4 Pelajaran Finansial yang Bermanfaat Bisa Kamu Petik dari Film “Aladdin”

3 menit
4 Pelajaran Finansial yang Bermanfaat Bisa Kamu Petik dari Film “Aladdin”, (IMDb)

Bukan cuma pelajaran hidup aja yang bisa kamu petik dari film “Aladdin”. Film yang dibintangi oleh Mena Massoud (Aladdin) dan Will Smith (Jin) ini juga menyelipkan nilai-nilai penting soal finansial lho.

Jadi meskipun film ini dibintangi oleh para aktor dewasa, cerita Aladdin ini sangat aman ditonton oleh anak-anak. Jadi selain menghibur, film ini bakal banyak nilai positifnya bagi si kecil.

Sejatinya artikel ini sifatnya agak-agak spoiler terhadap film “Aladdin” yang tengah tayang di bioskop. Tapi MoneySmart yakin sebagian besar dari kamu mungkin pernah nonton Aladdin versi kartun yang dirilis tahun 1992 dong. Nah, ceritanya juga gak jauh beda kok.

Penasaran sama pelajaran finansial yang ada di balik cerita Aladdin? Yuk, simak ulasannya di bawah sini.

Baca juga: Biar Tua Hidup Nyaman, Begini Cara Cerdas Atur Duit dari Usia 20 Hingga 50 Tahun

1. Jangan mudah tergoda dengan iming-iming keuntungan tinggi tanpa melihat risiko

Film "Aladdin"
Jangan mudah tergoda dengan iming-iming keuntungan tinggi tanpa melihat risiko, (deseretnews.com).

Masih ingat bagaimana ketika Aladdin dipaksa Jafar memasuki Cave of Wonder? Sebuah gua yang pintu masuknya berbentuk kepala macan dan menyimpan banyak harta karun.

Aladdin diperintahkan buat gak menyentuh barang-barang berharga di sana, kecuali lampu wasiat.

Sialnya adalah Abu malah tergoda mengambil batu permata berwarna merah yang bersinar. Alhasil, gua itupun runtuh dan lahar pun tersembur keluar. Untung saja mereka bisa menyelamatkan diri.

Adegan di film “Aladdin” ini mengajari kita agar gak mudah tergiur dalam segala bentuk investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi. Kalau memang investasinya bodong, kita sendiri yang dirugikan nantinya.

Baca juga: Borju dan Gak Bisa Atur Uang, Ini Penyebab Milenial Mengapa Banyak Utang

2. Jadilah dirimu sendiri, jangan pansos dan “fake”

film "aladdin"
adilah dirimu sendiri, jangan pansos dan “fake”, (teacupsandfairytales.com).

Kisah percintaan Aladdin dan Jasmine sejatinya mengajari kita tentang pentingnya menjadi diri sendiri. Terlepas dari apapun latar belakang status ekonomi kita, kaya atau miskin.

Dalam film ini Aladdin diceritakan juga tengah jatuh hati dengan Jasmine, sampai meminta tolong Jin agar mengubahnya jadi pangeran tajir. Padahal kalau dipikir-pikir, sejak pertama kali mengenal Aladdin sebagai warga miskin di Agrabah, Jasmine juga udah mulai kepincut karena sosoknya yang supel, cerdas dan asik.

Ketika Aladdin berubah jadi Pangeran Ali, ia justru terlihat “fake” dan malu-maluin. Bisa dibilang Jasmine pun sempat merasa gak sehati pas pertama kali ketemu Pangeran Ali.

Sejatinya, kaya beneran itu beda sama “sekedar terlihat kaya.” Mereka yang cuma sekedar terlihat kaya atau panjat sosial (pansos), gak bakal pernah bisa jadi kaya beneran karena uangnya pasti habis buat membeli pernak-pernik agar terlihat kaya di depan orang. Bisa jadi barang-barang mahal yang ia beli dengan utang semua.

Baca juga: Biar Menikmati Hidup! Gini 5 Cara Atur Uang buat Kamu yang Berusia 30 Tahun

3. Kamu cuma punya tiga permintaan

film aladdin
Bersikap jujur dan apa adanya itu sangat penting, jangan pernah pansos, (teacupsandfairytales.com).

Enaknya jadi Aladdin adalah ia memiliki lampu wasiat yang bisa mengeluarkan Jin demi mengabulkan permintaannya. Jin yang diperankan oleh Will Smith inipun siap mengabulkan tiga permintaan gak boleh lebih.Permintaan itu ibarat sebuah peluang bisa jadi peluang usaha, peluang karier dan lain sebagainya. Pada intinya, peluang itu sifatnya memang gak selalu ada alias terbatas. Oleh karena itu manfaatkanlah dengan baik dan jangan disia-siakan.

4. Pertemanan jauh lebih berharga ketimbang harta

film aladdin
Pertemanan jauh lebih berharga ketimbang harta, (teacupsandfairytales.com).

Di akhir cerita film “Aladdin”, Jin sempat menawarkan Aladdin permintaan buat jadi kaya beneran seumur hidupnya agar status ekonominya setara dengan Jasmine. Dia tentunya bisa lebih pede buat menikahi putri Sultan.

Namun Aladdin justru memilih buat membebaskan Jin ketimbang jadi kaya. Karena dia merasa, selama ini Jin sudah seperti temannya sendiri.

Dan pada kenyataannya, Aladdin tepat menikah dengan Jasmine bukan? Lihat aja kalau udah jodoh ya gak akan ke mana. Apapun status ekonomi kita, jangan pernah minder dan berhenti bermimpi buat sesuatu hal yang baik.

Itulah empat pelajaran finansial yang bisa kamu petik dari film “Aladdin” cukup berharga buat kehidupanmu. Buat yang belum nonton jangan sampai kehabisan ya, sayang sekali kalau sampai gak lihat aksi seru dan pesan dari film ini. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Pensiunan jurnalis, praktisi humas, dan seseorang sempat aktif di dunia beladiri campuran. Sekarang telah menjadi perencana keuangan yang sangat antusias dengan hal-hal yang berkaitan dengan pasar modal.