakal diambil Amerika Serikat sebagai aksi pembalasan.

Bicara soal drone Global Hawk yang hancur berkeping-keping setelah ditembak, rupanya pembuatan pesawat tanpa awak ini menelan dana yang gak sedikit lho. Penasaran kenapa satu unitnya bisa begitu mahal? Cari tahu yuk dalam ulasan berikut ini.

Baca juga: Intip Harga 7 Alutsista TNI yang Canggih, Salah Satunya Jet Termahal di Dunia!

Ongkos pembuatan drone Global Hawk telan dana US$ 176 juta atau Rp 2,48 triliun

drone global hawk
Buatan Northrop Grumman. (Instagram/@northropgrumman)

Times dalam artikelnya menyebut ongkos yang dibutuhkan buat memproduksi satu unit drone RQ-4 Global Hawk mencapai US$ 176 juta atau sekitar Rp 2,48 triliun. Tentu aja dana sebesar itu merupakan dana yang fantastis.

Malahan narasumber Times mengatakan kalau dana pembuatan Global Hawk pada tahun 2011 tersebut sama dengan sepuluh kali harga drone Predator dan Reaper. Kedua drone yang disebut belakangan juga digunakan militer Amerika Serikat.

Menariknya nih, Global Hawk bukanlah pesawat siluman. Pesawat tanpa awak ini dipakai dengan tujuan buat pengawasan sekaligus mengumpulkan data.

Itulah kenapa Global Hawk terbang perlahan dan gampang ditangkap radar. Walaupun begitu, pesawat yang diproduksi sejak tahun 1998 ini bisa terbang di ketinggian hingga 60 ribu kaki atau 18,28 kilometer. Itu dua kali ketinggian terbang pesawat komersial.

Pesawat milik Angkatan Udara Amerika Serikat ini lebih sering digunakan buat melakukan pengawasan di atas laut. Berbekal dengan kamera berdefinisi tinggi dan inframerah, drone Global Hawk dapat mengumpulkan data sebanyak-banyaknya.

Hebatnya lagi, drone ini dipasangi teknologi yang dapat menyadap obrolan telepon dan radio lho. Makanya Global Hawk menjadi andalan dalam menjalankan misi mata-mata.

Baca juga: Capai Rp 38 Triliun! Ini 5 Senjata Mematikan Termahal di Dunia

Seperti apa spesifikasi drone RQ-4 Global Hawk ini?

drone global hawk
Global Hawk. (Wikimedia Commons)

Dengan ongkos pembuatan yang tembus triliunan rupiah, pastinya drone Global Hawk punya spesifikasi yang mumpuni. RQ-4 Global Hawk sendiri diketahui merupakan drone produksi Northrop Grumman.

Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek New York ini memang dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di industri pertahanan. Tercatat, Northrop Grumman memproduksi pesawat tempur, drone, kapal tempur, misil, sistem pertahanan misil, meriam, senjata serbu, hingga satelit.

Lalu, seperti apa spesifikasi drone RQ-4 Global Hawk yang ditawarkan Northrop Grumman? Berikut ini rinciannya.

Spesifikasi Drone RQ-4 Global Hawk
Panjang sayap (wingspan) 39,9 m
Panjang (length) 14,5 m
Tinggi (height) 4,7 m
Berat kotor lepas landas (gross takeoff weight) 14.628 kg
Ketinggian maksimum (maximum altitude) 18,3 km
Muatan (payload) 1.360 kg
Jangkauan maksimum (ferry range) 22.780 km
Loiter velocity 310 knots TAS
Daya tahan maksimal (maximum endurance) 32 jam lebih

Itu tadi ulasan mengenai drone Global Hawk yang ditembak jatuh militer Iran. Menariknya nih apakah dengan ditembak jatuhnya drone produksi Northrop Grumman ini, penjualan pesawat ini nantinya menurun atau stabil-stabil aja? Kira-kira menurutmu gimana? (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!