Bahas Ekonomi Syariah: Jokowi Buka Halal Park, Sandiaga Soroti Bank Syariah

5 menit
Ekonomi syariah
Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno membahas ekonomi syariah dalam debat capres kelima (YouTube)

Ekonomi syariah salah satu topik pembahasan dalam debat capres dan cawapres kelima di Hotel Sultan, Senayan-Jakarta, Sabtu 13 April 2019. Tema dalam debat tersebut ialah soal ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, dan industri.

Kedua capres dan cawapres baik dari nomor urut 1 Jokowi – Ma’ruf Amin maupun nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno sama-sama memaparkan tentang rencana mereka terkait tema tersebut. Termasuk, di bidang ekonomi syariah.

Ketika Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin memamerkan keberhasilan mengenai keuangan dan ekonomi syariah, Cawapres nomor undian 2 Sandiaga Uno justru memberikan data penyanggah.

Hal tersebut terjadi saat kedua pasangan peserta Pilpres 2019 diberikan pertanyaan oleh moderator.

“Strategi dan kebijakan konkret apa yang bakal dilakukan untuk merealisasikan potensi ekonomi serta keuangan syariah, dan menempatkan Indonesia jadi pemain utama ekonomi syariah global?” tanya sang moderator di debat pamungkas tersebut.

Mengenai ekonomi syariah, kedua capres dan cawapres memaparkan pandangan mereka, termasuk keberhasilan Indonesia di bidang tersebut:

Industri halal

Ekonomi syariah
Jokowi dan Ma’ruf Amin menjelaskan tentang industri halal terkait topik ekonomi syariah (debat capres cawapres ke-5)

Cawapres nomor undi 1 Maruf Amin mendapat giliran pertama menjawab pertanyaan moderator tersebut.

”Untuk mengembangkan itu, kami akan membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah, yang diketuai presiden sendiri. Ini untuk mengembangkan ekonomi dan menjadikan Indonesia sentral keuangan Islam di dunia,” kata Maruf Amin.

Lebih lanjut, Ma’ruf Amin menjelaskan, para pelaku usaha halal di berbagai bidang juga bakal dikuatkan agar bisa memperluas pasar hingga tingkat global.

”Kami ingin mendorong industri halal akan distimulasikan untuk dalam dan luar negeri. Sekarang lebih beruntung, karena standar halal kita jadi standar dunia, sudah jadi acuan,” jelas Ma’ruf.

Sementara Capres nomor urut 1 Jokowi menuturkan, Indonesia kekinian sudah diakui sebagai kekuatan besar ekonomi serta keuangan syariah di dunia.

”Kita punya kekuatan besar dalam keuangan syariah, dan ekonomi syariah. Kita dinobatkan sebagai nomor satu di bidang wisata halal,” ungkapnya.

Baca juga: Punya Kekayaan Rp 4,34 Triliun, Ternyata Ini 5 Bisnis Sandiaga Uno

Jokowi juga memaparkan, pemerintahannya akan segera membuka wisata Halal Park yang berlokasi di Jakarta. Jokowi mengharapkan, Halal Park dapat mendukung industri wisata syariah di Indonesia.

“Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita punya kekuatan besar di keuangan syariah, dan saat ini dinobatkan sebagai negara nomor 1 di bidang wisata halal, maka sebentar lagi kita akan segera membuka ‘Halal Park’ di dekat GBK,” imbuhnya.

“Kita akan fokus dan berkonsentrasi pada produk halal, maka minggu depan kita resmikan “Halal Park” serta akan kita kembangkan lagi menjadi sebuah distrik,” sambung Jokowi.

Namun, Cawapres nomor urut 2 Sandiaga Uno justru memberikan data berbeda. Dia mengatakan, dalam Global Islamic Economic Index, Indonesia berada di peringkat 10.

Padahal, sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia, ranking Indonesia mestinya lebih baik.

“Sementara Indonesia juga berada pada posisi empat negara sebagai importir produk halal di dunia. Harusnya, kita yang memproduksi barang halal,” imbuh Sandiaga.

Bank syariah

Ekonomi syariah
Prabowo dan Sandiaga Uno menyoroti tentang bank syariah terkait topik ekonomi syariah (Debat capres cawapres ke-5)

Data Sandiaga lantas ditanggapi oleh Maruf Amin. Dia menuturkan, Indonesia sudah sejak lama membangun kekuatan ekonomi dan keuangan syariah, juga produk halal.

”Sekarang sudah banyak hasil dicapai. Bahkan, produk sukuk kita terbesar di dunia. Karena itu kami bertekad perbankan syariah menjadi terbesar di dunia, asuransi juga, jelasnya.

“Karena itu, apabila dimungkinkan, kami akan mempercepat proses pengembangannya dengan membentuk Badan Pengembangan Ekonomi Syariah,” lanjut dia.

Namun, ketika diberi kesempatan memberi tanggapan, Sandiaga membeberkan data berbeda.

“Saya melihat, Indonesia seharusnya mempunyai bank syariah yang terbesar di ASEAN. Tapi saya terenyuh, pusat keuangan syariah bukan di Jakarta, malah ada di Hong Kong dan London,” jelasnya.

Berbicara mengenai ekonomi syariah, buat kamu yang pengin tahu lebih jauh apa itu ekonomi syariah dan potensi apa saja yang bisa dikembangkan di bidang ini, ikuti di sini ya!

Ekonomi syariah dan karakteristiknya

Ekonomi syariah
Prabowo dan Sandiaga Uno menyoroti ekonomi syariah dalam debat capres dan cawapres ke-5

Perkembangan ekonomi syariah menjadi isu hangat di Indonesia. Selain menjadi agenda global, meningkatnya populasi muslim di dunia menjadi momentum untuk menguasai pasar tersebut.

Ekonomi syariah atau sering disebut juga Ekonomi Islam adalah bentuk percabangan ilmu ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah melandaskan syariat Islam, yang berasal dari Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’, dan Qiyas.

Baca juga: Bisikan Jokowi Saat Temani Iriana Belanja di Mal, Ini Isi Pesan Mautnya!

Hukum-hukum yang melandasi prosedur transaksi sepenuhnya untuk kemaslahatan masyarakat.

Kesejahteraan masyarakat ini tidak diukur dari aspek materil saja, namun juga mempertimbangkan dampak sosial, mental dan spiritual serta dampaknya pada lingkungan.

Ekonomi syariah
Jokowi dan Ma’ruf Amin menyoroti tentang ekonomi syariah dalam debat capres ke-5

Apa saja karakteristik dari ekonomi syariah? Berikut, beberapa karakteristik ekonomi syariah:

1. Sistem bagi hasil

Salah satu prinsip ekonomi syariah adalah pembagian kepemilikan yang mengedepankan keadilan Artinya, keuntungan yang diperoleh dari aktivitas ekonomi dibagi secara adil, misalnya dalam perbankan syariah ada bagian keuntungan untuk bank maupun untuk nasabah.

2. Menggabungkan nilai spiritual dan material

Ekonomi syariah hadir sebagai wujud dalam membantu perekonomian para nasabah untuk mendapatkan keuntungan sesuai ajaran Islam. Kekayaan yang diperoleh dari kegiatan ekonomi dapat digunakan untuk zakat, infaq, dan shodaqah sesuai ajaran Islam.

3. Kebebasan sesuai ajaran Islam

Ekonomi syariah memberikan kebebasan kepada para pelaku ekonomi untuk bertindak sesuai hak dan kewajiban menjalankan perekonomian dan kegiatan haruslah positif sesuai ajaran yang berlaku dan mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan.

4. Mengakui kepemilikan multi jenis

Artinya, kepemilikan dana dan harta dalam perekonomian sejatinya hanyalah milik Allah. Sehingga dalam menjalankan perekonomian sesuai dengan ajaran islam.

5. Terikat akidah, syariah, serta moral

Semua kegiatan ekonomi didasarkan pada akidah, syariah dan moral untuk menyeimbangkan perekonomian.

6. Menjaga keseimbangan rohani dan jasmani

Tujuan perekonomian syariah bukan sekedar keuntungan fisik, namun diarahkan untuk mendapatkan keuntungan dan ketenangan batin di dalam hidup.

7. Memberikan ruang pada negara dan pemerintah

Perekonomian syariah memberikan ruang kepada pemerintah dan negara untuk ikut bercampur tangan sebagai penengah apabila terjadi suatu permasalahan.

8. Melarang praktik riba

Salah satu bentuk riba adalah penambahan-penambahan pembayaran oleh orang yang memiliki harta kepada orang yang meminjam hartanya karena pengunduran janji pembayaran oleh pinjaman dari waktu yang telah ditentukan.

Dalam perekonomian syariah, praktik riba adalah hal yang dilarang.

Produk ekonomi syariah

Berbagai sektor industri halal perlu dikembangkan lebih masif, mulai dari kuliner, pariwisata, fashion, dan produk halal lainnya.

Dengan berbekal populasi muslim yang besar, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia harus bersaing di panggung internasional.

Karena itu, tak hanya menggarap potensi pasar domestik, pasar global perlu dibidik. Pasalnya, model bisnis ekonomi syariah tengah menjadi tren dunia.

Pengembangan ekonomi syariah bisa dilakukan secara serentak dan bersama-sama alias tidak berjalan masing-masing. Sehingga hasil yang didapatkan bagi negara, pengusaha dan bangsa menjadi lebih baik dan optimal.

Itulah ekonomi syariah yang menjadi pembahasan dalam debat kelima capres dan cawapres. Debat terakhir tersebut ditayangkan di empat stasiun TV yang akan menayangkan debat kelima yaitu TVOne, ANTV, Berita Satu, Net TV.

Sementara 10 panelis di debat kelima antara lain: Rektor Unair, Prof. Muhammad Nasih, Guru Besar FEB Universitas Tanjungpura, Prof. Eddy Suratman, Dosen FEB UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Muhammad Arief Mufraini.

Dekan FEB Universitas Diponegoro, Dr.Suhartono, Dekan FEB Universitas Sam Ratulangi, Dr.Herman Karamoy. Selanjutnya, Dekan FEB Universitas Udayana, Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, SE., M.Si.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Dr. Harif Amali Riva’i, Guru Besar ITB, Prof. Dr. Ir. Dermawan Wibisono. 

Dosen Community Development Unika Soegijapranata Semarang, Tukiman Taruno Sayoga Ph.D, dan Direktur Eksekutif Indonesia Global Justice (IGJ) Rahmi Hertanti‎.

Chaerunnisa
Chaerunnisa

Senang menulis dan belajar banyak hal. Semoga karya saya selalu bisa dinikmati dan bermanfaat bagi semua.