Ditunjuk Jadi Menteri Agama, Ini Profil Fachrul Razi yang Dulunya Komisaris Toba Bara

3 menit
Fachrul Razi
Fachrul Razi (Tempo)

Walaupun belum dipastikan, nama anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Provinsi Aceh periode 2014-2019 Fachrul Razi disebut-sebut sebagai kandidat Menteri Agama yang bakal menggantikan Lukman Hakim Saifuddin. Namun, dari informasi terbaru yang beredar, posisi Menteri Agama rupanya bakal dipegang Jenderal (Purn) Fachrul Razi.

Menariknya nih, baik anggota DPD Fachrul Razi yang disebut-sebut sebagai kandidat Menteri Agama maupun Jenderal (Purn) Fachrul Razi, bukanlah berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) atau Muhammadiyah. Selama ini posisi Menteri Agama sering dihiasi sosok-sosok dari NU ataupun Muhammadiyah meskipun gak selalu demikian.

Apalagi Jenderal (Purn) Fachrul Razi yang ditunjuk sebagai Menteri Agama. Sosok yang satu ini lebih lama berkiprah di bidang militer dengan jabatan terakhir sebagai Wakil Panglima TNI periode 1999-2000.

Nah, menarik buat diulas, gimana perjalanan seorang Jenderal (Purn) Fachrul Razi hingga bisa menjadi anggota Wakil Panglima TNI dan kini menerima posisi sebagai kandidat Menteri Agama? Berikut ini ulasannya.

Baca juga: Dipanggil ke Istana, Syahrul Yasin Limpo Mantan Gubernur Sulsel Berharta Rp 18 M

Dulunya Wakil Panglima TNI dan Komisaris Toba Bara, Fachrul Razi kini jadi Menteri Agama

Fachrul Razi
Fachrul Razi di HUT TNI AU DI Bandara Halim Perdanakusuma (Rully Kesuma/Tempo)

Sepanjang kariernya, waktu Fachrul Razi dihabiskan lebih banyak dengan mengabdi kepada negara dengan menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sosok yang lahir di Banda Aceh pada 26 Juli 1947 ini memegang sejumlah posisi penting, mulai dari Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kujang 1 Kostrad, hingga Wakil Asisten Operasi KASAD. 

Gak cukup sampai di situ, Fachrul Razi juga mendapat promosi dengan menjadi Kepala Staf Daerah Militer VII/Wirabuana dan Gubernur Akademi Militer (1996-1997), Asisten Operasi KASUM ABRI (1997-1998), Kepala Staf Umum ABRI (1998-1999), Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (1999), hingga Wakil Panglima TNI (1999-2000).

Antara Agustus 1989-September 1990, Fachrul Razi diketahui mengomandoi Kontingen Garuda Indonesia sebagai bagian dari Kelompok Pengamat Militer Iran-Irak bentukan PBB. Saat masa Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Fachrul gak lama memegang posisi Wakil Panglima TNI. Sebab Presiden Abdurrahman Wahid memberhentikannya.

Menariknya nih pemberhentian Prabowo Subianto dari militer pada tahun 1998 (yang kini menjadi Menteri Pertahanan) gak lepas dari peran Fachrul Razi yang saat itu menjadi anggota Dewan Kehormatan Perwira yang melakukan persidangan. Dalam berita yang diturunkan Tempo, Fachrul membenarkan surat rahasia yang berisi pemecatan Prabowo.

Sejak gak aktif di dunia militer, Fachrul Razi terjun ke dunia bisnis. Ia pernah menjabat posisi sebagai Presiden Komisaris PT Central Proteina Prima (CPP), Tbk. dan Presiden Komisaris PT Aneka Tambang, Tbk. (2015). Di PT Toba Bara Sejahtera Group yang didirikan Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Fachrul juga diketahui mengemban jabatan sebagai Komisaris.

Di dunia politik Fachrul Razi terlibat aktif dengan ikut mendirikan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tahun 2006 bersama Jenderal (Purn) Wiranto. Pada Pilpres 2009, Fachrul mendukung majunya Jusuf Kalla-Wiranto sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

Pada Pilpres 2014, Fachrul Razi memberi dukungan kepada Joko Widodo-Jusuf Kalla yang maju sebagai kandidat presiden dan wakil presiden. Kabarnya nih Jenderal Fachrul turut memberi masukan kepada Presiden Joko Widodo buat urusan pertahanan.

Begitu pun dalam Pilpres 2019 ini, Fachrul Razi lagi-lagi memberi dukungan kepada Joko Widodo. Ia menjadi ketua dari Tim Bravo 5 yang berisi para purnawirawan TNI dan keluarga buat mendukung Joko Widodo menjadi presiden. Salah satu purnawirawan TNI yang masuk dalam Tim Bravo 5 adalah Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan.

Kini Fachrul Razi, setelah diminta Presiden datang ke Istana Negara, diserahi posisi sebagai Menteri Agama. Informasinya, Presiden meminta Fachrul Razi buat mengurus radikalisme, ekonomi umat, industri halal, dan terutama haji. (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!