Ekonomi Indonesia Mentok di 5,17 Persen, Gimana dengan Negara-Negara Asean Ini?

4 menit
Indonesia sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang ekonominya mentok di 5,17 Persen (Shutterstock)

Indonesia sebagai salah satu negara Asia Tenggara mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen pada tahun 2018 lalu. Kalau Indonesia cuma bisa mencapai angka segitu, bagaimana dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya?

Sebagaimana yang mungkin udah kamu tahu, catatan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 ini mendapat tanggapan yang positif maupun negatif.

Salah satunya yang santer banget diberitakan adalah, tanggapan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto yang gak puas dengan pencapaian tersebut.

Meski cukup banyak orang yang gak puas, dan gak sedikit yang maklum dengan pencapaian tersebut, faktanya ekonomi Indonesia tahun 2018 bertumbuh sedikit lebih tinggi di bandingkan tahun 2017 yang berada di angka 5,07 persen.

Kalau Indonesia cuma bisa mencapai 5,17 persen, gimana dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya? Apakah ada yang melebihi Indonesia?

Yuk, kita cari tahu dalam ulasan berikut ini:

1. Singapura

Negara Asia Tenggara
Singapura termasuk negara Asia Tenggara (Shutterstock)

Salah satu negara paling kaya di dunia ini harus puas dengan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 3,2 persen pada tahun 2018. Angka yang dicapai Singapura ini lebih rendah dibanding tahun 2017 yang mencapai 3,7 persen.

Perlambatan ekonomi di Singapura ini merupakan konsekuensi perang dagang yang dicetuskan Amerika Serikat.

Melambatnya perkembangan ekspor dan permintaan impor dari Cina menjadi efek negatif perang dagang yang kemudian berimbas ke ekonomi Singapura.

Baca juga: Biar Gak Gagal Paham, Ini Lho yang Perlu Dipahami dari Pertumbuhan Ekonomi

2. Brunei Darussalam

Negara Asia Tenggar
Brunei Darussalam negara Asia Tenggara (Shutterstock)

Lain lagi dengan Brunei Darussalam. Perekonomian negara Asia Tenggara ini tercatat cuma bertumbuh sebesar 2,31 persen pada tahun 2018.

Angka yang dicapai negara Asia Tenggara yang kaya minyak ini lebih besar di bandingkan angka tahun 2017 yang mencapai 1,33 persen.

Bertumbuhnya ekonomi di Brunei Darussalam ditopang ekstraksi minyak seperti yang dilaporkan Asian Development Bank (ADB).

Selain minyak, ekonomi Brunei Darussalam juga ditopang ekstraksi gas dan perkembangan di sektor industri.

Baca juga: Gara-Gara 4 Resesi Ini, Ekonomi Amerika Serikat Sempat Tersungkur

3. Thailand

Negara Asia Tenggara
Filipina sebagai negara Asia Tenggara (Shutterstock)

Sementara Thailand pada tahun 2018 mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,59 persen.

Seperti yang dipublikasikan CEIC Data, ekonomi Thailand bertumbuh dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 3,90 persen.

Informasinya, sektor pariwisata dan ekspor menjadi pendorong bertumbuhnya ekonomi di Thailand. Negara Asia Tenggara yang satu ini emang diketahui menggantungkan ekonominya pada ekspor dan pariwisata.

4. Filipina

Negara Asia Tenggara
Filipina termasuk negara Asia Tenggara (Shutterstock)

Lebih besar di bandingkan Indonesia, negara Asia Tenggara yang satu ini mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6,52 persen pada tahun 2018. Bahkan, angka pertumbuhan tersebut lebih besar daripada yang dicapai Singapura dan Thailand.

Meski begitu, rupanya angka pertumbuhan ekonomi Filipina di tahun 2018 alami kemerosotan dibandingkan tahun 2017 yang tercatat sebesar 6,69 persen.

Beberapa sektor menjadi penggerak utama ekonomi Filipina di tahun 2018. Mulai dari sektor konstruksi, perdagangan dan perbaikan kendaraan dan barang-barang rumah tangga, dan layanan lainnya.

5. Malaysia

Negara Asia Tenggara
Malaysia termasuk negara Asia Tenggara (Shutterstock)

Sepanjang tahun 2018, ekonomi Malaysia cuma mampu bertumbuh sebesar 4,7 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai 5,89 persen.

Perlambatan ekspor menjadi sebab perlambatan ekonomi Malaysia di tahun 2018. Meski begitu, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang signifikan dari pertumbuhan ekonomi Malaysia di tahun 2018.

6. Vietnam

Negara Asia Tenggara
Vietnam termasuk negara Asia Tenggara (Shutterstock)

Perlambatan ekonomi juga dialami Vietnam. Pencapaian negara Asia Tenggara ini di tahun 2018 cuma sampai di angka 6,60 persen. Padahal, sepanjang tahun 2017, Vietnam bisa mencatatkan pertumbuhan hingga 6,81 persen.

Bertumbuhnya ekonomi Vietnam di tahun 2018 ditopang sektor komoditas, investasi, dan pariwisata. Prediksinya, Vietnam kalau ekonominya bertumbuh pesat bisa menyusul Indonesia tiga hingga lima tahun lagi.

7. Kamboja

Negara Asia Tenggara
Kamboja termasuk negara Asia Tenggara (Shutterstock)

Negara Asia Tenggara berikutnya yang ekonominya bertumbuh hingga 6 persen di tahun 2018, yaitu Kamboja. Dari data yang dihimpun StatisticsTimes, pertumbuhan ekonomi Kamboja tercatat pada angka 6,95 persen pada tahun 2018.

Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 6,85 persen. Bertumbuhnya ekonomi Kamboja didorong meningkatnya investasi di manufaktur dan pertanian. Terus naiknya ekspor garmen dan alas kaki.

8. Laos

Negara Asia Tenggara
Laos sebagai salah satu negara Asia Tenggara (Shutterstock)

Negara Asia Tenggara yang satu ini juga mengalami perlambatan ekonomi. Buktinya, Laos cuma mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,79 persen di tahun 2018. Sementara di tahun 2017 ekonomi Laos bisa bertumbuh hingga 6,89 persen.

Laos menggantungkan perekonomiannya pada ekspor sumber daya alam. Menurunnya permintaan sumber daya alam dari Laos cukup memengaruhi pertumbuhan ekonomi negara ini.

9. Myanmar

Negara Asia Tenggara
Myanmar salah satu negara Asia Tenggara (Shutterstock)

Satu lagi negara Asia Tenggara yang ekonominya bertumbuh di kisaran 6 persen, yaitu Myanmar. Pada 2018, Myanmar mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 6,4 persen. Angka tersebut merosot dibandingkan angka tahun 2017 yang sebesar 6,8 persen.

Perlambatan di sektor manufaktur, konstruksi, investasi, dan transportasi menjadi pemicu melambatnya ekonomi Myanmar. Untungnya, sektor pertanian dan telekomunikasi bertumbuh kuat di tahun 2018.

Itulah ulasan mengenai pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia Tenggara. Semoga informasi ini bermanfaat ya! (Editor: Chaerunnisa)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!