Hidup Sederhana dan Gemar Naik Becak, Putri Keraton Ini Juga Nikahi Pria Biasa

4 menit
Putri Keraton Jogja GKR Bendara (Instagram/@gkrbendara)

Putri Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara tengah menjadi sorotan usai video yang memperlihatkan dirinya sedang menaiki becak beredar di media sosial.

Dalam video yang salah satunya diunggah akun Twitter @jogjatoday, GKR Bendara tampak menghampiri seorang tukang becak dan minta diantarkan ke sebuah tempat. Tak lama kemudian, dia segera duduk dan tukang becak langsung mengayuh becaknya.

Yang menarik, tukang becak itu sepertinya tak sadar mengangkut penumpang seorang putri Sri Sultan Hamengkubowono X. 

Bukan tak berlasan mengapa tukang becak itu tak menyadari penumpang tersebut putri keraton. Pasalnya, GKR Bendara tampil simpel dan tak mencolok seorang putri kerajaan. 

Layaknya orang biasa, wanita 32 tahun itu tampak memakai kemeja tangan panjang dilengkapi celana panjang abu-abu, kaca mata, tas warna hijau, dan membiarkan rambut panjangnya yang ikal tergerai.

Putri Keraton
Putri Keraton terciduk naik becak (Twitter/@jogjatoday)

Uniknya, video yang viral tersebut turut dikomentari putri bungsu pasangan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Ratu Hemas. 

“Aku terciduk lagi bawa ayam goreng,” tulisnya melalui Instastories di Instagramnya, @gkrbendara, 5 September 2019 lalu.

Terciduk naik becak, padahal bisa memakai kendaraan mewah, membuat GKR Bendara jadi topik hangat pembicaraan. Kesederhanaannya sebagai putri keraton turut membuat fakta menarik tentangnya jadi sorotan.

Yuk, ketahui lengkapnya di sini seperti dirangkum MoneySmart dari Wikipedia:

Raih gelar S2 di luar negeri 

Putri Keraton
Putri Keraton Jogja GKR Bendara (Instagram/@gkrbendara)

Terlahir dengan nama Gusti Raden Ajeng Nurastuti Wijareni, GKR Bendara menuntut pendidikan di kota kelahirannya hingga bangku sekolah menengah pertama (SMP). 

Setelah tamat SMP, wanita berkacamata ini melanjutkan sekolah ke Singapura di International School of Singapore. Dia kemudian melanjutkan ke International Hospitality Management Institute di Swiss. 

GKR Bendara mengambil gelar S2 jurusan warisan budaya di Napier University di Edinburgh, Skotlandia, usai menikah dengan Kanjeng Pangeran Haryo Yudonegoro. Saat menulis tesis, Bendara mengangkat topik tentang Yogyakarta.

Baca juga: Keren! Putri Kerajaan Ini Pilih Hidup Sederhana Meski Berdarah Biru

Dinikahi pria biasa

putri keraton
Putri Keraton Jogja GKR Bendara (Instagram/@gkrbendara)

Kesederhanaan Bendara turut ditunjukkannya dalam kehidupan pribadi. Dia memilih dinikahi Kanjeng Pangeran Haryo Yudonegoro yang bukan keturunan bangsawan pada 18 Oktober 2011. Pernikahan tersebut dihadiri sekitar 2.500 tamu undangan. 

Sesuai dengan adat keraton, sebelum menikah GKR Bendoro harus menjalani upacara langkahan. Pasalnya, dia mendahului sang kakak, GKR Hayu.

Dalam upacara ini, calon pengantin wanita memohon izin dari kakaknya untuk mendahului menikah serta menyerahkan pelangkah berupa setandan pisang sanggan disertai seperangkat baju dan perhiasan wanita untuk sang kakak. 

Upacara langkahan merupakan bagian dari tradisi yang biasa dilakukan di beberapa kebudayaan di Indonesia bila seorang adik mendahului kakaknya dalam pernikahan.

Sebelum menikah, calon pengantin pria yang berasal dari luar keraton terlebih dahulu diwisuda menjadi abdi dalem (pegawai keraton). 

Calon pengantin pria Achmad Ubaidillah dianugrahi gelar Kanjeng Pangeran Haryo dengan nama Yudonegoro. Penganugerahan gelar ini dilangsungkan dalam upacara wisuda yang dilakukan tiga bulan sebelum upacara pernikahan. 

Sementara itu, calon istrinya juga telah menerima gelar dan nama baru yang sebelumnya Gusti Raden Ajeng Nurastuti Wijareni menjadi Gusti Kanjeng Ratu Bendara.

Calon pengantin pria mengawali rentetan acara pernikahan dengan upacara nyantri. Dalam upacara ini, pengantin pria dijemput dengan kereta kencana untuk memasuki tembok keraton, dan diperkenalkan dengan tata cara keraton. 

Kedua pengantin kemudian menjalani upacara siraman di tempat yang berbeda (kesatrian dan keputren). Upacara ini bermakna membersihkan diri dari kotoran lahir dan batin sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Pada malam harinya, calon pengantin wanita menjalani upacara tantingan, yakni GKR Bendoro ditanya (ditanting) langsung oleh sang ayah akan kesiapannya menikah. Upacara ini dilakukan karena pada keesokan harinya, sang ayah akan menikahkan putrinya dengan pengantin pria tanpa kehadiran pengantin wanita.

Pada keesokan harinya, sesuai dengan adat yang berlaku di keraton, Sri Sultan X menikahkan putrinya dengan KPH Yudonegoro dalam upacara ijab kabul yang dilakukan di masjid dalam lingkungan keraton. 

Akad nikah menggunakan bahasa Jawa yang dilakukan antara ayah pengantin wanita dengan pengantin pria.

Dihadiri tamu undangan penting

putri keraton
Putri Keraton Jogja GKR Bendara (Instagram/@gkrbendara)

Setelah resmi menikah, barulah kedua pengantin dipertemukan dalam upacara panggih yang dilakukan di bangsal kencana. Upacara ini dihadiri oleh tamu-tamu undangan penting termasuk mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan Wakil Presiden Budiono.

Dalam upacara panggih, dilaksanakan tradisi pondongan yang hanya dilakukan di dalam lingkungan keraton. Tradisi pondongan ini hanya dilakukan jika pengantin wanita adalah putri raja. 

Dalam tradisi ini, pengantin pria memondong (mengangkat) istrinya yang dibantu salah seorang paman dari mempelai wanita (GBPH Suryodiningrat). Ini merupakan tradisi sebagai simbol meninggikan posisi seorang istri.

Setelah upacara panggih panggih, kedua mempelai kemudian dikenalkan kepada masyarakat melalui prosesi kirab. Sebagai putri bungsu, GKR Bendara tidak boleh menjalani kirab keliling benteng keraton. Sebagai gantinya kirab dilaksanakan dari Keraton Yogyakarta ke Kepatihan yang merupakan tempat acara resepsi pernikahan digelar.

Dari pernikahannya dengan KPH Yudonegoro, Bendara telah dikaruniai dua anak. Putri pertama yang diberi nama Raden Ajeng Nisaka Irdina Yudonegoro lahir di Yogyakarta, 1 Maret 2014.

Karier

putri keraton
Putri Keraton Jogja GKR Bendara (Instagram/@gkrbendara)

Tak hanya aktif dalam berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan, GKR Bendara kini menjabat sebagai Direktur Operasional Spa Nurkadhatyan. Spa tersebut dimiliki lima putri keraton, salah satunya Bendara.

Spa yang menawarkan perawatan ala putri keraton ini dimiliki berlokasi di Hotel Ambarukmo Yogyakarta.

Finalis 10 besar Miss Indonesia

putri keraton
Putri Keraton Jogja GKR Bendara (Instagram/@gkrbendara)

Selain peduli pendidikan dan memiliki karier cemerlang, Bendara ternyata sempat terpilih mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta dalam kontes Miss Indonesia, tahun 2009 lalu. 

Dia masuk dalam finalis 10 besar, tetapi tereliminasi di tahap itu dan tidak masuk di lima besar.

Itulah lima fakta menarik Putri Keraton Yogyakarta, GKR Bendara yang dikenal sederhana. Semoga kita bisa memetik pelajaran hidup sederhana ala putri keraton satu ini ya guys!

Chaerunnisa
Chaerunnisa

Senang menulis dan belajar banyak hal. Semoga karya saya selalu bisa dinikmati dan bermanfaat bagi semua.