Begini Cara Ngatur Duit Biar Bisa Nabung dan Investasi Meski Gaji UMR

3 menit
Kerja keras belum digaji

Gak sedikit orang merasa berkecil hati menabung dan investasi, terutama buat mereka yang memiliki gaji UMR.

Alasannya sederhana, buat kebutuhan sehari-hari aja gak cukup, apalagi untuk nabung dan investasi. Ya, gak mau muluk-muluk mikirin hal itu.

Padahal kamu tetap bisa lho menyisihkan uang kamu untuk nabung, dan investasi. Pasalnya, kedua instrumen itu sangat penting untuk masa depan.

Jadi, gaji pas-pasan itu bukan penghalang untuk menjaga keuangan tetap stabil. Nah, seperti yang kamu ketahui gaji UMR alias upah minimum regional setiap daerah itu berbeda-beda. Dalam hal ini, kita ambil contoh UMR DKI Jakarta tahun 2018 yaitu sebesar Rp 3,6 juta.

Lalu, gimana caranya mengatur uang agar bisa menabung dan investasi meski penghasilanmu hanya sebesar Rp 3,6 juta per bulan?

1. Biaya tempat tinggal

Gaji UMR
Gaji UMR

Biaya hidup di Jakarta memang mahal. Terlebih, buat mereka yang masih harus mengeluarkan uang untuk tempat tinggal.

Tapi, kamu gak perlu khawatir, karena masih banyak kos-kosan dengan harga sewa relatif murah, yaitu Rp 500 ribu per bulan. Tapi, jangan berekspektasi yang mewah ya!

Buat kamu yang masih tinggal bersama orangtua, tentu biaya ini bisa dihilangkan. Artinya, uang Rp 500 ribu kamu bisa dialokasikan ke pos lain.

2. Biaya makan

Biaya makan
Biaya makan

Setiap hari kamu tentu harus menyisihkan uang untuk makan. Namun, kamu tetap bisa kok menekan pengeluaran makanmu.

Misalnya, dengan makan di warteg yang hanya akan menghabiskan  bujet kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu untuk sekali makan.

Bila diambil angka maksimal Rp 15 ribu udah sama minum, kamu harus mengeluarkan uang Rp 15 ribu x 3 yaitu Rp 45 ribu untuk sehari.

Nah, kalau Rp 45 ribu sehari, berarti dalam sebulan kamu akan mengeluarkan uang sebesar Rp 45 ribu x 30 yaitu Rp 1,35 juta.

Tapi, syaratnya kalau kamu hanya makan warteg selama sebulan ya. Bisa aja kan pas weekend kamu nongkrong di kafe atau ngajak pacar makan di restoran. Jadi, makin bertambah deh pengeluaranmu.

Meski begitu, biaya makan tetap bisa disiasati. Misalnya, sekali tempo makan di kafe habis Rp 30 ribu. Besoknya diakali deh makan di warteg pakai telur dan sayur doang biar lebih murah.

Kalau mau lebih murah lagi sih lebih gampang, yaitu dengan membeli bahan makan dan masak sendiri, sekali masak bisa buat 3 x makan sehari.

3. Transportasi

Biaya transportasi
Biaya transportasi

Buat ongkos transportasi pulang pergi setiap hari rumah ke kantor, kamu bisa mengeluarkan uang sekitar Rp 30 ribu. Berarti pengeluaran total selama sebulan yaitu Rp 30 ribu x 22 hari kerja = Rp 660 ribu.

Tapi kamu bisa mensiasatinya dengan menggunakan promo yang kini banyak ditawarkan para ojek online. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan dompet online yang sediakan oleh aplikasi ojek online untuk mendapatkan diskon tambahan.

Namun, estimasti kamu mengeluarkan uang untuk transportasi sebesar Rp 660 ribu tanpa menggunakan bonus aplikasi online.

Jadi, dalam sebulan kamu harus mengeluarkan uang sebesar Rp 2.510.000, dengan rincian biaya:

  • Biaya tempat tinggal = Rp 500 ribu
  • Biaya makan = Rp 1,35 juta
  • Transportasi = Rp 660 ribu

Kalau gajimu sebesar Rp 3,6 juta. Berarti kamu masih memiliki sisa uang sebesar Rp 3.600.000 – Rp 2.510.000 yaitu Rp 1.090.000.

Nah, sisa uang itu bisa kamu alokasikan untuk tabungan dan juga investasi. Apa aja jenis investasi, dan tabungannya?

Kamu bisa mengikuti program tabungan berjangka setiap bulan Rp 500 ribu. Agar lebih konsisten menabung. Tapi jika terlalu berat, kamu bisa membuka TabunganKu dengan modal setoran awal cuma Rp 20 ribu aja.

Sedangkan untuk investasi, kini udah banyak banget kok instrumen investasi dengan modal kecil seperti reksadana maupun investasi emas.

Jadi, meski gaji UMR kamu tetap bisa kan menabung dan investasi. Gak cuma itu aja, kamu juga tetap bisa mengalokasikan uangmu untuk kebutuhan sehari-hari. (Editor: Chaerunnisa)

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.