Diisukan Bakal Bangkrut, Bank Mandiri Faktanya Cetak Profit Rp 13 Triliun

3 menit
Fakta Bank Mandiri diisukan bangkrut (Shutterstock)

Bank Mandiri diterpa kabar hoaks bakal bangkrut karena kehilangan dana Rp 9 triliun akibat serangan siber. Kabar hoaks yang diembuskan sejak Selasa 13 Agustus 2019 tersebar dengan cepat di media sosial.

Pihak bank BUMN satu membantah keras isu tersebut saat dimintai keterangan, Rabu (14/8/2019).

Seperti dilansir dari Suara.com jaringan MoneySmart, Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas membantah kabar Bank Mandiri merugi dan segera bangkrut.

Rohan Nafas juga menepis informasi bank ini bakal diambil alih China. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya, apalagi menyebarluaskan berita bohong itu. Rencananya, bank BUMN ini bakal bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menindak si pelaku.

Mengenai Bank Mandiri yang disebut-sebut mengalami kerugian, memangnya seperti apa sih fakta sebenarnya? Berikut, ulasannya:

[Bukan hoaks] Mencatatkan profit di kuartal II sekitar Rp 13,5 triliun

bank mandiri
Bank Mandiri (analytics)

Menariknya, kabar hoaks yang menyebut Bank Mandiri bakal bangkrut bertolak belakang dengan pencapaian bank BUMN satu ini.

Seperti yang dilaporkannya tiap kuartal, Bank Mandiri tercatat memperoleh laba atau profit sekitar Rp 13,5 triliun pada Kuartal II.

Perolehan profit Bank Mandiri di kuartal II tahun 2019 ini lebih tinggi dibanding perolehan pada kuartal II tahun 2018. Sekadar diketahui, profit yang dicetak pada kuartal II tahun 2018 sekitar Rp 12,5 triliun.

Tingginya profit yang diraih Bank Mandiri diiringi pendapatan bunganya. Pada kuartal II tahun 2019, pendapatan bunganya mencapai Rp 44,48 triliun. Raihan ini lebih tinggi di bandingkan kuartal II tahun 2018 yang mencapai Rp 38,82 triliun.

Dikutip dari Kompas.com, pertumbuhan yang dicapai Bank Mandiri ditopang kredit mikro dan customer yang menyasar korporasi dan retail. Itulah kenapa kinerja bank ini pada kuartal II tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Nasabah Panik karena Sistem Eror, Mandiri Jamin Rekening Segera Pulih

[Bukan hoaks] Pemerintah Indonesia pemegang mayoritas saham PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.

Bank Mandiri
Bank Mandiri

Selain menjadi bank BUMN, Bank Mandiri tercatat sebagai perusahaan terbuka sejak 14 Juli 2003. Jadi, gak usah heran kalau bank ini menyandang kata Tbk., sehingga menjadi PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.

Dengan menyandang status sebagai perusahaan terbuka, Bank Mandiri mempersilakan siapa saja memiliki sahamnya alias menjadi pemegang sahamnya. Hingga saat ini, pemerintah Indonesia masih menjadi pemegang mayoritas saham bank berkode BMRI ini.

Pemerintah Indonesia tercatat memegang saham BMRI sebanyak 28 miliar lembar atau sekitar 60 persen. Sementara sisanya dipegang publik, yaitu sekitar 18,66 miliar lembar atau sekitar 40 persen.

Kalau kamu pengin Bank Mandiri selamanya dimiliki Indonesia, investasikan saja uangmu dengan membeli sahamnya. Saat ini harga per lembar saham BMRI berada di angka Rp 7.500.

Dengan minimal pembelian harus satu lot atau 100 lembar, kamu cuma perlu menyisihkan sekitar Rp 750 ribu. Ya, kepeduliannya udah tinggi banget sama perusahaan BUMN alokasikan saja seluruh harta buat beli saham BMRI biar gak ada lagi rumor dikuasai ‘asing, aseng, asong’.

Satu lagi nih yang perlu diketahui. Harga per lembar saham Bank Mandiri sekarang lebih tinggi dibanding harga saat IPO. Harga saham BMRI saat IPO sebesar Rp 675 per lembar. Itu berarti, ada pertumbuhan signifikan kalau di bandingkan harga sekarang.

[Bukan hoaks] Bank bernilai Rp 350 triliun ini kedua termahal setelah BRI

Bank Mandiri
Bank Mandiri

Sejak menjadi perusahaan terbuka alias perusahaan Tbk., nilai Bank Mandiri terus naik. Hal ini sebanding dengan kenaikan harga sahamnya, dan banyaknya lembaran saham yang beredar.

Dari data terakhir yang dapat diakses di website Bursa Efek Indonesia ataupun RTI Infokom, Bank Mandiri mencatatkan kapitalisasi pasar senilai Rp 350 triliun. Kapitalisasi pasar ini diperoleh dari harga saham terakhir dikalikan total lembaran saham yang beredar.

Dengan kata lain, Bank Mandiri cuma bisa dikuasai sepenuhnya kalau menggelontorkan dana sebesar Rp 350 triliun. Bahkan, orang paling kaya se-Indonesia harus mengorbankan hampir seluruh kekayaannya untuk membeli saham BMRI. Itu pun kalau mereka mau.

Hebatnya lagi, Bank Mandiri telah menjadi perusahaan Tbk. terbesar nomor dua di Indonesia karena kapitalisasi pasarnya yang tinggi tersebut. Posisi nomor satu dipegang BRI dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 534 triliun.

Itulah beberapa fakta mengenai Bank Mandiri yang diburukkan kabar hoaks. Alih-alih diisukan rugi, ternyata bank BUMN ini malah mencetak untung.

Sebenarnya, mudah banget buat cek kebenaran keuangan Bank Mandiri. Tinggal lihat laporan keuangan yang telah diaudit auditor independen di website BEI atau RTI Infokom.

Semuanya bisa kamu ketahui dengan jelas. Jadi, jangan mudah terpengaruh kabar hoaks ya! (Editor: Chaerunnisa)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!