Rupiah Bakal Melemah, Emas Makin Dicari Orang!

2 menit
Emas Makin Dicari Orang (Shutterstock)
Emas Makin Dicari Orang (Shutterstock)

Bank Indonesia (BI) memprediksi nilai tukar rupiah akan sulit alami penguatan di kisaran Rp 13.000 terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Prediksi ini dengan mempertimbangkan adanya gejolak ekonomi global yang disebabkan oleh perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang belum kunjung mereda.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, Bank Indonesia memprediksi nilai tukar rupiah pada 2020 mendatang berada pada level Rp 13.900 hingga Rp 14.300 per dollar AS.

“Kami (BI) tidak berharap rupiah langsung menguat di bawah Rp14 ribu per dolar AS karena memang kondisi ekonomi global seperti itu,” kata Destry di Jakarta.

Destry mengungkapkan, semenjak terjadi ketegangan antara China dan AS dalam hal perdagangan, pergerakan nilai tukar rupiah cenderung mengalami penurunan.

Pergerakan rupiah cenderung bergerak pada level Rp14.100 hingga Rp14.200 per dollar AS dalam beberapa waktu belakangan. Pelemahan nilai tukar mata uang ini juga terjadi di beberapa negara berkembang lainnya.

“Perang dagang AS-China mendorong terjadinya depresiasi (penurunan) yuan China. Biar bagaimana pun yuan merupakan salah satu simbol mata uang negara berkembang. Saat yuan terdepresiasi itu akan mendorong mata uang lain terdepresiasi,” papar Destry.

Tercatat, nilai tukar rupiah berdasarkan Foreign Exchange Reference Rate Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada Rabu 28 Agustus mencapai Rp14.263 per dollar AS atau mengalami pelemahan dibandingkan sehari sebelumnya mencapai Rp14.235 per dollar AS.

Emas Makin Diburu Investor

Sementara itu, ditengah adsnya perang dagang ini, instrumen investasi berupa emas menjadi pilihan para investor.

Pilihan investor menjadikan emas sebagai instrumen investasi karena dinilai sebagai aset yang lebih aman atau minim risiko ketika ekonomi sedang tidak stabil.

“Karena ketidakpastian global maka mereka kembali ke aset yang low risk. Emas masih dianggap investasi yang aman oleh para investor,” ungkap Destry.

Sebagai informasi, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Rabu (28/8/2019) mencapai Rp772.000 per gram.

Harga tersebut naik Rp5.500 dibandingkan harga emas batangan pada Selasa (27/8/2019) senilai Rp766.500 per gram.

Sementara itu, harga buyback (jual) atau harga yang didapat jika pemegang emas mau menjual emas batangan ke Antam adalah Rp 698.000. Angka ini turun Rp 4.000 dibandingkan sebelumnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

 

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.