James Bond Diganti Perempuan, Apakah Bakal Gak “Pecah” seperti 4 Film Ini?

4 menit
Catwoman salah satu film bioskop dengan karakter tak tepat (IMDB)

Gak semua film bioskop yang diadaptasi dari komik terkenal, sejarah, maupun novel tentu bisa laris dan meledak. Ada pula yang akhirnya malah gagal total.

Penyebabnya, banyak faktor. Tapi, sebagian besar tentunya karena pemilihan karakter yang memang gak sesuai harapan penonton.

Bisa jadi hal itu merupakan ide sang penulis skrip atau sutradaranya yang mengusung konsep kesetaraan ras, atau gender. Namun, dampaknya cukup fatal pada kesuksesan film itu. 

Belum lama ini, media dikejutkan dengan film “James Bond 25” yang rencananya bakal ditayangkan pada 2020 mendatang. Kabarnya, Daniel Craig sudah gak lagi berperan sebagai Agen 007, dan peran itu diganti perempuan berkulit hitam bernama Lashana Lynch.

Bila memang benar, maka Lynch bakal jadi perempuan pertama yang berperan sebagai agen legendaris tersebut. 

Jelas saja, James Bond ini sudah ada dari 1962 dan sejak dulu pemerannya adalah seorang pria berlogat Inggris yang parlente. Di tahun 2020, agen rahasianya jadi perempuan muda berkulit hitam. 

Di bawah ini, MoneySmart telah menghimpun beberapa film yang tokoh karakter utama atau musuh utamanya, mestinya seseorang berkulit putih. 

Film inipun mendapat kritik tajam dan kerap dianggap gagal oleh para penonton. Yuk, simak di bawah sini:

1. Fantastic Four 2015

Film bioskop
Film bioskop Fantastic Four 2015 (IMDB)

Masih ingat film bioskop yang diadaptasi dari Marvel Comic ini? Di film ini, karakter Human Torch (Johnny Storm) diperankan oleh Chris Evans yang sekarang jadi Captain America.  

Film ini pertama kali dirilis tahun 2005 dengan bujet produksi US$ 100 juta. Namun, penghasilan yang diraih dari film ini bisa mencapai US$ 330 juta ketika tayang di seluruh dunia. 

Sequel-nya yang berjudul “The Rise of Silver Surver” juga terbilang sukses meski gak sesukses versi perdananya. Bujet produksinya US$ 130 juta, tapi pendapatan totalnya US$ 289 juta.

Pada tahun 2015, Josh Trank merilis film ini dengan menampilkan karakter Johnny Storm justru diperankan Michael B. Jordan, seorang artis berkulit hitam yang tampil di film “Creed”. Jelas banget ini sudah ngawur dari komik. 

Selain itu, karakter Sue Storm yang mestinya jadi kakak kandung Johnny malah jadi kakak tiri, berhubung ayah Johnny juga berkulit hitam.

Film “Fantastic Four” 2015 digarap dengan bujet US$ 120 juta, tapi penghasilan totalnya ketika tayang di seluruh dunia cuma US$ 167 juta. Untung sih, tapi film tipis banget untungnya dan kritiknya luar biasa banyak.

Sutradara Josh Trank pun malu. Saking malunya, dia bahkan ingin film ini dihapus dari portfolio-nya.

Baca juga: Ada yang Omzetnya Rp 29 Triliun! Ini Lho Film-Film Marvel dengan Penghasilan Terbesar

2. Catwoman

Film bioskop
Film bioskop Catwoman (IMDB)

Di tahun 2004, film bioskop “Catwoman” dirilis dengan aktor utamanya yaitu Halle Berry sebagai Selina Kyle. 

Bisa dibilang film ini rugi bandar banget karena diproduksi dengan bujet US$ 100 juta, tapi pendapatan totalnya cuma US$ 82 juta aja.

Saking jeleknya, Halle Berry yang pernah dinobatkan sebagai artis terbaik di Oscar habis-habisan dikritik.

Pemilihan Halle Berry sebagai Catwoman juga sebenarnya ngawur, meski penampilannya memang seksi banget. Jelas saja, wong “Catwoman” versi komik bukanlah perempuan berkulit hitam dan dia pun dekat dengan Batman.

Film inipun masuk ke jajaran film superhero terburuk di Rotten Tomatoes. 

3. Conan the Barbarian 2011

Film bioskop
Film bioskop Conan The Barbarian tahun 2011 (IMDB)

Film ini dibintangi Jason Momoa, yang tenar setelah menjadi Khal Drogo di “Games of Thrones” dan “Aquaman”. Bisa dibilang, Conan memang gak terlalu laris di mata penonton dan kerap dikritik.

Akting Momoa dinilai kurang maksimal, gak seperti Arnold Schwarzenegger ketika memerankan karakter barbar ini. Belum lagi, efek-efek di film ini juga kurang bagus.

Bisa dibilang secara ras, Momoa merupakan seorang berdarah Hawaii. Tapi dia harus memerankan karakter Conan yang notabene-nya adalah seorang warga Cimmeria yang perawakannya mirip dengan Eropa.

Badan yang tinggi besar mungkin pas dengan fisik Jason Momoa. Tapi tetap saja, Arnold yang wajahnya lebih Eropa dan sangar masih lebih pas memerankan Conan. 

4. Dragon Ball Evolution 2009

Film bioskop
Film bioskop Dragon Ball Evolution tahun 2009 (IMDB)

Film bioskop yang tayang tahun 2009 ini merupakan adaptasi dari serial kartun anime legendaris karya Akira Toriyama. Bagaimana pun, cukup sulit untuk membuat versi live action dari film ini.

Karakter Son Goku malah diperankan oleh seorang bule, Justin Chatwin. Berdasarkan informasi di IMDB, film ini mendapat rating buruk. Bayangin saja nilainya 2,6 dari 10! 

Penggemar “Dragon Ball” tentu malas nonton film ini. Bukan cuma jalan ceritanya yang ngawur, casting-nya pun gak tepat sama sekali.

Itulah deretan film bioskop yang dinilai gagal dan diperankan oleh seorang yang gak tepat menjadi karakter utama.

Meski demikian, gak selamanya karakter dengan ras yang gak sesuai dengan cerita komik atau novel itu selalu gak sukses. 

Terbukti, Samuel Jackson saja sukses memerankan Nick Fury di “Avenger”, padahal Nick Fury jelas-jelas bule dalam komik. Termasuk Will Smith ketika menjadi “Deadshot”, dan Zendaya ketika memerankan Mary Jane di film “Spiderman Homecoming”.

rrrrKira-kira seperti apa ya nasib dari James Bond yang bakal tayang tahun depan. (Editor: Chaerunnisa)

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.