Tsamara Amany Penentang Fahri Hamzah yang Raih Suara Terbanyak di Pileg

4 menit
tsamara amany
Tsamara Amany (Instagram/@tsamaradki)

Tsamara Amany, Ketua DPP PSI resmi bertunangan dengan dosen New York University (NYU), Profesor Ismail Fajrie Alatas, Minggu 7 Juli 2019. Pertunangan Tsamara menjadi perhatian karena mendapat seserahan berupa buku risalah sidang BPUPKI.

Tsamara menjelaskan, seserahan dari pria yang disapa Aji itu memiliki dua makna. Selain mendukung penuh profesi Tsamara sebagai politikus muda, Aji juga meminta terus belajar dan membaca. 

tsamara amany
Tsamara Amany bertunangan dengan dosen NYU Profesor Ismail Fajrie Alatas (Instagram/@tsamaradki)

“Menurut Prof Aji, ada dua makna. Pertama, dia ingin menegaskan bahwa dia mendukung profesiku sebagai politisi muda. Kedua, dia ingin aku terus membaca, apalagi sejarah bangsa ini. Risalah sidang BPUPKI penting untuk dipahami secara mendalam, utamanya perdebatan tokoh bangsa kala itu,” kata Tsamara kepada wartawan, Senin 8 Juli 2019. 

Pertunangan pemilik nama Tsamara Amany Alatas dengan pria yang 13 tahun lebih tua darinya itupun langsung menjadi perbincangan hangat.

Selain fakta tentang Tsamara yang ternyata pernah menikah dengan pria bernama Ismeth Alatas namun bercerai pada 2017 itu, ada tujuh kisah inspiratif lainnya dari wanita 23 tahun tersebut. Apa saja? Yuk, simak lengkapnya di sini: 

Terkenal lewat Twitwarnya dengan Fahri Hamzah

tsamara amany
Tsamara Amany (Instagram/@tsamaradki)

Nama Tsamara Amany pertama kali terkenal karena sikap kritisnya terhadap gejolak politik Indonesia. Saat itu, dia berani menyanggah beberapa argumen politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah.

Diremehkan Fahri Hamzah karena dianggap masih kecil, Tsamara menulis tulisan berjudul “Anak bau Kecur, Fahri Hamzah, dan KPK” di salah satu situs online

Baca juga: Lebih Tajir dari Sandiaga Uno, Harta Politisi Indonesia Ini Sampai Rp 29 T!

Dia juga membuat sebuah video di YouTube yang berjudul ‘5 Sesat Pikir Fahri Hamzah tentang KPK’.

Perempuan milenial ini dengan tegas mengkritik pernyataan Fahri lewat beberapa media sosialnya. Setelah itu, politisi PSI tersebut semakin banyak disorot setelah melakukan twitwar dengan Fahri di Twitter tentang KPK.

Aktivis tulen

tsamara amany
Tsamara Amany (Instagram/@tsamaradki)

Banyak yang menyebut, langkah Tsamara menyerang Fahri Hamzah hanya untuk mencari popularitas. Ternyata, Tsamara sudah lebih dulu dikenal sebagai aktivis dengan menjadi co-founder gerakan Perempuan Politik yang diinisiasi sejak April 2016. 

Dia juga menjadi saksi dalam sidang uji materi persyaratan calon independen pada Pilkada yang diajukan oleh Gerakan Nasional Calon Independen pada Mahkamah Konstitusi (MK). 

Dia juga aktif dalam Komunitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) di kampusnya, pada 2015 lalu.

Mahasiswa Universitas Paramadina

tsamara amany
Tsamara Amany (Instagram/@tsamaradki)

Berani melawan Fahri, ternyata Tsamara saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa semester 6 jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Paramadina.

Lewat LinkedIn-nya, wanita berdarah Arab tersebut menuliskan informasi sebelumnya menempuh pendidikan di New Zealand Indonesia International High School mengambil jurusan IPS.

Gemar menulis

tsamara amany
Tsamara Amany (Instagram/@tsamaradki)

Tsamara Amany kerap membuat tulisannya di media online menjadi viral. Selain soal Fahri Hamzah, juga soal kegelisahan Tsamara terhadap sosok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Tsamara yang telah merilis buku berjudul ‘Curhat Perempuan: Tentang Jokowi, Ahok, dan Isu-Isu Politik Kekinian’ itu memang terkenal gemar menulis. Karena itu, tak heran bila dia kerap menuangkan buah pikirannya di media sosial maupun beberapa media online.

Jadi ketua partai baru di usia yang masih muda

tsamara amany
Tsamara Amany (Instagram/@tsamaradki)

Tidak hanya berkoar-koar di media sosial dan media online saja, Tsamara terjun langsung di politik sebagai Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Eksternal. 

PSI merupakan partai baru yang kebanyakan anggotanya anak muda. Tsamara bergabung di PSI pada April 2017.

Pernah magang di Balai Kota dan pendukung Ahok

tsamara amany
Tsamara Amany (Instagram/@tsamaradki)

Tsamara menjadi salah satu mahasiswa yang mendapatkan kesempatan magang di Balai Kota DKI Jakarta, pada Januari-April 2016.

Pernah magang di Balai Kota, Tsamara pun terang-terangan mengaku menjadi penggemar berat Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Bersama Partai PSI, Tsamara mengungkapkan dukungannya untuk Ahok pada Pilkada DKI Jakarta lalu.

Meraih suara terbanyak di pileg 2019

tsamara amany
Tsamara Amany (Instagram/@tsamaradki)

Perempuan yang bercita-cita ingin menjadi gubernur DKI Jakarta itu memimpin perolehan suara terbanyak dengan raihan 3.755 suara. 

Maju sebagai caleg nomor satu, Tsamara unggul jauh dari Wakil Sekjen PDIP yang juga petahana Eriko Sotarduga. Eriko menduduki urutan kedua dengan 1.389 suara.

Meski meraih suara terbanyak, Tsamara harus merelakan diri tak duduk di kursi DPR. Pasalnya, partainya gagal memperoleh suara pada ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Sekadar diketahui, hitung cepat menunjukkan suara nasional partai baru itu hanya mencapai sekitar 2 persen. 

Tsamara ternyata juga mengalahkan politisi senior lainnya yang turut bertarung dalam pileg 2019. Wakil Ketua MPR yang juga petinggi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid meraih 842 suara. 

Jumlah tersebut yang membuatnya berada di urutan kelima. Secara total, ada 105 caleg yang memperebutkan tujuh kursi ke Senayan.

Itulah tujuh fakta Tsamara Amany yang kini menjadi contoh sekaligus teladan tentang harapan dan ide-ide kebaruan tentang politik. Gimana menurut kamu?

Chaerunnisa
Chaerunnisa

Senang menulis dan belajar banyak hal. Semoga karya saya selalu bisa dinikmati dan bermanfaat bagi semua.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!