Miskin Karena Gagal Investasi Seringkali Terjadi! Ini 4 Penyebab Utamanya

3 menit
Gagal Investasi (Shutterstock).
Depresi Akibat Gagal Investasi (Shutterstock).

Gagal investasi memang menjadi mimpi buruk untuk kebanyakan orang. Gimana gak, impian menjadi orang tajir pun dalam hancur seketika. Gak cuma itu, uang yang dialokasikan setiap bulan juga hilang entah kemana.

Ya, memang yang namanya investasi itu tak pernah luput dari faktor risiko. Bahkan banyak orang yang jadi miskin karena kegagalan investasi.

Gak usah jauh-jauh, contohnya aja artis cantik Cynthiara Alona yang harus menelan pahit kegagalan investasi hingga Rp 3 miliar karena menjadi korban investasi bodong di perusahaan solar dan kontraktor.

Bahkan artis terkenal Selena Gomez pun juga pernah mengalami kegagalan investasi, di mana mantan kekasih Justin Bieber itu menggelontorkan uang sebesar US$ 750 ribu atau setara dengan Rp 10,6 miliar di aplikasi yang bernama Postcard on the Run.

Sayangnya, aplikasi itu tidak berjalan lancar dan membuat pelantun lagu “Back To You” mengalami kerugian dalam nominal uang yang sangat besar.

Namun, bukan berarti mereka lantas depresi dan enggan berinvestasi lagi lho. Kejadian tersebut justru dijadikan pengalaman dan semakin membuat mereka termotivasi untuk berinvestasi.

Lagipula dibalik banyak orang yang bangkrut karena investasi. Lebih banyak pula orang yang tajir melintir berkat investasi.

Salah satunya adalah Warren Buffett yang kini berada di peringkat ke-3 orang terkaya di dunia versi Forbes dengan total kekayaan mencapai US$ 86,3 miliar yang kalau dirupiahkan sekitar Rp 1,214 triliun. Luar biasa banget, kan?

Lalu apa sih yang menjadi penyebab kamu mengalami kegagalan investasi? Menurut pakar Ayyi Achmad Hidayah selaku Personal Finance Advisor. Berikut empat faktornya:

Baca juga: Ini yang Perlu Dilakukan Milenial untuk Membangun Kekayaan dengan Cepat

1. Kurangnya informasi

Gagal investasi karena kurang informasi
Gagal karena kurang informasi (Shutterstock).

Menurut Ayyi yang sempat bekerja disalah satu perusahaan sekuritas bank BUMN selama lima tahun ini mengatakan kalau kurangnya informasi yang menjadi penyebab banyak orang mengalami kegagalan investasi.

“Kalau mau investasi, kamu harus mengetahui tentang produknya, perusahaan yang mengeluarkan investasi dan apakah terdaftar di OJK. Tujuannya agar terhindari dari investasi bodong.”

2. Spekulasi

Gagal Investasi
Kurangnya spekulasi dalam investasi (Shutterstock).

Selain itu, spekulasi juga sangat penting sebelum memutuskan untuk menggelontorkan uang di instrumen investasi. Jadi, harus benar-benar mengetahui faktor risiko yang bisa kamu tanggung.

“Jika kamu tipe orang yang agresif, disarankan untuk mengalokasikan dana ke investasi saham. Untuk mendapatkan timbal balik yang maksimal. Tapi kalau masih takut-takut, kamu bisa memilih investasi reksa dana yang tingkat risikonya lebih minim,” ujar pria yang kerap menjadi public speaking berbagai acara finansial ini.

Baca juga: Pengin Investasi dari Barang Koleksi Pribadi? Bisa Aja Kok! Mudah Banget

3. Dana

Gagal investasi karena minim dana
Gunakanlah dana yang memang dikhususkan untuk investasi (Shutterstock).

“Jangan nekat investasi menggunakan dana untuk kebutuhan sehari-hari, karena dapat mengganggu manajemen keuanganmu. Gunakanlah dana yang memang dikhususkan untuk investasi,” imbuh Ayyi.

Untuk kasusnya ini, kamu bisa menggunakan cara mengelola keuangan dengan menggunakan metode 50/20/30 yaitu:

  • 50 persen untuk kebutuhan pokok, seperti membayar cicilan kredit atau sewa rumah, belanja bulanan, cicilan kendaraan, hingga tagihan lainnya seperti listrik dan air.
  • 20 persen untuk tujuan finansial yaitu untuk investasi, asuransi serta menabung.
  • 30 persen untuk gaya hidup yaitu untuk belanja, nongkrong di kafe, jalan-jalan dan lainnya.

Teori tersebut itu sendiri dipopulerkan oleh Elizabeth Warren yang tak lain adalah senator Amerika sekaligus pakar keuangan dan profesor asal Harvard.

4. Tidak diversifikasi

Gagal Investasi
Banyak orang yang saat terjun berinvestasi tidak melakukan diversifikasi (Shutterstock).

Banyak orang yang saat terjun berinvestasi tidak melakukan diversifikasi yang membuatnya miskin dalam sekejap mata.

Apa sih diversifikasi itu? Ya, diversifikasi adalah salah satu strategi yang bertujuan untuk meminimalisir risiko kerugian.

Jadi, ada sebuah istilah yang sangat populer di kalangan para investor yaitu ““Don’t put your eggs in one basket” (jangan meletakkan telur-telurmu dalam satu keranjang).

Maksudnya adalah jika semua telur diletakkan di dalam satu keranjang dan keranjang tersebut jatuh, maka telur-telur tersebut akan pecah semua.

Baca juga: Hindari Risiko Tinggi, Ini 5 Cara Jitu Pilih Reksa Dana Terbaik

Begitu juga dengan investasi, kalau kamu mengalokasikan dana hanya ke satu instrumen investasi saja. Maka saat investasi tersebut mengalami kerugian, uang kamu akan ludes seketika.

Dengan melakukan diversifikasi di berbagai instrumen, maka dapat menghasilkan rata-rata keuntungan yang lebih tinggi. Selain itu, dapat meminimalisir risiko yang lebih rendah dibanding hanya fokus pada satu instrumen saja.

Itu dia empat faktor yang menjadi penyebab gagal investasi yang bisa bikin kamu stres karena uang hilang bak ditelan bumi. Agar investasimu berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya hindari poin-poin di atas ya. (Editor: Winda Destiana Putri).

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!