Luhut Pandjaitan: Kata Siapa Ekonomi Indonesia Loyo?

2 menit
Ekonomi Indonesia (Shutterstock)
Ekonomi Indonesia (Shutterstock)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menepis kabar bahwa eknomi nasional saat ini sedang loyo. Bahkan Luhut mengajak agar para pelaku bisnis, masyarakat untuk tetap optimis tehadap perkembangan ekonomi nasional.

“Jadi kita nggak perlu ragu bahwa Indonesia akan menjadi negara besar tahun 2045. Jangan pernah ragu bahwa Indonesia negara besar. Orang-orang pesimis itu adalah orang-orang yang loser,” ujar Luhut di Jakarta.

Luhut menegaskan, perekonomian nasional saat ini tidak dalam kondisi yang lemah. Di tengah pelemahan ekonomi dunia, mulai dari nilai tukar rupiah dengan dolar Amerika Serikat (AS), pertumbuhan ekonomi, ekspor Indonesia, dan sebagainya Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara lain.

Menurutnya, sekarang bukan saatnya untuk pesimis terhadap perekonomian nasional, sebab saat ini pemerintah terus megenjot pertumbuhan dengan berbagai cara. “Kita lihat performa ini dengan data yang ada. Jadi kita tidak perlu pesimis yang berlebihan, kalau ada orang doktor ekonomi bilang Indonesia ekonominya jelek, mungkin doktornya tidak jelas itu,” tegas Luhut.

Akan tetapi, Luhut menegaskan Indonesia tak boleh berdiam diri, Indonesia perlu melakukan hilirisasi industri. Agar ekonomi nasional tidak lagi bergantung pada sumber daya alam semata, sebab jika bergantung kepada sumber daya alam maka ketika harga harga komoditas anjlok, ekonomi juga akan terdampak.

“Sekarang kita bergantung pada harga komoditas dan berpuluh-puluh tahun tidak kita lihat bahwa ada added value. Nah sekarang ini pemerintah selama 4-5 tahun terakhir ini selalu melihat added value untuk dikembangkan di Indonesia,” papar Luhut.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Baik

Sebelumnya, Direktur Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri), Panji Irawan mengatakan, meski menghadapi tantangan ekonomi global yang tidak menentu. Pertumbuhan ekonomi nasional masih menggembirakan. Apalagi jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya.

Tercatat pada kuartal II tahun 2019, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05 persen, sementara pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2019 sebesar 5,07 persen.

“Kita masih harus bersyukur karena pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara emerging markets lainnya,” kata Panji di Jakarta.

Panji mengatakan, meskipun pertumbuhan ekonomi nasional dibawah harapan banyak pihak, akan tetapi perlu disyukuri. Sebab perekonomian nasional masih berjalan dengan baik dan mencatatkan pertumbuhan.

“Beberapa negara berkembang lainnya pada saat yang bersamaan juga mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan Indonesia. Antara lain Malaysia yang tumbuh 4,9 persen, Thailand 3,7 persen, Brasil 1,01 persen, dan Rusia 0,9 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 mencapai 5,07 persen. Naik tipis dibanding kuartal I 2018 sebesar 5,06 persen. Pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh belanja pemerintah.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, realisasi belanja pemerintah pada kuartal I 2019 mencapai Rp452,06 triliun. Jauh lebih bagus dibandingkan kuartal I 2018 yang hanya mencapai Rp419,44 triliun. Realisasi belanja terutama didorong oleh transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) serta belanja pemerintah.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.