Ini Dia 3 Bisnis yang Makin Cuan di Era Cashless Society

3 menit
Bisnis Cashless (Shutterstock)
Bisnis Cashless (Shutterstock)

Berkembangnya era cashless society atau masyarakat tanpa uang tunai membuat pola perilaku masyarakat dalam melakukan transaksi atau berbelanja cenderung berubah. Semakin masifnya perkembangan ekonomi digital, dan akses internet membuat layanan solusi pembayaran juga semakin digemari.

Maraknya aplikasi pembayaran digital seperti Go-Pay, Ovo, Dana, membuat masyarakat semakin terbiasa dengan metode pembayaran non tunai.

Nah bagi pengusaha yang memiliki bisnis atau yang berniat menjalankan ide bisnisnya tentu jangan sampai ketinggalan dengan tren saat ini. Sebab hal ini bisa menjadi peluang yang besar bagi tumbuh kembangnya sebuah usaha.

Apalagi jumlah populasi generasi milenial saat ini yang merupakan generasi produktif tengah menjadi perhatian. Karena jumlahnya yang banyak, dan juga pola perilakunya yang unik dalam menggunakan uang.

Berikut ini ada 3 pilihan ide bisnis yang menjajikan digeluti saat ini dengan memanfaatkan sarana pembayaran non tunai.

1. Bisnis Kuliner

Bisnis kuliner menjadi bisnis yang tengah berkembang pesat saat ini. Lihat saja berapa banyak kalangan artis, publik figur, hingga anak pejabat dan presiden ikut turun gunung membuat bisnis kuliner saat ini.

Selain itu, perkembangan aplikasi pemesanan makanan secara online juga membuat subur sektor bisnis ini. Bayangkan dari data Grab Food Indonesia sepanjang tahun 2018 lalu, ada 13 juta ayam geprek yang sudah diantarkan Grabfood kepada konsumen.

Nah bagi pengusaha kuliner tentu ini peluang yang sangat menjanjikan. Setiap hari ada ribuan orang yang siap membeli produk yang dijual melalui apikasi pesan antar makanan secara online, dan tentunya dengan metode pembayaran cashless.

Selain itu, gencarnya promosi dari para aplikator ini juga membuat angin segar bagi para pengusaha. Cukup sediakan pilihan pembayaran melalui dompet digital pada outlet, maka konsumen akan tertarik membeli produk yang dijual.

Karena diberikan potongan harga atau cashback dari aplikator penyedia dompet digital itu sendiri.

2. Bisnis Toko Kelontong

Maraknya gerai minimarket dan supermarket menandakan bahwa pangsa pasar pada bisnis ini begitu tinggi. Nah jangan sampai peluang yang besar ini hanya dinikmati oleh sebagian orang atau perusahaan besar saja. Membuka bisnis toko kelontong juga bisa menjadi pilihan yang tepat.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar untuk berbelanja, membuka toko kelontong saat era transaksi non tunai juga menjanjikan lho. Buktinya beberapa perusahaan e-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak menyediakan peluang usaha berupa mitra usaha bagi pemilik bisnis toko kelontong.

Sebab, selain menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, pemilik toko kelontong juga bisa menyediakan layanan pembayaran tagihan litrik, telepon, air. Bahkan hingga pembelian voucher listrik, pulsa telepon, paket data internet, dan lain-lain.

Kemudian, toko kelontong yang digeluti juga bisa memberikan pilihan pembayaran dengan cashless. Dengan ini para pembeli akan semakin nyaman dengan pilihan metode pembayaran yang beragam. Tentunya nggak lagi repot cari uang kembalian untuk pembayaran non tunai.

3. Bisnis Laundry

Kesibukan orang dikota-kota besar semakin meningkat. Selain karena pekerjaan, kepadatan jumlah penduduk, dan pergerakan roda ekonomi juga membuat waktu semakin sempit. Bisnis laundry atau cuci pakaian bisa menjadi pilihan saat ini terutama di wilayah padat penduduk, kota besar, atau dekat kampus.

Kegiatan mencuci pakaian memang kegiatan sehari-hari yang sangat memakan waktu. Walaupun tersedia mesin cuci tetapi tetap saja perlu waktu yang tidak sedikit dan tenaga yang lebih.

Satu-satunya jalan adalah menyerahkan pakaian kotor kepada jasa laundry, cukup mengeluarkan uang, pakaian bersih, wangi, dan siap pakai.

Akan tetapi, persaingan bisnis ini telah menjelma sebagai bisnis yang ketat persaingan. Cara mengatasinya adalah dengan memberikan sentuhan berbeda pada bisnis laundry yang akan dijalani, terlebih bisnis ini ada di pusat kota, dekat kampus, dan perkantoran dengan pangsa pasar para generasi milenial yang gemar melakukan transaksi secara online.

Caranya dengan menyediakan fitur pembayaran dengan cashless seperti Go-Pay, Ovo, dan lainnya, kemudahan transaksi ini sudah menjadi pilihan konsumen. Utamanya generasi milenial memilih layanan atau membeli produk yang akan mereka gunakan atau membelinya.

Dengan tersedianya pilihan pembayaran digital, maka konsumen akan semakin mudah dalam bertransaksi. Kemudian, kerja sama dengan aplikator penyedia jasa seperti Go-laundry yang disediakan oleh Go-Jek. Lewat ini saatnya untuk ucapkan selamat tinggal pada kerepotan. Karena Go-laundry siap untuk antar-jemput cucianmu.

Lantas apa saja syarat bergabungnya?

Sesuai dengan penyebutannya, Go-Laundry itu layanan antar jemput laundry (cucian pakaian) dan sejenisnya yang dapat digunakan melalui aplikasi Go-Life. 

Syaratnya laundry Anda minimal berusia 1 tahun ya. Selain itu laundry Anda menyediakan layanan laundry kiloan dan satuan terutama bed cover dan memiliki kapasitas laundry minimal 50 kilogram per hari.

Kemudian mengisi formulir pedaftaran di https://mitra.go-life.co.id. Gimana, tertarik atau nggak? Yuk jadikan Idonesia sebagai negara maju dengan menumbuhkembangkan pengusaha mandiri di seluruh pelosok nusantara. Selamat Berbisnis!.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.