Ekonomi Indonesia Terbesar Ke-5 di Dunia, Kita Dapat Apa?

Ekonomi Indonesia

Menteri Ekonomi Sri Mulyani Indrawati menyatakan ekonomi Indonesia akan menjadi yang ke-5 terbesar di dunia pada 2045. Pentingkah status itu buat kita para warga?

Kondisi ekonomi dan politik Indonesia secara umum memang membawa aura pesimisme yang kuat. Gak jarang celetukan “rasanya gue pengin pergi aja dari Indonesia” terdengar.

Bagaimana lagi? Orang susah-susah bayar pajak, eh, ditilep bandit yang meski udah masuk penjara masih bisa keluyuran ke mana saja.

Orang naruh harapan ke kepala daerah agar bisa membawa kemajuan, eh malah dicokok KPK menjelang pilkada. Yang juga parah, wakil rakyat yang semestinya membawa amanat masyarakat malah bikin emosi karena terjerat korupsi.

Terlepas dari segala kejadian yang gak mengenakkan di atas, masih ada secercah harapan bahwa Indonesia bisa berjaya. Setidaknya pada 2045 seperti proyeksi Bu Menteri.

Pertumbuhan ekonomi amatlah penting buat warga di suatu negara. Bukan hanya pejabatnya.

Jika benar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melejit seperti prediksi Kementerian Keuangan, rakyat bakal mendapat sederet manfaat langsung. Terutama buat yang berprofesi sebagai wiraswasta, pertumbuhan ekonomi bisa membawa keuntungan finansial secara signifikan.

Berikut ini dampak yang bisa langsung dirasakan rakyat ketika ekonomi Indonesia tumbuh pesat:

1. Investasi makin moncer

ekonomi indonesia
Ekonomi tumbuh, investasi meningkat, rakyat sejahtera. Begitu teorinya (hidayatullah.com)

Salah satu indikasi ekonomi bertumbuh baik adalah iklim investasi yang baik pula. Artinya, ada peluang investasi makin moncer.

Buat yang sudah terjun ke dunia investasi, meski yang sederhana seperti koleksi emas atau properti, ini adalah kabar bagus. Harga emas bakal menanjak stabil, begitu pula properti.

Tapi yang paling banyak mendapat dampak positif pertumbuhan ekonomi adalah investor tingkat lanjut, misalnya yang bermain reksa dana dan saham. Tumbuhnya ekonomi akan membuat investor mendapat kepastian investasi.

Sebetulnya, kedua hal itu saling menunjang. Saat iklim investasi baik, ekonomi pun tumbuh baik. Demikian pula sebaliknya. Ekonomi yang tumbuh memberi peluang investasi lebih besar.

Jadi, yang belum berstatus “investor”, belum terlambat untuk merintis upaya finansial ini. Mumpung belum 2045.

[Baca: 7 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Buat yang Bergaji Rp 4 Juta]

2. Lapangan kerja melimpah

ekonomi indonesia
Arena job fair udah kayak stasiun pas musim mudik? Kalau ekonomi tumbuh seharusnya udah gak begitu (kompasiana)

Tumbuhnya ekonomi Indonesia berarti iklim usaha makin bagus. Ujungnya, pengusaha bakal dinaungi optimisme untuk memperluas bisnisnya.

Selain itu, bibit-bibit pengusaha baru bukan mustahil bertebaran, terutama di kota besar. Dua hal itu berujung pada satu dampak positif: bertambahnya lapangan kerja.

Sarjana ataupun bukan, ada dua pilihan yang tersedia ketika sudah memasuki dunia kerja jika pertumbuhan ekonomi baik, yaitu menjadi wirausaha atau pekerja. Menjadi pekerja bukanlah pilihan buruk.

Gak semua orang bisa mengambil peran sebagai pengusaha. Justru beberapa orang bisa lebih sukses ketika menjadi pekerja.

[Baca: Ini Cara Mengatur Keuangan yang Simpel tapi Kerap Terlupakan]

3. Kesejahteraan melejit

ekonomi indonesia
Semoga dengan tumbuhnya ekonomi petani bisa panen dengan senyum bahagia tanpa ditemani politisi (tribunnews)

Indikator tumbuhnya ekonomi adalah kesejahteraan rakyat meningkat. Contoh konkretnya adalah rakyat gak susah beli bahan makanan pokok di pasar.

Itu berarti peluang kita sebagai rakyat untuk menaikkan derajat kesejahteraan lebih terbuka. Tinggal cara kita masing-masing untuk memanfaatkan peluang yang tersedia.

Terjangkaunya harga-harga barang bukan berarti kita mesti membelinya. Terutama barang konsumtif ya.

Daya beli yang naik seiring dengan naiknya angka pertumbuhan mesti diimbangi dengan kemampuan mengatur keuangan. Tanpa pengaturan finansial itu, daya beli yang tinggi malah bisa jadi senjata makan tuan karena menjadi boros lantaran merasa punya duit untuk beli ini-itu.

4. Infrastruktur maju

ekonomi indonesia
Proyek infrastruktur boleh banyak, tapi tetap harus aman (topmetro.news)

Ekonomi Indonesia yang tumbuh menandakan pemerintah punya pendapatan yang cukup untuk pembangunan. Infrastruktur pastinya menjadi salah satu prioritasnya.

Di antaranya jalan, jembatan, serta sarana transportasi. Bisnis kita, kalau berstatus pengusaha, pastinya bakal lebih mudah dan murah dengan jalan yang mulus merata.

Adapun pembangunan transportasi bakal membuat kita lebih nyaman bepergian, misalnya ke dan dari tempat kerja. Ongkos transportasi pun bisa jadi lebih murah.

Sederet poin positif di atas hanya bisa dicapai jika pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target. Bukan mustahil Indonesia sudah jadi negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia sebelum 2045.

Proses menuju posisi itu pun sebetulnya sudah bisa kita nikmati dari segi finansial. Namun upaya menumbuhkan ekonomi yang dijalankan pemerintah perlu dukungan kita selaku masyarakat.

Salah satu caranya adalah dengan menjaga kondisi dan situasi tetap kondusif. Tahu sendiri dong sekarang menjelang pilkada dan pemilu, isunya macam-macam.

Hoax bertebaran di mana-mana. Keberadaan hoax ini bisa memicu situasi ekonomi yang tak menentu. Jangan sampai berkontribusi terhadap kesemrawutan yang bisa menghalangi pertumbuhan ekonomi ini ya.

[Baca: Mau Investasi Tabungan Dolar? Cari Tahu Cara Bermainnya di Sini!]

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560