Forever 21, Dimiliki Miliuner Korea Selatan Sampai Akhirnya Dinyatakan Bangkrut

2 menit
Forever 21 Bangkrut (Shutterstock)
Forever 21 Bangkrut (Shutterstock)

Perusahaan ritel mode asal Amerika Serikat (AS) Forever 21 menyatakan telah mengajukan pailit. Perusahaan yang fokus menjual busana untuk perempuan muda dan remaja tersebut meminta persetujuan untuk menutup 178 tokonya di AS.

Perusahaan juga berencana melikuidasi tokonya di Asia dan Eropa. “Kami berharap sejumlah besar toko masih buka dan beroperasi seperti biasa. Kami tidak berharap keluar dari pasar utama kami di AS,” demikian pernyataan perusahaan dalam surat kepada pelanggannya seperti dikutip dari Katadata.co.id.

Saat ini, perusahaan memiliki 815 toko di 57 negara. Pekan lalu, perusahaan mengumumkan akan keluar dari Jepang dan menutup keseluruhan 14 tokonya di negara tersebut. Perusahaan juga menyatakan bahwa anak usahanya di Kanada telah mengajukan pailit dan berencana menutup 44 toko di sana untuk mengurangi tekanan bisnis. 

Berdasarkan dokumen pengajuan pailit yang dikutip Reuters, Forever 21 memiliki aset dan kewajiban masing-masing US$ 1-10 miliar atau sekitar Rp 14-141 triliun. Perusahaan menyatakan telah menerima pendanaan berupa pinjaman US$ 275 juta dari JP Morgan Chase Bank dan suntikan modal baru US$ 75 juta dari TPG Sixth Street Partners, dan beberapa afiliasinya.

Mengamankan Masa Depan

Executive Vice President Wakil President Linda Chang mengatakan pengajuan pailit penting dan perlu dilakukan untuk mengamankan masa depan perusahaan. “Pengajuan pailit memungkinkan kami untuk mereorganisasi bisnis dan memposisikan ulang Forever 21,” kata dia dalam siaran pers, seperti dikutip dari Katadata.co.id.

Forever 21 menambah panjang peritel tradisional yang menghadapi masalah di tengah berkembangnya tren belanja online. Peritel tradisional terbebani oleh tingkat utang yang tinggi dan biaya sewa toko.

“Peritel yang bersandar pada utang untuk membiayai pertumbuhannya selalu menjadi yang paling rentan mengalami perlambatan (bisnis),” kata ahli bisnis dari A.T Kearney Greg Portell.

Banyak Toko Ritel Bangkrut

Dalam beberapa tahun ini, peritel yang sehat pun melakukan penutupan toko, sedangkan peritel yang keuangannya tertekan mengajukan pailit. Di AS, peritel telah mengumumkan penutupan lebih dari 8.200 toko.

Jumlahnya meningkat dari tahun lalu yaitu 5.589 toko menurut data Coresight Research. Payless dan Gymboree mengajukan pailit untuk yang kedua kalinya. Dengan jumlah toko yang tutup mendekati 3.000 toko.

Coresight memprediksi, jumlah toko yang ditutup peretail bisa mencapai 12 ribu hingga akhir 2019. Adapun Forever 21 didirikan pada 1984 di Los Angeles oleh dua imigran asal Korea Selatan yaitu Do Won Chang dan istrinya, Jin Sook.

Jaringan toko berkembang cepat di mal-mal di pinggiran kota, dengan menyediakan barang mode standar yang terjangkau dan selalu diperbaharui. Dari sana, jaringan Forever 21 kian luas.

Forever 21 membangun toko-toko besar, seperti toko empat lantai dengan 151 ruang ganti di jantung New York Times Square. Menurut data CNN, ketika banyak peritel mulai memangkas jaringan toko mereka dalam beberapa tahun belakangan, Forever 21 terus menambah toko setidaknya hingga 2016.

Kalah Bersaing Dengan Online

Portell mengungkapkan, jaringan ritel tradisional yang fokus menjual busana perempuan muda dan remaja berjuang dalam beberapa tahun ini. Seiring siklus mode yang semakin pendek dan beralihnya pelanggan yang lebih muda ke pembelian online.

“Kombinasi dari perubahan mode yang cepat, dan bertambah cepatnya rantai pasokan telah memperburuk risiko. Lantaran meningkatkan peluang kesalahan peritel dalam membaca tren dan melewatkan sejumlah siklus tren,” kata dia.

CNN mencatat, perusahaan ritel mode asal AS Wet Seal, American Apparel dan Delia’s mengajukan pailit dan menutup seluruh toko dalam lima tahun belakangan. Sedangkan Aeropostale mengajukan pailit di 2016 tapi tetap membuka beberapa toko.

Charlotte Russe juga mengajukan pailit tahun ini. Hingga kini, Forever 21 masih dimiliki oleh pendirinya Do Won Chang dan Jin Sook. Forbes memperkirakan kekayaan bersih keduanya sekitar US$ 1,5 miliar. Adapun Forever 21 mencatatkan penjualan tahunan US$ 3,4 miliar dan mempekerjakan 30 ribu pegawai.  

 

Ayyi Hidayah
Ayyi Hidayah

Pecinta film yang senang berinvestasi. Menulis merupakan passion, menjadi perencana investasi merupakan panggilan hati