4 Kunci Ekonomi Indonesia Bakal Meroket Menurut Sri Mulyani

1 menit
Menter Keuangan Sri Mulyani (Shutterstock)
Menter Keuangan Sri Mulyani (Shutterstock)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan ada empat hal penting yang mampu mendongkrak laju ekonomi Indonesia.

Keempat kunci tersebut antara lain competitiveness (daya saing), productivity (produktifitas), inovasi dan riset.

Competitiveness, productivity tergantung inovasi dan riset. Oleh karena itu kita membuat policy mengenai riset dan inovasi menggunakan instrumen fiskal competitiveness and productivity. Tergantung dari kualitas birokrasi maka presiden birokrasi,” ujarnya Menkeu di Grand Sahid, Jakarta.

Menurut, Sri Mulyani, keempat faktor tersebut terus dilakukan oleh pemerintah dalam rangka untuk meningkatkan kualitas dan mutu perekonomian Indonesia.

Disamping itu, pemerintah juga terus berupaya menurunkan tingkat kemiskinan maupun kesenjangan sosial di Indonesia.

“Pada saat yang sama kita tetap fokus untuk mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kesenjangan. Kita akan menggunakan seluruh policy (kebijakan) yang ada,” paparnya.

Birokrasi Hambat Investasi

Sementara itu, Sri Mulyani menilai hambatan sistem birokrasi di Indonesia masih menjadi ganjalan bagi ekonomi. Utamanya investasi terutama arus modal masuk ke Indonesia.

Investment, commodity price, belum pick up. Problem kita ada dua, investment dan ekspor. Makannya Presiden Joko Widodo berkali-kali menyampaikan untuk investment dan ekspor dibenahi,” jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank dunia ini menyampaikan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk membenahi sistem birokrasi dalam negeri. 

Tak tinggal diam, pemerintah juga terus membenahi sistem birokrasi di Indonesia dengan berbagai kebijakan. Seperti tunjangan kinerja, perbaikan kontrak kerja, serta aturan kinerja pemerintahan agar kinerja para birokrat kian membaik.

Kendati demikian, belum memberikan angin segar bagi arus masuk investasi.

Bahkan, Presiden Joko Widodo meminta kepada para menteri agar melihat penggunaan anggaran apakah sudah dialokasikan untuk menarik investasi.

“Pak Presiden bilang, tolong dilihat lagi APBN apakah benar-benar sudah dialokasikan dengan baik,” jelasnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.