Indonesia Bakal Jadi Kiblat Fashion Muslim Dunia, Ini Buktinya!

2 menit
Ilustrasi Fashion Muslim (Shutterstock)
Ilustrasi Fashion Muslim (Shutterstock)

Kementerian Perindustrian memacu pengembangan industri fashion muslim di Tanah Air agar semakin berdaya saing di kancah global. Upaya strategis ini untuk menujukkan kesiapan Indonesia menjadi salah satu pusat busana muslim dunia.

“Peluang pasar fashion muslim di global maupun domestik masih sangat besar. Untuk itu, harus diisi oleh industri dan produk dari dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Menurut Menperin, perkembangan jumlah umat muslim dunia menjadi salah satu pemicu utama yang mendorong pertumbuhan industri fashion muslim. Pada tahun 2018, jumlah populasi umat Islam 24 persen dari total penduduk muslim dunia.

Sementara itu, The State Global Islamic Economy melaporkan konsumsi fashion muslim dunia saat ini mencapai US$ 270 miliar. Diproyeksi terus meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 5 persen. Sehingga pada tahun 2023 bakal menyentuh hingga US$ 361 miliar.

Sedangkan, konsumsinya di Indonesia berada di angka US$ 20 miliar dengan laju pertumbuhan 18,2 persen per tahunnya.

Indonesia Jadi Penguasa Fashion Muslim Dunia

“Satu hal yang membanggakan bagi kita bersama adalah peningkatan prestasi Indonesia di dunia internasional yang sangat signifikan. Sesuai data dari The State of Global Islamic Economy Report 2018/2019, Indonesia merupakan runner up negara yang mengembangkan fashion muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab,” papar Airlangga.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa selangkah lagi Indonesia dapat berada pada urutan pertama dan menjadi salah satu pusat fashion muslim dunia.

“Menyongsong 2020 yang hanya tinggal beberapa bulan lagi, kita harus segera mendeklarasikan bahwa Indonesia siap menjadi pusat fashion muslim dunia 2020. Kemenperin siap mengawal untuk mewujudkannya,” tegasnya.

Apalagi, industri fashion muslim yang merupakan bagian dari sektor industri tekstil dan produk tesktil (TPT) memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Ekspor produk TPT nasional mencapai US$ 13,27 miliar pada tahun 2018 atau tumbuh 5,4 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar US$ 12,59 miliar.

“Pasarnya terbesar adalah ke negara-negara OKI, yakni mencapai US$ 191 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa kita mempunyai potensi untuk meningkatkan ekspor ke negara-negara OKI,” ujar Menperin.

Di sisi lain, kinerja industri TPT semakin tumbuh signifikan, dari 3,76 persen pada tahun 2017 menjadi 8,73 persen di tahun 2018.

Lebih lanjut, Indonesia dinilai punya potensi besar dalam pengembangan industri yang berbasis lifestyle atau gaya hidup. Termasuk produsen fashion, kosmetika, dan perhiasan. “Tiga serangkai ini pertumbuhannya mampu di atas 3 persen,” ungkapnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan