3 Keuntungan Lapor SPT Pajak Menggunakan e-Filing

2 menit
e-Filing
Shutterstock

Bagi kamu yang belum melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak periode 2018 ada baiknya coba lapor menggunakan e-Filing. Selain lebih cepat dan praktis, pelaporan melalui mekanisme online juga gak akan menyita waktu kerja kamu.

Seperti kita ketahui, Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menentukan batas akhir pelaporan SPT pajak 2018 untuk wajib pajak orang pribadi pada 31 Maret 2019. Untuk itu sebaiknya kamu bergegas melapor sebelum nanti menumpuk di akhir waktu.

Sementara untuk menghindari risiko server overload dan gagal atau terlambat lapor, DJP mengimbau wajib pajak untuk segera melapor. Mereka secara elektronik baik menggunakan e-Filing maupun e-Form di portal DJP Online (https://djponline.pajak.go.id/account/login).

Kamu tanpa harus antre atau kunjungan ke kantor pajak terdekat. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan, pelaporan secara online setidaknya memberikan beberapa keuntungan bagi wajib pajak.

Sebab, pelaporan online tidak lagi membutuhkan dokumen-dokumen kertas, tetapi sudah seluruhnya online dan digital.

1. Hemat Waktu

Hesti menuturkan, keuntungan yang didapatkan oleh wajib pajak jika melaporkan SPT melalui online akan menghemat waktu karena tidak perlu ke kantor pajak. Sebab, menjelang batas akhir pelaporan SPT biasanya kantor pajak akan dipenuhi oleh wajib pajak yang mengantre untuk melaporkan SPT.

2. Fleksibel

Selain menghemat waktu, pelaporan melalui e-Filing juga memberikan fleksibilitas bagi wajib pajak. Sebab wajib pajak bisa melakukan dimana saja, kapan saja, tanpa harus terkendala waktu dan jarak, hanya saja perlu menggunakan koneksi internet.

3. Fitur Lengkap

Kemudian, pelaporan melalui mekanisme online juga dilengkapi berbagai fitur yang memberikan kemudahan bagi wajib pajak. “Jauh lebih mudah karena sudah dilengkapi dengan fitur auto-calculationsehingga jumlah pajak yang terutang serta status laporan dapat langsung diketahui,” kata Hestu.

Sementara itu, sebelum menggunakan layanan pelaporan online, wajib pajak perlu memiliki nomor electronic filing identification number atau EFIN. Nomor ini bisa didapatkan di kantor pajak terdekat dengan terlebih dahulu mengisi formulir permohonan EFIN pada situs Ditjen Pajak.

  1. Dapatkan EFIN (electronic filing identification number) di Kantor Pelayanan Pajak terdekat atau cek inbox email apabila sudah pernah memperoleh EFIN.
  2. Kemudian, apabila lupa EFIN, hubungi Kring Pajak di nomor telepon 1500 200, atau Twitter @kring_pajak (https://twitter.com/kring_pajak).
  3. Dengan menggunakan EFIN, daftar sebagai pengguna DJP Online dan mulai gunakan ragam fasilitas elektronik termasuk e-Filing dan e-Form untuk lapor pajak, serta e-Billing untuk mendapatkan kode bayar.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!