Gubernur BI: Ada Fintech, Perbankan Lampu Kuning

2 menit
Fintech Berkembang Pesat (Shutterstock)
Fintech Berkembang Pesat (Shutterstock)

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperingatkan kepada pelaku industri perbankan agar terus hati-hati dan mencermati perkembangan fintech di Indonesia.

Perry mengatakan, pelaku industri perbankan perlu cepat adaptif dan inovasi bila tidak ingin terlibas oleh layanan yang lebih efisien seperti taknologi finansial.

Sebab, saat ini banyak layanan fintech yang sangat bersinggungan dengan layanan perbankan, tetapi memberikan akses yang lebih mudah, lebih cepat, dan efisien.

“Melalui begitu cepatnya fintech, dulu kredit kecil ke bank untuk dapat kredit, sekarang ada peer to peer lending,” kata Gubernur BI saat acara Indonesia Fintech Forum 2019 yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM (Kafegama) di Jakarta.

Menurutnya, perkembangan digitalisasi ini semakin masif seiring dengan pengguna smartphone yang semakin banyak. Selain juga jumlah ponsel beredar pun sudah melebihi jumlah populasi penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa.

Bahkan, dari total jumlah populasi penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa, sebanyak 150 juta orang telah terbiasa menggunakan transaksi via internet maupun media sosial.

OJK Dorong Perbankan Lakukan Inovasi Digital

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau para pelaku perbankan nasional harus memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Hal ini untuk meningkatkan sistem perbankannya agar menjadi perbankan digital.

Dari data OJK, saat ini setidaknya sudah ada 80 bank yang mencoba melakukan pelayanan digital banking untuk para nasabahnya.

Dari 80 bank yang ada baru ada dua bank yang sudah benar-benar menerapkan layanan digital banking ini di Indonesia.

Kedua bank tersebut adalah PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) melalui aplikasi digital Jenius dan PT Bank DBS Indonesia (DBS Indonesia) melalui aplikasi Digibank.

Layanan digital bank ini mengacu agar nasabah tidak perlu lagi datang ke kantor cabang bank untuk melakukan transaksi perbankan. Bahkan untuk membuat akun bank, calon nasabah pun bisa melakukannya lewat ponsel masing-masing.

Untuk meningkatkan layanan perbankan, OJK sebelumnya telah menerbitkan Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2018. Aturan ini tentang penyelenggaraan layanan perbankan digital oleh bank umum pada 8 Agutstus 2018 lalu.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.